Problematic Handsome

Problematic Handsome
14



Dalam mobil Jun mencuri pandang melirik Soya yang senyum-senyum sendiri sambil menatap ponselnya ,dia masih belum percaya seorang Chandra cowok populer kaya dan jutek adalah tunangan gadis cerewet di sampingnya bagai mana bisa ?, sementara itu Soya terus melihat hasil jepretan kamera ponsel nya foto-foto Chandra yang menurutnya seksi banyak di ponsel nya senyumnya otomatis merekah begitu melihat foto itu ,dia sangat menyukai Chandra .


"Kamu liat apa Soy senyum-senyum begitu "


"Ahh ini foto kak chandra ,hasil foto ku tadi ,"


Jun menghembuskan napas kasar sepertinya Soya sangat menyukai Chandra .


"Kamu benar tunangan sama dia "


"Ikhhh ko semua orang di sekolah nganggep aku bohong soal itu ,aku memang udah tunangan sama kak Chan orang tua kami yang menjodohkan kita "


Akibat kekepoan Jun dia menjadi semakin penasaran dan ingin tau hubungan mereka seperti apa .


"Kamu suka sama dia "


"Tentu saja ,meskipun kak Chan jutek galak sebenarnya dia baik kok "


"Teruss dia suka sama kamu ? "


"Enggak "


JLEBBB!!! entah kenapa Jun malah kasian dengan Soya seharusnya dia bahagia karna kesempatannya masih terbuka lebar tapi melihat Soya senyum dan mengatakan Chandra tak menyukai nya membuat dia tampak miris .


"Tapi aku gak peduli aku suka kak Chandra karna diriku sendiri hatiku yang ingin begitu ,bukan untuk mendapat balasan darinya "


"Wow "


Tapi kemudian Jun sadar Soya gadis yang luar biasa cinta nya sangat tulus gadis mana yang akan bertahan dengan cowo yang tak menyukai nya terlebih itu Chandra .


Dalam bus situasi antara Kai dan Gisela entah kenapa sangat canggung, sejak 10 menit yang lalu Kai tertidur dan bersandar pada bahu Gisela membuat jantung nya tak berhenti berdebar, entah sejak kapan perasaan muncul di hati Gisela melihat wajah polos Kai tertidur di samping nya membuat kesan berbeda di mata nya .


"Kai kai bangun "


Kai menggeliat dan menguap lebar mengucek-ngucek matanya kemudian menyipit melihat Gisela di sampingnya .


"Ahhhh maaf kak aku ketiduran pasti berat ya "


"Ahhh enggak "


Gisela memalingkan wajahnya dia tak mau Kai tau bahwa pipinya sangat merah sekarang .


"Ahh bentar lagi aku turun ,eh kak besok kaka ada ngajar di mana habis pulang kuliah "


Jadwal Gisela mengajar Kai adalah tiga kali dalam seminggu dan besok jadwal nya libur.


"Enggak ada "


"Jalan yuk "


"Apa "


Gisela langsung melotot menatap Kai , wajah merahnya semakin merah ,membuat Kai kaget dan langsung menyentuh pipi Gisela dengan kedua tangan nya .


"Kaka sakit wajah kak merah sekali ? "


Kai menekan wajah gisela membuat nya tampak lucu .


"Enggak ikhh apa sih "


"Beneran gak sakit "


Kai menempelkan punggung tangan nya pada dahi Gisela memeriksa suhu tubuh nya dan itu tidak panas ,Gisela yang semakin canggung langsung menepis tangan Kai .


"Saya gak sakit Kai ,udah sana siap-siap sebentar lagi kamu nyampe "


"Besok gimana ?"


"Apanya ? "


"Jalan ?"


"Iya ok "


Kai tersenyum lebar kemudian berdiri dan keluar dari dalam bus ,Gisela melihat Kai masih berdiri di pinggir jalan dan melihat nya dari kaca jendela bus ,senyum Kai yang manis masih terukir di wajah nya membuat Gisela tanpa sadar juga tersenyum .


Chandra melempar tasnya ke bawah meja di pinggir tempat tidur ,memasukan gitarnya ke dalam lemari kemudian menjatuhkan tubuhnya di kasur dia sangat lelah tapi ini lelah yang baik ,mungkin itu adalah penampilan nya yang terakhir kalinya setelah ini dia harus siap-siap dengan unjian dan masuk ke universitas pilihan ayahnya ,tapi kemudian dia ingat sesewatu dia bangun kemudian mengambil kembali tas nya mengambil selembar brosur itu ,brosur tentang beasiswa yang pernah di bahas nya dengan Wendy sebenar nya dia ingin masuk ke universitas itu tapi dia tau ayah nya akan menetangnya .


"Tok tok tok ,Chandra cepat keluar kamu "


Ada apa kenapa Ayah mengetuk pintu kamar nya dan nada suaranya tampak sangat marah ,Chandra cepat-cepat memasukan kembali brosur itu dalam tas kemudian membuka pintu kamarnya ,Ayahnya langsung masuk dan langsung menggeledah kamarnya dia menemukan gitar Chandra dan mengambilnya .


"Ayah ada apa ?"


"Ada apa katamu coba lihat ini "


Ayahnya memberikan ponsel adiknya yang di dalamnya sedang memutar video dirinya tadi di sekolah pantas saja Ayahnya marah besar .


"Sudah Ayah katakan jangan melakukan hal yang tak berguna mau jadi apa kamu "


Chandra terdiam dia dalam masalah besar ,di balik pintu kamarnya ada dua adiknya yang menempelkan kedua telapak tangan mereka meminta maaf ,Chandra tau pasti Ayah nya memergoki mereka ketika melihat video itu .


Ayahnya keluar dengan membawa gitar itu ,Chandra mengikuti nya dari belakang Ayah nya turun dan pergi ke taman belakang rumah membantingkan gitar itu pada batu taman hingga rusak berkeping-keping .


"Ayah keterlaluan aku hanya suka musik apa salahnya dengan itu ,selama ini aku selalu menuruti mau Ayah apapun aku lakukan terus apa ini ,Ayah menghancurkan gitar kesayangan ku lagi"


"Diam kau Chandra jika kau ingin hidup di keluarga Wijaya kau harus tau aturan keluarga ini "


Ibunya yang melihat keributan itu segera melerai mereka berdua .


"Sudah-sudah Chan sana kamu ke kamar "


"Ini semua gara-gara ibu yang terlalu memanjakannya "


"kenapa Ayah menyakahkan Ibu ,Ayah yang egois aku benci ayah "


Masalhnya semakin runyam Chandra langsung pergi kekamarnya mengambil jaket dan tas nya kemudian pergi dengan mobilnya dia akan ke rumah Kai menginap di sana ,dia sudah sangat lelah dengan hidup nya dia merasa tak pernah di hargai di rumah nya sendiri dia merasa bukan manusia tapi boneka milik Ayahnya yang harus selalu mengikuti mau nya .


Malam itu Kai sedang menikmati waktu nya dengan damai melukis wajah tutor cantiknya di selembar kertas sambil bersenandung ,sepertinya perasaan yang sepesial sudah muncul di hati nya dia selalu bahagia tiap bersama tutornya dia tak perlu berpura-pura dan bisa menjadi dirinya sendiri ,tapi tiba-tiba pintu kamarnya terbuka seseorang masuk tanpa permisi dan langsung menjatuhkan dirinya di tempat tidur Kai, tepat di sebelahnya .


"Ada apa loe tumben-tumbenan ke rumah gue Chan ? "


"Jangan tanya gue ,mau nginep di sini selamanya ,Mamak tak keberatan ngangkat gue jadi anaknya katanya gue lebih ganteng dari loe "


"Sialan loe "


Chandra menengelamkan wajahnya di bantal , kai tau pasti sedang ada masalah di rumahnya dia tak akan bertanya dia tau betul Chandra bagai mana .