Problematic Handsome

Problematic Handsome
27



Soya tampak celingukan duduk di tempat tidur Chandra, kamar nya selalu rapih dan bersih wangi Chandra menyeruak seisi kamar sangat berbeda dengan kamar nya yang penuh dengan boneka terkesan berantakan ,soya berdiri melihat koleksi komik di rak buku ,jarinya menyentuh setiap punggung buku yang bertulis judul nya sesaat kemudian jarinya berhenti di sebuah buku hitam dengan judul memory ,seperti nya itu bukan komik dan benar saja itu sebuah album foto ,soya mengambil nya kemudian duduk di depan meja belajar membuka album itu perlahan ,foto -foto Chandra terdapat di sana dari mulai bayi ,balita ,sampai anak-anak bahkan Chandra sudah sangat tampan ketika kecil pipi chuby nya sangat menggemaskan ,dia kemudian tertawa melihat foto Chandra yang sedang duduk di kloset kamar mandi tanpa celana .


"Ahhhhhhh lucu banget sih hihi "


soya mulai bosan ibu Chandra barusan datang mengantarkan cemilan dan minuman sekalian memberitahunya akan pergi keluar bersama ayah dan kedua adik Chandra, Soya memilih diam di sana menunggu Chandra karna sudah susah payah membuat Cookis kemarin dia ingin memberikan nya sendiri pada Chandra ,hari sudah mulai sore soya mulai mengantuk .


Pintu kamar di buka seseorang ,dia kemudian meletakan tas nya di samping meja belajar, hari ini benar-benar melelahkan buatnya dia lantas masuk kamar mandi kemudian membersihkan tubuhnya yang penuh keringat, mungkin dia belum sadar ada Soya di sana tubuh mungil Soya di balut selimut ,tak lama kemudian dia keluar dengan handuk yang membalut tubuh bagian bawahnya dan handuk lainnya di kepala untuk mengeringkan rambutnya ,Soya mulai terusik dengan suara pintu kamar mandi dia membuka selimut yang menutupi kepalanya .


"Wakkkhhhhhhhh !!!"


Pemilik kamar yang tak lain Chandra langsung teriak kaget melihat seseorang muncuk dari balik selimut di kasurnya dia tak mengira ada orang di kamarnya.


"Hay kak udah pulang "


Soya dengan santai mengucek matanya .


"Loe ngapain di kamar gue "


Soya tersenyum chandra sangat seksi saat itu, otak ngeres nya mulai berjalan perut berotot Chandra yang masih basah dan dada bidang nya yang membuat siapa saja wanita lupa diri ,Chandra yang melihat tatapan aneh Soya langsung menutup nya dengan handuk yang ada di kepala .


"Sana keluar gue mau pake baju "


"Hmmm iya "


Soya bangkit dan album foto itu jatuh ke lantai dia tidur sambil memeluk album itu ,Chandra langsung melotot foto-foto aib nya waktu kecil ada di sana Soya malah cengengesan kemudian dengan cepat mengambil album itu.


"Elo ??"


Chandra menunjuk soya.


"Sini berikan album itu "


"Biar aku taruh sendiri ,ngomong-ngomong kaka lucu banget apalagi yang waktu sedang di toilet "


Chandra langsung mendekat dan dengan paksa mengambil album itu hingga tanpa sengaja mendorong tubuh Soya, dan konyol nya lagi Soya yang terkejut perpegangan pada handuk yang di pakai Chandra membuat handuk itu melorot mereka jatuh di atas kasur, dengan posisi Chandra di atas Soya tak memakai apa-apa ,wajah Soya langsung merah padam jantung nya sudah tak karuan lagi ,Chandra tepat di atasnya mukanya hanya beberapa centi di depan nya wangi shampo nya saja tercium.


"Tutup mata loe "


"Kaka mau apa "


"Gue mau bangun loe mau liat gue telanjang "


Soya langsung menutup wajah merah nya dengan kedua tangan ,Chandra langsung bangkit dan memakai handuknya lagi ,Soya perlahan bangkit kemudian dengan langkah seribu lari dari kamar nya .


"Kemarin saat mamih tampil di paris ,mamih kaget melihat Renbie tampil dia bergabung bersama orkesta dari sekolah seni terkenal di sana "


Sean yang tadinya jutek dan acuh tak acuh langsung berbalik menatap Mamihnya ,dia sangat rindu Bie semenjak pergi ke sana dia sulit di hubungi sekarang dia tau Bie benar-benar belajar dengan baik hingga bisa bergabung dengan orkesta terbaik di sana ,Mamihnya tak menjelek-jelekan lagi Bie bahkan kini dia memujinya ,di sana dengan sopan Bie menyapa duluan mamih sean meskipun sudah di perlakukan jahat oleh Mamihnya dia masih tetap baik dan sopan mamih nya sampai menangis menceritakan itu ,ternyata Mamih benar-benar sadar dan mau menerima Bie sekarang .


"Ini surat Bie menitipkan nya sebelum Mamih pulang "


Sean langsung mengambil surat itu dan pergi ke kamarnya .


Hai sean apa kabar di sana ,maaf akhir-akhir ini aku jarang memegang ponsel dan saat melihat Mamih ada di sini aku langsung menulis ini ,aku merindukan mu ,apa di sana kamu juga merindukan ku ? aku punya banyak teman sekarang mereka memerlakukan ku dengan baik di sini ,aku satu kamar dengan Joy dia satu kota dengan kita dan juga sangat baik ,aku selalu memikirkan mu terlepas betapa sibuknya aku di sini ,jangan marah pada Mamih jadi anak yang baik ya aku menyayangi mu I LOVE YOU.


Itu isi surat singkat yang di tulis Bie dengan buru-buru dia juga merindukan Bie sangat ,tapi mengetahui disana Bie baik-baik saja membuat hatinya tenang setidak nya di sana dia punya banyak teman ,sesorang masuk kamar Sean kemudian duduk di sofa depan tempat tidurnya .


"Papih besok mau ke paris mungkin seminggu kamu mau ikut ? "


Sean langsung mengangguk tentu saja dia mau dia ingin bertemu dengan Bie ,Sean langsung membuka lemari pakaian nya dia harus siap-siap ,Papih yang sudah mendengar kisah Bie dari Mamih dan Oma nya Sean sangat tau dan mengerti anak yang sangat di manjakan nya dan manja itu kini sudah dewasa dan mencintai seseorang .


Soya meletakan dagunya di meja bar dapur Chandra, melihat lelaki yang sangat di cintainya itu sedang memasak ,setelah Chandra berpakaian dia langsung menghampiri Soya yang duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi ,melihat rumahnya sangat sepi dia aneh sendiri kemana semua orang pergi .


"Om tante Elsa dan Ana sedang pergi keluar katanya mereka pulang agak malaman ,"


"Ohh pantesan terus loe ngapain di sini dan tidur di kamar gue "


Soya tersenyum kemudian memberikan bungkusan cookis itu ,Chandra dengan ragu-ragu membuka bungkusan itu dan aneh melihat makanan di dalam nya .


"Aku membuatnya sendiri loh serius ,setelah ujian pasti kaka butuh yang manis karna kekurangan energi "


Chandra mengambil satu buah kemudian menggigitnya dan itu sangat keras apa Soya memasukan pasir pada adonan nya ,bisa- bisa giginya patah memakan cookis buatan nya.


"Gimana enak kan "


"Elo belum coba ,coba sendiri "


Chandra memberikan cookis bekas nya pada Soya kemdian dia menggigitnya seperti Chandra, ekspreai muka nya langsung berubah aneh kemudian sedih pasti Chandra akan kecewa padanya yang tak pandai memasak, cookis itu benar-benar mengerikan


"Agak keras sih tapi lumayan untuk pemula ,"


Soya tersenyum ternyata dia tak mengejek cookis buatannya .


"Kak aku lapar dari siang belum makan "


Chandra yang mendengar itu mendengus kemudian pergi ke dapur dia kasian juga melihat Soya yang memelas seperi itu .