
Pandangan nya kosong ,Soya terus mengaduk-ngaduk jus alpukat dengan sedotan alih-alih meminum nya ,banyak tugas menumpuk hari itu belum lagi dia harus mencari model untuk bahan skripsi ,Jen masih di kelas dia masih ngobrol dengan teman-teman yang lain Soya memilih ke kantin dia sebenarnya tak lapar hanya saja suasana kelas membuatnya semakin suntuk ,sudah seminggu ini dia mengabaikan Chandra dia berusaha tak mengontek nya dan menghindari nya tapi lihatlah kenapa tindakan nya itu membuat nya semakin kepikiran ,Soya membuka ponselnya mengecek notifikasi yang masuk mustahil kan Chandra mengkahawatirkan nya ,mencintai nya adalah sebuah kebiasaan itu seperti cuci tangan sebelum makan jadi dia merasa ada yang aneh saat tak melakukannya .
"Hhemmmmmmmmmm"
Itu sudah ketiga kalinya Soya menghembuskan nafas beratnya ,ada yang mengganjal di dadanya semacam perasaan yang menyesakan ,di satu sisi dia kecewa pada Chandra yang seolah menggantung perasaan nya satu sisinya lagi dia sangat merindukan lelaki dingin itu .
"Akhhhhhh nyebelin banget sih "
Jen hampir terkena serangan jantung saking kagetnya ,niatnya ingin mengejutkan Soya yang dari tadi di lihatnya dari kejauhan sedang melamun ,tapi saat sudah dekat dia malah teriak sendiri seperti orang kerasukan.
"Ya tuhan Soya kaget tau kenapa sih loe ? "
Jen duduk di depan Soya.
"Aku kangen kak Chandra tapi aku masih marah sama dia ,"
"Ya elahh ,ya kak Chandra mah gak bakalan peka sampai kiamat juga ,katanya mau move on gimana sih "
Sebenarnya Jen tau teman nya itu sudah terlanjur menjadi budak cinta dia tak mungkin bisa berpaling dari Chandra .
"Eh ya ,nanti malam kita ada jadwal pemotretan gak lupa kan ?"
Soya mengangguk ,dia jelas tau kak Juna sudah mewanti-wanti nya untuk tidak terlambat bahkan dia akan menjemputnya ,dia lelaki yang sangat baik tapi kenapa hatinya tak bisa memberikan perasaan lebih pada nya .
Chandra sudah benar-benar jengah cukup Kai saja yang membuat nya seperti obat nyamuk tapi kenapa sekarang datang Sean dan Bie ,mereka balikan membuat rasa iri dengkinya bertambah ,apa hanya dia yang tidak punya pasangan ,selama ini Chandra merasa baik-baik saja tak memiliki wanita yang di sebut pacar ,tapi kenapa hari ini melihat dua sahabat nya membawa pasangan dia merasa cemburu ,apa mungkin karna Chandra terbiasa mendapat perhatian dari Soya dan saat kini dia tak ada baru mengerti apa arti Soya di hidup nya ,Chandra bangkit dia berniat pergi dari dua pasangan yang sedang di mabuk asmara itu ,mending dia ke studio berlatih untuk penampilan nya nanti .
"Chan loe mau keman ?"
Sean heran melihat Chandra yang keluar dari kamar sudah rapih.
"Gue mau ke studio, latihan "
Setelah pamit pada Bie dan Gisela Chandra langsung keluar menuju tempat parkir ,kenapa dia bisa iri dengan hal konyol seperti tadi ,punya pasangan .
Pukul 07:00 malam di ruang latihan ,Chandra masih duduk di depan piano berlatih bernyanyi di temani sang meneger yang baru datang ,jadwal latihan mereka memang pukul 07:00 tapi Chandra sudah di sana sejak sore sendirian ,dari pada dia diam di apartemen melihat dua pasangan yang sedang manis-manis nya lebih baik dia cepat-cepat ke studio ,dan sebelum latihan yang lebih serius Chandra memutuskan untuk makan malam dulu mengganjal perutnya yang sudah keroncongan karna tak terisi sejak siang ,dia bersama sang meneger berjalan beriringan menuju kantin, tapi belum sempat sampai ke sana dia melihat pemandangan yang entah kenapa membuat hatinya panas Soya yang baru datang berjalan dengan Juna lelaki itu tak lepas merangkul nya, mereka tampak asik bercanda dan sesekali Soya tertawa karna nya membuat Chandra makin kesal, Soya haya berlalu melewatinya tanpa menyapa atau meliriknya .
"Kalian ada masalah ? "
Tanya sang meneger yang memang sudah tau bagai mana Soya selama ini pada Chandra ,dia juga aneh .
"Kalian siapa ,? udah ayo gue lapar "
Chandra bersikap sok acuh seperti biasa sebenarnya dia juga aneh ,apa dia telah melakukan kesalahan .
"Ayo ya ,ada apa ? "
Juna yang aneh melihat Soya berbalik dan langsung diam ikut berbalik dan melihat apa yang Soya lihat ,sebegitu besarkah rasa cintanya pada Chandra .
"Kenapa gak di samperin aja ,selesaikan masalah kalian berdua "
Soya tersenyum sinis ,masalah apa ? bahkan mereka tak punya hubungan yang jelas ,soya langsung berbalik meneruskan langkah nya ke tempat pemotretan ,dia bahkan mendahului Juna dan Jen .
"Dasar soya "
Jen ikut merasa lelah dengan masalah mereka ,yang satu bucin akut yang satu cuek nya yang akut apa dia harus meminta bantuan teman-teman nya Chandra , maksudnya Kai tak ada lagi teman Chandra yang ada di pikiran nya selain dia ,saat Soya dan Juna berjalan ke ruang pemotretan dia memutar arah menuju toilet dia ingin menelpon Kai dan menceritakan apa yang terjadi antara kedua sahabatnya itu ,dia masuk ke salah satu bilik kamar mandi kemudian mulai menggunakan ponselnya .
"Hallo kak lagi sibuk gak ? "
Jen mulai menceritakan masalah mereka pada Kai bermulai dari kejadian Chandra dan Wendy di kantin kemudian mereka jadi saling cuek-cuekan seperti sekarang ,Jen berharap kai bisa membantu mereka setidaknya ada kejelasan antara Soya dan Chandra .
"Ok makasih kak ,iya cepet sembuh ya "
Jen mengakhiri sambungan telpon itu kemudian keluar dia kaget melihat Wendy ada di dalam sedang mencuci tangan nya di westafel ,dia berusaha sesantai mungkin tapi .
"Elo suka sama kak Chandra ?"
Jiwa preman Jen keluar dia sudah biasa menghadapi situasi begini dulu pas di SMA dia rajin melabrak adik kelas atau bahkan kaka kelas yang mengganggu nya atau teman nya ,Jen sudah menahan nya tapi begitu mendapat kesempatan emas ini dia memutuskan untuk mewawancarai Wendy langsung .
"Maksudnya ,akhhh kamu temannya soya kan ? "
Wendy juga tampak santai dia tak merasa terintimidasi sama sekali setelah mengelap tangan basah nya dengan tisu dia berbalik menghadap Jen .
"Iya aku suka sama Chandra ,memang nya kenapa ? "
"hubungan kak Chandra dengan Soya jadi renggang sekarang gara-gara loe "
"Apa yang aku lakukan ,Chandra masih belum menjadi milik siapapun aku gak pernah menjauhkan mereka "
Yang di katakan Wendy memang benar tapi Jen merasa kesal dengan jawaban itu .
"Wahhh gak tau malu banget ya ,sebaiknya jangan terlalu tebar pesona sama kak Chandra dan kubur perasaan loe dalem-dalem "
"Aku tak pernah ingin suka sama Chandra tapi hatiku yang melakukan nya ,jika Soya mang benar mencintai nya seharus nya dia lebih bisa mengerti bagai mana Chandra ,dia bukan tipe orang yang mengatakan cinta dengan terus terang "
Wedy berlalu meninggalkan jen yang entah kenapa tak bisa berkata apa-apa .