Problematic Handsome

Problematic Handsome
40



Dia kaget melihat seisi apartemen nya berantakan ,sampah pelastik bekas mie instan dan makanan ringan berserakan di ruang tengah ,ada handuk basah di depan pintu kamar Kai bahkan dia hampir menginjak pecahan kaca bekas gelas pecah, dia hendak memarahi Kai di kamar nya ,tubuhnya yang lelah karna baru saja tiba setelah tiga hari nonstop kerja di luar kota harus kerja ekstra lagi membereskan kekacauan yang Kai buat ,ingin rasanya dia tonjok muka Kai tapi begitu melihat kondisi nya ,kini dia malah prihatin Kai sedang mencoba memakai bajunya susah payah dengan satu tangan sepertinya dia habis mandi bahkan dia tak membilas tubuhnya dengan benar busa sabun masih menempel di belakang pundaknya ,Chandra menghembuskan nafas lelah nya kemudia mendekati Kai membantunya memakai baju .


"Elo kapan sampai ?,sorry ya gara-gara gue semuanya kacau "


Chandra hanya mengangguk kemudian keluar dari kamar Kai mulai membereskan semua kekacauan yang dia buat ,semenjak tinggal dengan Kai dia merasa sering darah tinggi keperibadian mereka yang sangat bertolak belakang dan Kai yang memang dasarnya jorok selalu membuat Chandra yang gila kebersihan emosi ,tapi bagai mana pun jorok dan teledornya Kai Chandra tak ada niat pindah rumah dia tak mau kesepian dengan tinggaln sendiri ,begitu pula Kai dia sadar hidupnya berantakan tinggal dengan Chandra adalah pilihan terbaik setelah tak tinggal di rumah orang tuanya ,meskipun Chandra banyak memarahinya dia lebih nyaman di dekatnya .


Setelah semuanya beres Chandra pergi ke dapur membuka kulkas mengeluarkan bahan masakan yang masih layak di pasak ,membuat makanan untuk nya dan Kai sepertinya selama dia ke luar kota kai hanya makan mie instan dia kasihan juga pasti Sean sangat sibuk sampai tak sempat menengok nya


"Kai makan "


Mendengar kata makan Kai langsung berjalan cepat ke arah dapur ,akhirnya dia bisa makan yang layak setelah tiga hari .


"Gimana jadinya kalo gue lama di sana ,loe kaya Soya aja nyusahin "


Kai makan dengan tangan kiri dia kesusahan bahkan makanan yang sudah di sendok nya jatuh kembali ,lagi-lagi Chandra tak tega Kai seperti pengemis di matanya ,sangat menyedihkan .


Seharian ini Sean tak konsentrasi kerja dia banyak melamun di pikiran nya masih terbayang jelas bayangan Bie dia yakin yang di lihatnya tempo hari di lampu merah itu Bie ,sebagian hatinya mungkin masih tertinggal di sana Bie membawa nya pergi tanpa niat mengembalikan nya lagi ,Sean pernah membaca sebuah buku katanya cinta pertama tak pernah berhasil ,dan seorang laki-laki tak pernah bisa melupakan cinta pertamanya ,hatinya sesak tiap ingat dia , senyum nya yang seperti malaikat tak pernah terhapus di ingatan nya Sean begitu merindukan nya .


"Pak Sean pak ,,"


Sean terkejut pegawai nya sampai mengetuk-ngetuk meja memanggilnya yang sedang asik melamun.


"Eh iya apa yuna ,kamu mengagetkan saja ? "


"Maaf habis nya Bapak dari tadi bengong ,ini waktunya pulang Pak "


Sean melirik jam di tangan nya benar ini sudah jam pulang dia sampai tak ingat.


"Ya sudah sana pulang "


Sean bangkit membereskan semua dokumen yang masih harus di revisinya kemudian memasukan nya ke dalam tas ,dia keluar dari ruangan nya berjalan menuju lift rencananya hari ini Sean akan pergi ke apartemen Kai dan Chandra dia akan menengok Kai, sudah dua hari dia khawatir jika sahabat nya sudah membuat apartemen itu menjadi tempat pembuangan sampah bisa murka Chandra ,dia belum tau Chandra sudah pulang ,tapi begitu tiba di tempat parkir basement seseorang yang di hindarinya mencegatnya .


"Sean "


Sebisa mungkin dia tak ingin bertemu dengan orang tuanya setelah kejadian Sean memberikan kembali harta orang tuanya Bie  hubungan nya denga Mamih Papihnya jadi memanas ,bahkan Papihnya sampai kena serangan jantung ringan dan langsung di rawat di rumah sakit .


"Ada apa mih ?"


"Kamu sama orang tua gak ada sopan-sopan nya ,ayo pulang ke rumah papih dan mamih mau bicara serius "


"Sean mau nengok kai dia sakit "


Sean benar-benar malas bertemu papih nya selama bekerja menggantikan nya di hotel Sean menjadi tau bagai mana Papih sebenarnya , ternyata bukan hanya keluarga Bie yang menjadi korban dia tak pernah menyangka sosok yang dari kecil sangat di kaguminya ternyata cuma sekedar kedok kepalsuan di baliknya tersembunyi wajah asli nya yang busuk , sebenarnya Sean enggan bekerja mengantikan nya dia sebelumnya sudah mendapatkan tawaran dari hotel bintang lima terkenal di Eropa ,tapi setelah serangan jantung itu dengan terpaksa Sean mau dan akhirnya menggantikan nya mengurus beberapa hotel  .


Kali ini dengan paksaan Mamih ,Sean akhirnya pulang selama dua tahun ini dia tinggal sendiri di apartemen mungkin hanya beberpa kali saja dia pulang kerumah ,dia benar-benar menghindari keluarga nya ,setelah sampai Mamih menyuruh nya untuk langsung ke ruang makan mereka akan makan malam bersama, Papih sudah duduk di kirsi nya melihat Sean datang dia berdiri senyum nya mengembang dia begitu merindukan putra nya .


"Akhirnya kamu pulang nak "


Sean acuh dan langsung duduk ,Papih mengerti dia merasa pantas di perlakuan begini .


"Kamu masih benci papih ya ? "


Pada dasarnya dulu Sean adalah anak manja yang sangat bergantung pada Papihnya dia selalu menceritakan segalanya bahkan masalah pacaran pun dia minta saran Papihnya ,tapi kini Sean yang di lihatnya sudah sangat jauh berbeda .


"Jangan membuat makan malam keluarga yang jarang ini menjadi suram ,Mamih kangen kalian berdua berdamailan sedikit Sean "


Sean menghembuskan napas kasar memudian melihat Mamih Papihnya bergantian ,dia tau ini bukan sekedar makan malam biasa.


"Langsung aja mih ,ada apa ? "


Mamih malah sibuk memotong daging di piringnya kemudian memberikan piring itu  pada Sean ,


"Makan yang banyak "


Sean muali memasukan danging itu ke mulutnya dia memang lapar saat itu .


"Besok malam ulang tahun Mina keluarga nya mengundang keluarga kita kamu harus datang bersama kami "


Sean sudah menduga ini ,


Dengan agak risih dan jijik Chandra terpaksa menyuapi Kai tangan kanan nya masih belum bisa normal seperti biasa, dia jengkel terus melihat makanan yang hendak Kai masukan ke mulut nya jatuh berserakan membuat meja bar dapur mereka kotor .


"Pake ikan nya dong ,masa gue makan nasinya doang dari tadi "


Protes Kai karna sudah dua kali suapan Chandra hanya memberinya nasi putih ,dengan malas Chandra memberi nya ikan dia benar-benar jijik sekarang pada Kai .


"makan loe banyak banget sih gue mau muntah sekarang "


"loe gak ada belas kasihan nya sama gue Chan "


pintu apartemen terbuka sean masuk di ikuti dua orang di belakang nya ,mereka melihat adegan itu kemudian kaget bersama .