
Kelas hari ini sangat melelahkan belum lagi tugas yang menumpuk menunggu di kerjakan di rumah ,bahkan sudah hampir dua minggu Soya tak melihat wajah yang selalu menjadi sumber semangat nya ,dia tak langsung pulang malah duduk di kantin bersama sahabat nya Jen ,mereka menjadi dekat karna satu jurusan dan juga sering di calling menjadi model meski bukan model , profesional wajah mereka cukup di kenal di sosial media ,Soya menyeruput es jeruk di depan nya matanya tak berpaling dari layar ponsel milik nya di sana ada foto Chandra yang di pasang menjadi walpaper ,Jen hanya tersenyum geli tingkah Soya tak berubah bahkan hatinya , dia masih sangat menyukai lelaki dingin dan cuek itu ,entah apa hubungan yang jelas di antara mereka berdua setelah Chandra di usir dari rumah empat tahun lalu perjodohan mereka pun batal tapi Soya tak pernah melepas cincin tunangan mereka meskipun sikap Chandra selalu cuek dan dingin ,dia tau hati Chandra selalu peduli padanya .
"Aku kangen dia ,sekarang dia semakin terkenal jadi sulit untuk bertemu "
Rengek manja Soya .
"Ya udah samperin aja biasanya juga begitu "
"Ahhh kemarin kak Sean bilang kak Kai sakit kita tengok aja yukk sekalian kan bisa ketemu kak Chan "
Mendengar kata Kai ,Jen yang tak lain adalah mantan nya langsung mendongak setelah berteman dengan Soya dia jadi sering bertemu Kai ,membuat perasaan nya tumbuh kembali ,mendengar Kai sakit hatinya terenyuh juga .
Dan akhirnya malam itu setelah menyelaskan beberapa tugas dari dosen mereka berdua pergi ke apartemen Kai sebelum masuk di tempat parkir mereka bertemu Sean dan langsung pergi bersama menuju unit apartemen Kai dan Chandra ,sesampainya di sana Sean langsung menekan sandi pintu dia sudah hapal kode nya ,pintu terbuka mereka segera masuk ke dalam dan pemandangan langka pun tak sengaja mereka lihat Chandra yang terkenal dingin dan cuek sedang menyuapi Kai ,membuat Sean langsung tertawa terbahak-bahak bahkan dia sempat memotret momen langka itu .
"Kalian kaya pasangan penganti baru aja romantis ,duh gue sampe sakit perut "
Mood Sean yang sedang buruk langsung membaik berkat mereka berdua ,dia memegangi perutnya yang hampir kram karna tertawa .
"Loe puas banget ya liat gue gini "
Gerutu Kai yang tak terima di ejek Sean ,setelah itu kini mereka berkumpul di ruang tengah menikmati pizza yang di bawa Soya dan Jen ,Chandra yang memang sudah sangat lelah terlihat mengantuk dia duduk di samping Soya ,mendengarkan ocehan Kai yang katanya sakit tapi masih bisa melawak menghibur mereka ,tanpa sadar dia tertidur bersandar pada Soya .
"Biarin aja Soy Chandra baru pulang ,tiga hari ini dia ada acara di luar kota eh pas pulang langsung beresin rumah yang berantakan karna gue "
Soya mengangguk dia tak keberatan sama sekali malah sangat bahagia biarpun sampai pagi dia rela begini ,Chandra tak akan begitu jika pada orang asing mungkin tubuhnya sudah terbiasa dengan Soya meskipun mulutnya suka berkata sebaliknya ,dia terlalu gengsi mengakui perasaan nya padahal bisa saja Soya di rebut laki -laki lain sebenarnya Soya sangat populer di kampus banyak laki-laki yang mendekatinya tapi entah kenapa dia tak bisa berpaling dari Chandra yang sekeras batu itu ,orangtua nya pun tak masalah dengan itu malah mendukung Chandra dan bangga pada nya yang lebih memilih mandiri dan mengejar cita-citanya ,Papih soya tau bagai mana keras dan jahatnya Ayah Chandra dia sangat bersyukur Chandra sangat jauh berbeda dengan Ayahnya ,dia mengerti kenapa Soya masih mencintai Chandra meskipun perjodohan itu di batalkan dia laki-laki yang mau berjuang meskipun kelihatan nya cuek .
Benar saja sampai pagi mereka begitu , kini Chandra tidur berbantalkan pangkuan Soya yang tidur sambil setengah duduk kepalanya sudah miring ,sekarang sudah pukul 05;30 pagi Chandra mulai terbangun dan kaget begitu membuka mata wajah Soya yang di lihat nya bagai mana bisa dia tidur di pangkuan Soya tanpa terbangun mungkin dia sangat kelelahan kemarin , perlahan dia bangun lalu memandangi Soya dia pasti pegal pas bangun nanti gadis itu selalu membuat Chandra nyaman di dekat nya ,dengan hati-hati Chandra memangku tubuh Soya memindahkan nya ke kamar menyelimutinya , dan entah apa yang merasukinya dia bahkan mencium kening Soya ,setelah itu pergi ke kamar mandi ,
"Tuhan meskipun aku mati sekarang ,aku sudah siap "
Bisik soya dia menarik selimut itu menutupi wajah nya yang mungkin sudah sangat merah sekarang .
Kai sudah rapih dia bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit setelah tempo hari di periksa , Gisela memintanya untuk datang dia menyarankan Kai untuk menjalani terapi agar tangan nya bisa sembuh lebih cepat ,Sean sudah janji akan mengantarnya semalam tapi barusan dia menelpon dan membatalkan nya dia ada rapat penting mendadak hari ini ,jika meminta chandra dia tak enak karna masih ada Soya jarang sekali mereka berdua punya waktu ,meskipun Kai merasa aneh dengan hubungan mereka yang tak jelas ,tapi dia cukup pintar dalam hal ini dia tau Chandra juga memiliki perasaan pada Soya ,dan dengan terpaksa dia memutuskan untuk naik taksi pergi sendiri kesana tapi saat berjalan keluar gedung apartemen dia berpapasan dengan Jen yang kembali untuk menjemput Soya .
"Kai mau kemana ?"
"Ahh gue mau ke rumah sakit "
"Sendirian ,naik apa ? "
"Gue nyetop taksi aja di depan "
Jen tak tega melihat kai pergi sendiri
"Mau aku antar ?"
Tawarnya dia berharap kai mau
"Gak usah ngerepotin loe aja tar "
"Enggak lagian aku gak mau jadi kambing conge di antara soya ma Chan "
Mendengar alasan Jen begitu akhirnya Kai mau ,toh cuma sekedar mengantarnya dia juga ingin Chandra punya waktu berdua dengan Soya .