Problematic Handsome

Problematic Handsome
50



Entah keajaiban apa yang terjadi pada Kai sejak pagi dia sudah sibuk membereskan apartemen mereka ,meskipun tak serapih Chandra tapi ini sudah suatu kemajuan bagi Kai ,sekarang dia sedang mencuci piring di dapur ,dengan hati-hati dia lumuri setiap piring dan gelas dengan sabun ,tangan nya sudah normal kembali kemarin dia sudah chek up ke rumah sakit untuk yang terakhir kalinya meskipun bukan Gisela yang memeriksanya kata suster Erika yang sudah akrab dengan nya, Gisela sedang kunjungan kerja ke Rumah sakit cabang yang berada di luar kota ,mungkin sudah seminggu dia di sana ,Kai menoleh begitu mendengar suara pintu terbuka dan itu Chandra dia baru pulang seperti biasa ,padahal albumnya sudah tiga hari lalu di rilis dan itu cukup sukses di pasaran tapi kenapa dia masih pulang pagi seperti ini Kai mulai khawatir takut sahabat nya itu drop dan sakit .


"Elo lagi ngapain ?"


Chandra sangat aneh melihat Kai yang memakai celemek dan kaos tangan karet .


"Gue habis bersih-bersih terus cuci piring gak liat ?"


Chandra membulatkan matanya, benar apartemen mereka sudah lumayan bersih di banding saat dia tinggal pergi semalam .


"Elo gak kerasukan jin kan Kai ? "


Ada angin apa Kai punya inisiatif untuk bersih-bersih ,biarpun apartemen sudah seperti kapal pecah biasanya dia tak pernah punya keinginan menggunakan tangan nya itu untuk kebersihan .


"Harusnya gue yang bilang gitu ,elo ada masalah apa sih Chan ?,seminggu terakhir ini loe kaya anak gadis lagi PMS tau serem ,"


Akhir-akhir ini chandra sering marah-marah tak jelas pada Kai ,dia sudah seperti ibu tirinya sekarang ,dan alasan Kai bersih-bersih rumah adalah dia tak mau Chandra murka pas pulang nanti ,Chandra tipe orang yang tertutup dia jarang mengumbar masalahnya pada orang bahkan Kai dan Sean .


Chandra menaruh tasnya di lantai ,kemudian membaringkan tubuhnya di sofa panjang mereka .


"Emang gue gitu ?,perasaan biasa aja mungkin lagi cape aja "


Kai membilas piring terakhir di tangan nya kemudian menaruhnya di rak ,membuka kaos tangan karet yang dia kenakan dan berjalan ke arah Chandra duduk di sofa depan Chandra .


"Pasti masalah soya kan ,gue tau dari Jen "


Mendengar kata Soya Chandra yang sedang mencoba memejkan matanya langsung bangkit dan duduk .


"Tuh bener kan "


"Jangan sebut-sebut dia lagi gue sebel dengernya "


"Sebel apa rindu ? "


Canda kai yang langsung mendapat sorotan tajam dan timpukan bantal dari Chandra .


"Bener nih gak mau denger padahal gue punya info penting dari Jen "


"Soya sakit udah dua hari ini dia di rawat di Rumah sakit "


"Apa ? "


Tuh benar kan dugaan Kai ,ingin rasanya dia tonjok muka sok tak peduli Chandra ,dia harus membuang gengsi nya ,Kai tak mau Chandra kehilangan Soya ,dia satu-satu nya gadis yang bisa membuat Chandra seperti ini .


"Katanya gak mau denger "


Goda Kai ,dia gak ada takut-takut nya sama Chandra yang sudah mulai emosi .


"Ini gak lucu kai "


Kai mulai menceritakan semua yang di dengarnya dari Jen ,mulai dari kejadian Soya yang melihat Chandra dan Wendy di kantin sampai kini Soya sakit ,dia juga menasehati Chandra agar lebih jujur pada dirinya sendiri membuang gengsi yang sebenar nya tak perlu itu ,jika memang dia menyukai Soya tunjukan lah jangan gengsi dan pura-pura tak peduli ,Kai takut Chandra akan menyesal suatu saat nanti karna tak jujur dengan perasaan nya dan membiarkan Soya pergi .


"Soya selama ini sudah setia di samping loe Chan meskipun setatus kalian gak jelas ,dia udah sabar banget dan bisa nerima sikap loe yang kaya juragan kontrakan medit yang gak ada manis-manis nya , gue tau loe juga suka sama dia kan ,please Chan jangan sakiti cewek sebaik Soya dia selalu di samping loe saat loe susah, dia nerima semua kekurangan loe ,kalo gue jadi Soya udah dari dulu gue tingalin loe males banget gue mah "


Chandra masih mencerna semua penjelasan dan nasihat Kai dalam otaknya kata-kata yang di pakai Kai akan sangat sulit di pahami oleh orang lain ,dia tak pandai memberi nasehat pada orang ,tapi berkatnya Chandra kini sadar kenapa Soya mulai menjauh darinya dia pikir setatus mereka sudah tak perlu di bicarakan , dia pikir Soya mengerti bahwa Chandra juga menyukainya ,mungkin memang kini dia harus mengatakan nya dengan jelas dan mulai jujur dengan perasaan nya .


"Jangan sampai loe nyesel Chan"


Chandra langsung bangkit memakai jaket nya lagi dan langsung pergi dari apartemen nya ,dia akan menengok Soya di rumah sakit tak seharusnya dia marah malam itu dia terlalu cemburu melihat Soya dengan Juna ,mungkin Soya juga merasakan hal yang sama saat melihatnya terus dekat dengan Wendy,meskipun dia tak pernah punya perasaan pada Wendy dia menganggap wendy seperti Kai dan Sean tak lebih dari sahabat ,tapi mungkin yang di lihat Soya tak begitu dia sudah terlalu jahat pada Soya ,apakah Soya bisa menerimanya lagi .


Kai menghembuskan nafas beratnya dia sudah lega sekarang mudah-mudahan Chandra bisa menyelesaikan masalahnya dengan Soya ,kini dia harus berangkat kerja dia berjalan ke kamarnya mengambil handuk dia hendak mandi tapi ponselnya tiba-tiba berbunyi seseorang menelponnya dan itu Mamak ,sudah beberpa bulan ini Kai tak pulang dan menengok orangtuanya bahkan Kai tak memberitahu Mamak nya saat dia sakit .


"Hallo mak ,hahh iya Kai mau kerja ,iya nanti Kai usahakan ,iya iya akhhh "


Mamak menyuruhnya pulang ,Kai sebenarnya malas apalagi Mamak bilang kian juga akan pulang, Kai selalu menghindari kakanya setelah dia merebut Gisela dulu , hubungan mereka tak pernah baik setelah itu apalagi saat tempo hari suster Erika yang tau kenapa Gisela dan kakanya bercerai menceritakan semua yang terjadi pada pernikahan mereka , ketidak sukaan Kai berubah menjadi benci dia tak menyangka kaka yang di lihatnya sempurna itu bisa sejahat itu pada Gisela ,seharusnya dulu dia tak mengalah seharusnya dulu dia nekat saja mbawa lari Gisela .


"Dkter Gisela sampai pernah nginep di sini karna mantan suaminya kasar ,bahkan muka Dokter sampai lebam-lebam mungkin dia di pukuli mantan suami nya ,saya kasihan sama dia padahal suami nya yang selingkuh ,kamu jangan cerita ke Dokter Gisela saya ngomong begini ya ,saya percaya kamu bisa bahagiain Dokter "


suster Erika tak tau bahwa mantan suami Dokter nya itu adalah kaka nya Kai ,saat mendengar itu Kai langsung mengepalkan tangan nya ingin rasanya dia menghajar habis-habisan Kian .


"kian berengsek ,gue gak akan ngalah sekarang "