Problematic Handsome

Problematic Handsome
30



Wendy mengekori langkah Chandra yang masuk ke salah satu toko tas merek terkenal ,tas-tas di sana terkenal mewah dan mahal dia saja baru pertama kali masuk ke dalam nya karna memang tak akan mampu membeli sekalipun tas yang paling murah di toko itu ,Chandra menarik lengan Wendy yang dari tadi bengong di pintu masuk toko dia terpesona dengan koleksi tas di sana yang sangat cantik ,Chandra menunjukan beberapa tas dan bertanya mana yang paling di sukai nya ,Wendy masih bertanya-tanya untuk siapa tas itu setau nya adik chandra yang paling besar masih duduk di bangku SMP, tas-tas itu tak akan cocok untuk nya ,jika di tanya yang paling bagus dia akan menjawab semuanya tapi Chandra menyuruh nya memilih.


"Wen yang hitam atau pink "


Chandra menunjuk dua tas yang sama-sama bagus menurutnya ,tapi dia suka yang hitam.


"Aku suka yang hitam "


"Benarkah ,bak bisa di bungkus yang pink untuk kado ,yang hitam bungkus biasa saja "


Kado itu untuk hadiah seseorang tapi kenapa Chandra bertanya jika membeli kedua nya .


"Ini buat loe Wen sebagai ucapan terimakasih gue karna loe udah banyak bantu gue "


Chandra memberikan bungkusan yang berisi tas hitam itu pada Wendy ,harga nya saja sama dengan satu unit sepeda motor.


"Tapi Chan ini sangat mahal "


"Gak apa-apa mumpung gue masih mampu beli "


Tas hitam yang Wendy pilih tadi memang untuk nya ,dia tak tau apakah harus senang dengan pemberian ini ,Chandra seolah mengajak nya naik roller coaster membuat perasaan nya aneh dia ingin berhenti dari semua kegilaan ini tapi langkah nya selalu terhenti tepat di belakang nya ,dia selalu baik membuat nya terus berharap lebih .


Setelah selesai membeli tas chandra mengantar Wendy pulang karna memang tujuan mereka searah .


"Makasih ya Chan sampai repot-repot nganterin aku "


"Gue juga ada urusan di sekitar sini , sampai ketemu besok "


Wendy mematung memandang punggung Chandra yang semakin jauh apa arti dirinya di hati Chandra apa dia hanya sebatas teman untuk nya .


Hari berikut nya di kota Paris ,udara sudah semakin hangat bie di bantu Joy teman sekamar nya sedang sibuk memilih dres yang akan di kenakan nya ,saat mengantar Bie pulang sekolah tadi Sean mengajak nya untuk makan malam bersama Papih nya ,dia tak mau membuat malu Sean dengan berpenampilan kampungan ,bahkan Joy memanggil teman-teman lain nya untuk membantu me makeup Bie ,mereka sangat bersemangat Bie sangat cantik hanya dengan bedak saja mereka sudah lama ingin me makeup Bie.


"Coba pakai yang ini ,"


Joy meminjamkan dress milik nya ,Bie menurut kemudian memakainya dres hitam dengan bagian punggung terbuka ,Bie merasa sedikit malu memakai nya tapi teman-teman nya malah takjub dan melarang nya membuka nya lagi .


"Wahh dress ini cocok banget buat mu Bie seperti baru saja ,ayo teman-teman kita make up Bie "


Sean baru sampai di depan asrama Bie dan sepertinya Bie masih bersiap-siap karna menyuruh sean menunggu sepuluh menit lagi ,ini hari terakhir nya di paris besok Sean harus pulang karna harus ujian masuk univesitas ,kemarin malam Papihnya tiba-tiba memintanya untuk mengajak Bie makan malam bersama ,dia ingin tau gadis mana yang membuat nya bertengkar dengan Mamihnya Sean sebenarnya sudah menolaknya tapi Papih nya terus memaksa.


"Papih ingin tau calon menantu kita "


Setelah papihnya berkata seperti itu Sean langsung semangat dan langsung bicara dengan Bie .


Bie berjalan anggun menuruni tangga di depan asrama ini pertama kalinya dia memakai sepatu ber hak tinggi ,Sean yang melihatnya hanya bengong mematung dia tak percaya dengan apa yag di lihatnya, Bie nya yang imut berubah menjadi gadis cantik yang mulai dewasa jantung nya berdegup kencang perasaan ini hanya dia rasakan saat bersama Bie dan malam itu sean merasakan jantungnya bekerja dua kali lipat .


Bie menuruni anak tangga perlahan dia sangat hati-hati karna takut terjatuh dan benar saja hampir saja dia terjatuh karna sepatu itu ,untung saja Sean langsung sigap menangkap nya dan langsung memangku Bie ke dalam mobilnya .


"Wahhh aku dapat bidadari jatuh nih "


Bie terkekeh dengan bualan Sean ,dia juga sangat tampan dengan setelan jas hitam .


"tampan sekali wahhh Bie sangat beruntung "


"mereka sangat manis "


Sean dan Bie sudah di dalam mobil dan Sean hanya diam memandangi Bie dengan senyum yang tak pernah hilang di wajahnya ,Bie sampai salah tingkah dan menepuk bahu Sean .


"Akhh maaf Bie kamu cantik banget aku sampai tak mau berpaling "


Bie hanya tersenyum Sean selalu manis padanya ,kemudian Sean merogoh saku nya mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru dongker dia membukanya dan terdapat kalung indah di sana .


"Penampilan mu lebih sempurna dengan ini "


Sean memakaikan kalung itu pada leher Bie kalung yang begitu indah .


"Selama kamu mencintai ku jangan lepas kalung ini ,janji ?"


Sean menunjukan jari kelingking nya ,Bie tersenyum kemudian mereka membuat janji kelingking .


Chandra sudah sampai di depan rumah Soya tak lupa dia membawa kado yang baru di belinya dengan Wendy ,pintu rumah nya terbuka lebar dan sepertinya sedang ada pesta di sana karna terdengar nyanyian selamat ulang tahun dari dalam rumah ,Chandra tak tau akan ada pesta kemudian dia mengecek ponsel nya yang dari pagi tak di cek nya sama sekali dan ternyata banyak panggilan tak terjawab dari soya dan juga ratusan pesan yang di kirim nya .


"Wahh lihat gadis cerewet ini "


Chandra sampai heran kenapa dia begitu bersemangat menghubungi nya ,Chandra mulai masuk ke dalam saat selesai nya lagu selamat ulang tahun itu ,semua mata mandang ke arah nya mereka semua adalah teman sekelas Soya ,mereka begitu kaget melihat senior yang paling populer di sekolah datang ke acara ulang tahun Soya.


"Kak chandra akhirnya datang "


Soya langsung menghampiri Chandra dengan senyum mengembang dia sudah putus asa mengira chandra tak akan datang ke pestanya karna dia tak bisa di hubungi .


"Selamat ulang tahun "


Chandra memberikan kado itu pada Soya ,tapi Soya malah langsung menyeret lengannya untuk bergabung di depan meja kue ulang tahun bersama Mamih dan Papihnya .


"Hallo om tante "


"Chandra kenapa telat datangnya nak "


Chandra hanya senyum sambil menggaruk kepalanya dia sama sekali tak tau akan ada pesta .


"Wahh si soya hebat bahkan kedua orangtua nya kenal dengan Chandra apa benar gosip itu "


"Gosip mereka bertunangan ,wahh gilaa "


Dan setelah pesta itu satu sekolah heboh dengan berita Chandra yang datang ke pesta soya dan mereka bertunangan .


SEAN dan RENBI