Problematic Handsome

Problematic Handsome
18



Hujan turun dengan deras Chandra dan Soya terjebak di depan tenda pameran ,hari sudah mulai senja dan mereka lapar ,kaki Soya sudah sangat pegal karna banyak berlari menyamakan langkahnya dengan Chandra ,dia terus memukul-mukul kakinya yang pegal, kenapa hujan terus turun dan sekarang malah semakin deras Chandra menengadah melihat langit yang semakin gelap jalanan sudah basah dan becek ,mobilnya di parkir lumayan jauh jika mereka lari mungkin akan basah kuyup dia kemudian melirik Soya yang sudah sangat lesu dan kelelahan ,dan saat itu sebuah mobil lewat di depan mereka menyipratkan air yang menggenang ke tubuh mereka, Chandra dengan cekatan langsung menghalangi Soya dengan tubuh nya ,mendekap nya hingga punggung nya yang jadi korban ,Soya kaget dia tak menyangka Chandra akan melakukan itu untuk melindungi nya ,dia senang sangat senang pelukan Chandra sangat hangat dan dia bisa mencium aroma tubuh nya yang maskulin dia tenggelam dalam kehaluan .


"Heh udah lepasin "


Soya terbawa perasaan hingga lupa diri.


"Ahh maaf ,yahh baju kaka basah gimana dong "


"Gimana lagi ,elo tunggu di sini gue ke depan sebentar "


"Kaka mau kemana ? nanti tambah basah bajunya "


Soya berteriak tapi tak Chandra pedulikan


Chandra berlalri menembus hujan deras tujuannya adalah mini market depan, dia berharap masih ada payung yang di jual di sana ,sementara Chandra pergi Soya tinggal sendiri memandang hujan yang semakin deras ke mana Chandra pergi dan meninggalkan nya .


"Soya ini kamu,aku mencarimu ku kira kamu tak kesini "


Soya menoleh dan itu kak Jun dia juga datang ke pameran ini ,Jun menghampiri Soya yang sedang bengong melihat hujan dia tak tau Soya datang bersama Chandra ,Soya lega melihat ada orang yang di kenal nya mereka mengobrol hingga Chandra kembali dari mini market ,dia kemudian melihat Soya yang sedang mengobrol akrab dengan Jun bahkan mereka saling tersenyum entah apa yang mereka bicarakan dia merasakan hatinya sesak dan marah ,entah apa perasaan itu dia baru pertama kali merasakan nya ,Chandra langsung menghampiri mereka berdua .


"Ayo pulang "


Chandra menarik lengan Soya tanpa menyapa Jun ,dia juga tak peduli dengan ocehan Soya


"Ehh kak itu kak Jun kasihan sendiri "


"Elo mau sama dia ya udah ,"


Chandra memberikan payung yang baru di belinya dan satu kantung belanjaan yang entah apa isinya pada Soya kemudian pergi sendiri menerobos hujan ,entah kenapa dia marah dia juga tak mengerti dengan perasaan nya .


Soya bingung dia melihat Chandra dan Jun bergantian .


"Kak Jun maaf aku harus pergi "


Soya berlari mengejar Chandra yang sudah jauh di depannya ,meninggalkan Jun di sana sendiri ,Jun tak marah dia malah tersenyum melihat itu .


"Dia juga menyukaimu Soya ,hanya saja dia sangat angkuh untuk jujur dengan perasaan nya "


Kai baru pulang membawa buku yang baru di belinya ,sebenarnya uang nya tak cukup untuk membeli buku-buku itu dan akhirnya Gisela membayar sisa nya ,itu adalah saat-saat paling memalukan dalam hidup nya ,dia masuk ke dalam rumah dengan muka di tekuk kemudian berdiri melihat Bapak dan Mamaknya yang sedang tertawa di depan televisi di ruang keluarga ,ini semua karna kartu kredit nya di tahan Bapak dan dia hanya di beri uang jajan ,Mamak yang melihat Kai sudah pulang dan melihat dia hanya berdiri diam merasa aneh .


"Kamu sudah pulang ?,kenapa berdiri di sana "


Kai kemudian berjalan menghampiri Mamak dan Bapak nya menaruh buku-buku itu di meja depan mereka .


"Mamak tau Kai malu banget tadi ,kai beli buku uang nya kurang dan malah di bayarin cewe mau di taruh di mana muka Kai Mak "


Mamak dan Bapak nya langsung melihat isi bungkusan itu ,dan benar itu isi nya buku mereka kaget kenapa putra bengal nya bisa kepikiran membeli buku ,bahkan Bapak nya sampai membuka satu persatu buku itu takut itu majalah dewasa .


"Wahhh kamu beli ini semua Bapak gak nyangka "


"Iya uang nya kurang malu tau di bayarin cewek "


Bapak Kai langsung memngambil dompet nya dan mengambil kartu keredit dari dalam nya ,memberikannya pada Kai yang tentu saja langsung di terima dengan suka cita ,sebenarnya Bapak Kai baik dia hanya ingin melihat putra nya itu tak terlalu nakal dan mau belajar ,Kai langsung berlari ke kamarnya dengan girang dia bisa membayar hutang nya pada Gisela ,


"Ah benar aku harus belajar "


Entah apa yang merasuki Kai dia mulai membuka bukunya .


"Aku harus dapat nilai bagus biar bisa jadian sama kak Gisela haha"


Di kantin dengan tatapan memelas kai terus menggoda tutornya agar mau pacaran dengan nya ,Gisela sebenarnya mau-mau saja tapi pasti itu akan menghambat belajar Kai dan nilai nya tak berubah dia bisa di salahkan oleh orangtua Kai dan di cap tak bisa mengajar ,kemudian dia menyetujui syarat yang Kai ucapkan asal dia bisa lulus dengan nilai di atas nilai minimun dia akan menerimanya ,Kai sangat girang dan bertekat akan belajar sunggih-sungguh kali ini .


Soya akhirnya bisa mengejar Chandra dia tak mengerti kenapa Chandra melakukan itu ,dia langsung memayungi Chandra dengan mengangkat payung itu setinggi mungkin ,chandra yang melihat Soya di sampingnya langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Soya di lihatnya muka lelah Soya yang mengejarnya ,dia tak mengerti apa yang ada dalam hatinya apa dia menyukai gadis manja cerewet di samping nya itu ,Soya juga hanya diam dia kaget di tatap Chandra seperti itu hatinya tak berhenti berdebar bagaimana bisa ada orang setampan ini di hadapan nya, kenapa chandra sangat tampan ,apakah chandra selalu setampan ini ,dia sangat tampan dengan tubuh yang basah kuyup ,itu lah kata-kata yang ada di pikiran Soya ,dia selalu terhipnotis oleh Chandra .


"Kenapa kaka ninggalin aku ?"


"Kenapa elo ngejar gue ?"


"Karna kaka lari "


Chandra mengusap air hujan yang ada di wajahnya kemudian mengambil payung yang di pegang Soya ,merangkul pundaknya agar merapat padanya ,Soya hanya diam dia terlalu terkejut dengan perlakuan Chandra hari ini ,mereka berjalan beriringan dan kini Chandra memperlambat langkahnya menyamakan langkah kakinya dengan Soya .