
Mungkin sudah seratus kali Kai mondar mandir di depan komputer nya ,hari ini pengumuan pemenang kontes komik yang di ikutinya,jujur saja Kai sangat gugup dan tak percaya diri dia merasa komik nya jauh dari kata sempurna terlebih lagi ini lomba pertama yang di ikuti nya ,Kai tak berharap lebih tapi tetap saja dia tak berani membuka email yang sudah masuk dua jam lalu dari pihak penyelenggara kontes itu, kai menarik napas panjang kemudian duduk perlahan di kursi depan komputer nya dia mengepalkan kedua tangan nya kemudian berdoa.
"Tuhan aku mohon kuatkan lah hati hambamu ini dalam menerima kekalahan "
Kai meletakan jarinya di atas keyboard kemudian mulai mengetik tangan kanan nya menggenggam mouse dengan satu klik email itu terbuka ,matanya perlahan melihat setiap hurup yang ada dalam email itu dengan teliti ,Kai tampak tegang kemudian menyenderkan badannya pada kursi mengusap wajahnya kasar mulai membaca nya lagi dia seolah tak percaya dengan isi email yang di bacanya .
"O M G"
kai berdiri mengepalkan tangan nya ,dia tak menyangka komik nya yang punya cerita sederhana berjudul PERIA TAMPAN itu bisa menjadi juara pertama kontes padahal saingan nya ratusan orang ,ini pertama kali dalam hidupnya Kai merasa menjadi manusia berguna dia sangat bahagia dan orang yang pertama di ingatnya saat itu adalah Gisela orang yang menuntun nya hingga bisa seperti ini ,Kai mengambil ponselnya di atas kasur kemudian menelpon Gisela .
"Kenapa gak di angkat "
Dia mencoba lagi tapi tetap tak di angkat ,mungkin dia sedang sibuk pikir Kai .
"Atau gue samperin aja ke asrama nya "
Kai mengambil jaket dan kunci mobilnya kemudian keluar dari dalam kamar ,tapi langkahnya terhenti begitu melihat Mamak ,Bapak dan kakanya yang sedang berdiskusi di ruang keluarga sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang penting ,tumben juga Kian ada di rumah .
"Mau ke mana Kai "
Mamak yang melihat kai berjalan ke arah luar rumah.
"Kai ada urusan "
"Sebaiknya batalkan rencana mu keluar ,malam ini kita ada acara penting kamu harus ikut "
Acara penting kenapa hanya Kai yang tak tau ,perasaan nya tak enak.
"Bentaran doang "
Kai memaksa pergi ,toh dia cuma pergi sebentar dia ingin memberitahu Gisela kabar gembira ini ,tak butuh waktu lama Kai sudah sampai di depan asrama nya dia turun dari mobil di lihatnya beberpa penghuni asrama yang sedang main bulu tangkis di halaman depan, begitu melihat Kai mereka langsung berhenti dan memandangi nya ,jarang ada cowok keren ber mobil yang datang ke sana ,melihat Kai celingukan beberapa dari mereka menghampiri Kai .
"Mau nyari siapa ?"
Tanya salah satu mahasisiwi yang mendekati Kai .
"Gisela ,apa kalian melihat nya "
"Ohh Gisel ,dia sudah tak tinggal di asrama lagi kemarin keluarganya datang membawa barang-barang nya "
Kenapa gisela tak memberitahu nya.
"kalian tau rumah nya "
Kemana Kai harus mencarinya bahkan pesan nya saja tak di balas ,Kai kembali masuk mobil memutuskan untuk kembali ke rumah sebelum Mamak nya murka dan ngomel panjang lebar .
Sean membukakan pintu mobil untuk Bie kemudian menggandengnya mereka berjalan beriringan masuk ke dalam restauran mewah sejujurnya Bie sangat gugup malam itu dia sampai tak sadar meremas lengan Sean membuat dia sedikit mengernyit menahan pedih ,sesampai nya di dalam Sean menarik kursi kemudian Bie duduk di sana dia selalu manis membuat Bie selalu merasa menjadi seorang putri ketika bersama nya ,Sean pun duduk di kursi sampingnya tapi Papihnya belum kelihatan sepertinya telat datang ,Sean langsung mengambil ponsel nya kemudian menelpon nya .
"Papih di mana ,? sean udah di dalam sama Bie "
Dan benar Papih akan telat datang dan meminta mereka untuk makan duluan ,Sean menurut kemudian memesan makanan untuk mereka berdua .
"Bie maaf ya Papih telat katanya masih meeting "
Bie mengangguk sebenarnya dia sedikit lega dia takut salah ketika mereka makan bersama dia tak biasa makan di restauran mewah ,tak lama kemudian makanan datang Sean mulai memotong-motong daging steak nya ,dia tak bermaksud memakan nya setelah selesai membuat nya menjadi potongan-potongan kecil dia menukar piring nya dengan punya Bke ,dia ingin Bie makan dengan nyaman .
"Makan yang banyak "
Sean tersenyum manis ,Bie benar-benar merasa di perlakukan bagai putri oleh Sean dia sangat baik dan manis ,Bie mulai memakan makanan nya begitu pula Sean sesekali Sean membuat lelucon yang membuat bie terkekeh ,sayangnya Sean harus pulang besok Bie berharap Sean tetap di sini tapi dia tak bisa egois Sean juga harus mengejar cita-cita nya ,makanan mereka sudah hampir habis tapi Papih Sean belum datang juga sepertinya dia tak jadi datang, Sean mencoba menelpon nya lagi tapi tak di angkat malam juga semakin larut Bie tak bisa pulang lewat jam sepuluh malam bisa-bisa dia kena skors penjaga asrama .
"Bie sepertinya Papih batal datang maaf ya "
Bie menggeleng dia mengerti Papih sean pasti sangat sibuk ,Sean bermaksud mengantar Bie pulang hampir saja mereka masuk mobil ketika Papih Sean baru sampai dan mengelakson mereka ,Sean dan Bie tak jadi pulang setidaknya Bie harus menyapa papih sean dan sekalian berpamitan ,Papih Sean keluar dari dalam mobil dan berjalan mendekati mereka ,tapi tatapan Bie menjadi berubah dia sepertinya sangat kaget melihat Papih Sean .
"Maaf anak-anak tadi meeting nya lama "
"Iya nih pih Bie udah mau pulang kalo telat nanti dia bisa di hukum "
"Yahh padahal Papih ingin mengobrol banyak dengan Bie "
Bie menunduk memberi salam pada Papih nya Sean malam itu mereka mengobrol di tempat parkir yang lampunya lumayan redup, Papih Sean tak begitu jelas melihat karna paktor usia dia menjadi sedikit rabun ,berbeda dengan Bie dia bisa dengan jelas melihat Papih yang sebenarnya sudah di kenalnya .
Kenapa harus dia orang nya kenapa sean yang sangat baik bisa menjadi anaknya .
Kai sudah kembali ke rumah nya mencoba menghibungi ponsel Gisela kembali tapi hasilnya tetap sama ,begitu masuk ke dalam rumah Mamak ,Bapak ,dan Kian sudah memakai setelan seperti mau ke ondangan Kai heran mereka mau pergi ke mana .
"Cepat Kai mandi dan ganti bajumu Mamak sudah siapkan di atas kasur baju nya kita berangkat dari sore agar gak kemaleman "
Kai tambah heran.
"Kita mau kemana sih ?"
"Cepat Kai "
Kai menurut saja dan langsung bersiap-siap ,Kian hanya duduk di sopa dia tampaknya sedang melamun seperti yang sedang banyak pikiran .