Problematic Handsome

Problematic Handsome
45



Soya berdiri kaku air mata sudah membendung di pelupuk matanya ,garis yang selama ini dia yakini mungkin memang bukan untuknya ,berkali-kali tubuhnya ingin berpaling tapi hatinya masih terus di sana ,garis antara dirinya dan lelaki cuek itu sulit di lewati sudah sejauh ini dia jujur dan tulus mencintai nya berharap perasaan nya terbalas meski hanya sedikit ,Soya perlahan mundur berbalik pergi dari sana ,pemandangan yang di lihatnya sudah memberi semua jawaban yang dia pertanyakan selama ini .


Beberpa hari lalu Soya dan Jen mendapat tawaran menjadi bintang iklan sebuah peroduk perawatan wajah ,mereka sangat senang pasalnya produk itu sangat terkenal dan berkualitas mereka juga tak pernah sembarangan memilih model ,kesempatan berharga itu tak akan datang dua kali dan hari ini mereka datang ke sebuah studio untuk sesi pemotretan ,saat jam makan malam Soya di beri tahu Jen kalau dia melihat Chandra yang juga sedang pemotretan di sini , tentunya Soya sangat senang dia bisa makan bersama dengan nya ,setelah kesana kemari mencari Chandra akhirnya Soya bertemu dengan meneger nya dia memberi tahu Soya kalau Chandra sedang makan di kantin ,Soya langsung menyusul nya tapi saat tiba di sana dan melihat Chandra dia hanya bisa mematung melihanya dari kejauhan ,kenapa harus ada Wendy di sana .


"Soy loe kenapa ?"


Jen heran melihat Soya kembali ke ruang tunggu dengan menangis ,perasaan tadi dia melihat Soya sangat ceria begitu tau Chandra ada di gedung yang sama dengan mereka,tapi kenapa sekarang dia kembali dengan derai air mata.


"Gak ada gunanya aku ngejar-ngejar dia "


Ucap Soya sambil segukan di antara tangisnya.


"Maksud loe apa Soy ? "


"Chandra gak pernah cinta sama aku mungkin dia cuma kasian dengan ku Jen "


Soya duduk di depan meja rias menenggelamkan wajah di anatara kedua tangannya di atas meja ,seseorang masuk dia fotogtafer yang bekerja dengan mereka bermaksud memberitahukan bahwa pemotretan akan segera di mulai kembali tapi begitu melihat Soya menangis dia langsung panik dan menghampiri nya ,dia kaget melihat Soya yang sejak siang ceria menjadi seperti itu .


"Soy kamu kenapa ?"


Soya tak menjawab ,fotografer itu melirik Jen meminta jawaban pada nya .


"Biasa masalah Chandra ,kak juna tau kan "


dia juna mantan ketua osis yang dulu menyukai Soya kini dia menjadi fotografer propesional yang cukup terkenal ,dia selalu berusaha mendekati Soya membuatnya sebisa mungkin berpaling dari Chandra , bahkan berkat nya Soya yang tak berniat menjadi model bisa masuk agensi nya dan kini bekerja sama dengan nya ,mendengar Soya menangis karna Chandra dia berharap kali ini Soya sadar dan berhenti mengejarnya .


Hari yang sama Chandra dan Wendy sedang melakukan sesi penotretan untuk lagu mereka ,Wendy yang sama-sama merintis karir sebagai penyanyi kini terbilang sukses dengan lagu-lagunya yang sangat laku di pasaran ,suara indah dan wajah yang menawan menjadi kombinasi yang sempurna untuk nya dengan cepat di kenal masyarakat luas ,beberapa bulan lalu Chandra mengajaknya untuk berduet di salah satu lagu yang ada di album comeback nya kini ,Wendy yang masih berharap dan menyimpan perasaan padanya dengan senang hati menyambut tawaran itu .


Dan kini setelah dari pagi sibuk dengan persiapan peluncuran album itu mereka bisa istirahat dan makan bersama di kantin ,Wendy hanya memesan senwich dan jus ,sedangkan Chandra memesan nasi dan sup dia belum makan apa-apa dari siang .


"Apa sebaiknya kita ubah lirik yang bagian akhirnya tadi "


Tanya Wendi di sela-sela makan siang ,mereka masih membicarakan masalah perihal lagu itu ,sambil terus menguyah makanan mereka masing-masing.


" yang itu coba saja tulis ulang nanti gue lihat "


Jawab Chandra ,matanya terus memandang sudut bibir Wendy di sana ada sisa selada yang menempel ,tanpa maksud apapun dengan lembut Chandra mengusap sudut bibir Wendy dengan jempol nya ,membuat Wendy kaget dan diam seketika hampir saja dia salah paham.


Ahh ternyata itu ,kemudian Wendy tertawa di ikuti Chandra kejadian itu sangat konyol, Wendy sudah berpikir macam-macam dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat adegan itu, rasa cemburu yang besar membuat nya jadi salah paham dan menyimpulkan adegan itu sendiri membuat luka di hatinya .


Setelah dengan repleks memeluk Sean kini Bie malu sendiri ,dia hanya bisa diam dengan kikuk sementara itu Sean dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya terus memperhatikan gerak gerik Bie di depan nya ,Sean mengajak Bie ke sebuah restauran makanan cepat saji yang tak jauh dari gedung tempat pesta Mina ,dia ingin bicara banyak dengan Bie yang sudah lama di rindukan nya ,wajah merona Bie yang sangat ia rindukan tak pernah berubah ,senyum malu-malunya juga masih sama bahkan getaran di antara mereka berdua tak berkurang sedikitpun mereka masih sama saling mencintai .


"Bagai mana kabar mu Bie ?"


Akhirnya Sean memulai percakapan canggung itu ,Bie yang terus menunduk dengan ragu mengangkat kepalanya kemudian sekilas melirik Sean yang terus menatap nya.


"Baik kalau kaka ?"


"Aku tak pernah baik-baik saja setelah kamu meninggalkan ku ,"


Kini Bie benar-benar mengangkat kepalanya menatap laki-laki tampan di hadapan nya ,tatapan mereka beradu dan Bie tau Sean tak pernah berbohong tentang itu.


"Maaf "


Satu kata terucap dari mulut mungilnya dagunya bergetar berusaha menahan tangis yang ingin di pendam nya tapi gagal ,Bie menangis dengan kedua tangan menutupi wajah cantik nya Sean yang melihat itu langsung panik kemudian bangkit dan berlutut di depan kursi Bie.


"Kenapa kamu menangis ?,maafkan aku ,maaf Bie "


Sean meraih tangan Bie membuat dia menatapnya.


"Maafkan aku kak seharusnya aku tak menyakahkan kaka dan melampiaskan kebencian ku pada kaka yang tak tau apa-apa "


Sean menarik napas panjang Bie tak salah jika dia berada di posisi nya mungkin dia juga akan melakukan hal yang sama ,Sean berdiri kemudian memeluk Bie mengusap kepalanya lembut.


"Kamu gak salah ,dan sepertinya sudah tak ada masalah lagi di antara kita sebaiknya kita lupakan kejadian itu "


Bie melepas pelukan Sean menengadah melihat wajahnya ,apa Sean sudah tak mencintainya lagi kenapa dia memintanya untuk melupakan semua kejadian itu apa dia sudah punya pacar ,Bie sadar empat tahun bukan waktu yang singkat biasa saja Sean sudah melupakan nya dan memiliki wanita yang benar-benar di cintai nya .


"Maukah kamu menjadi princes ku lagi renbie nabila ?"


Sesaat Bie hanya diam dia butuh waktu memproses perkataan Sean barusan sampai akhirnya dia mengangguk dengan semangat , setelah itu mereka banyak bercerita tentang kehidupan yang di jalani selama empat tahun ini Bie bercerita bagai mana dia bisa bicara lagi ,mungkin sekitar dua tahun lalu dia melakukan oprasi di Jepang dan memiliki suaranya kembali, dia juga bercerita tantang pekerjaan yang sedang di lakukannya bersama Chandra sahabat Sean ,Sean hanya mendengarkan semua celotehan Bie, ini bagai mimpi baginya bisa bersama kembali dengan wanita yang di cintainya adalah suatu keajaiban .