Problematic Handsome

Problematic Handsome
39



Gerimis yang terus turun dari pagi kini berubah menjadi hujan deras berpetir ,ini sudah waktunya pulang tapi karna hujan Gisela hanya diam di ruangan nya melihat keluar jendela yang berembun ,dia menghembuskan nafas berat nya hidup nya tak pernah benar-benar bahagia setelah menikah dengan Kian semuanya malah menjadi semakin sulit dia jalani ,pernikahan yang tak di dasari dengan cinta akhirnya harus berakhir di meja hijau pengadilan mereka sama-sama kaku dan dingin sangat sulit di satuka sudah satu tahun dia bercerai seharus nya dulu dia berontak saja toh akhirnya hancur juga ,ingatan nya kembali pada Kai lelaki konyol dan menyebalkan itu selalu hilir mudik di jalan hidup nya memberi taburan manis di kehambaran hidup nya yang membosankan .


"tok tok tok "


Seseorang mengetuk pintu ruangan nya ,kemudian dia masuk


"Ada apa sus "


Dia suster Erika


"Dokter Roy sepertinya akan telat datang ,katanya dia kejebak macet masih jauh dari RS,bisakah dokter memeriksa pasien ini dia sudah menunggu lama kasian ?"


Sebenarnya jadwal peraktek nya sudah habis setengah jam lalu tapi dokter pengganti nya belum datang ,sembari menunggu hujan reda apa salahnya memeriksa satu pasien lagi ,Gisela berhasil menjadi dokter spesialis saraf di salah satu rumah sakit besar di kota ini sudah dua tahun dia bekerja dan menjadi Dokter yang berbakat.


"Baiklah suruh masuk sus "


Gisela memakai kembali jas putih nya ,pasien itu masuk kemudian duduk di kursi depan meja nya ,Gisela berbalik dan betapa terjejutnya dia melihat kai di sana .


"Kai "


Kai yang sudah seminggu ini mengeluh sakit akhirnya pergi ke dokter di antar Sean yang sedang libur kerja ,sebenarnya sudah satu bulan ini tangan nya sering kebas dan nyeri tapi dia tak pernah memperdulikan nya karna pekerjaan menumpuk yang tak bisa di tinggalkan ,tapi pagi tadi tangan nya mati rasa dan tak bisa di gerakan bahkan ketika hendak minum gelas yang di pegang nya pecah ,dia langsung menghubungi ke dua sahabat nya tapi yang bisa mengantar cuma Sean karna Chandra sedang ada acara di luar kota ,dan begitu masuk ruang dokter dia kaget mengetahui Gisela yang akan memeriksanya .


"Kak Gisel "


Sudah empat tahun setelah mereka putus tapi debaran di hati Kaisar tak pernah hilang ketika di dekat nya ,terakhir bertemu tiga tahun lalu saat dia menikah dengan kaka nya ,setelah itu Kai meninggalkan rumah dan menyewa apartemen bersama Chandra ,kemudian sibuk dengan pekerjaan nya ,dia juga tau satu tahun lalu Gisela dan Kian bercerai hal itu membuat lubang besar di keluarga nya hubungan nya dengan Kian belum baik selama empat tahun ini .


"Kamu sakit apa ,apa keluhan nya ?"


Hal yang terus di hindarinya malah datang di depan matanya Kaisar tak bisa kabur ,dan akhirnya di periksa oleh Gisela tapi dia sedikit bersyukur setidaknya dia baik-baik saja, karna dia mendengar keluarganya kini bahkan tak menganggap nya mungkin bercerai menjadi aib bagi mereka


Setelah di periksa kini Gisela sedang menulis resep obat ,dia cukup pofesional .


"Apa pekerjaan mu sulit Kai ,kenapa sampai begini sebaiknya kamu istirahat selama dua minggu jangan gunakan tangan mu untuk menggambar dulu ,"


"Apakah separah itu ,pekerjaan ku sangat banyak aku tak bisa selama itu diam "


"Jika terus di paksakan bisa lebih membahayakan ,dua hari lagi kamu datang kesini aku mau lihat perubahan nya "


Kai mengangguk rasanya aneh dia merasa bertemu dengan tutor galaknya lagi setelah empat tahun ,tanpa sadar dia tertawa .


"Kenapa ?"


Tanya gisela aneh


"Gak nyangka aja ,takdir tuhan memang seaneh ini ,makasih ya "


Gisela tersenyum dia malah miris dengan takdir hidup nya ,melihat Kai tertawa, begitu memalukan nya ini .


"Kaka baik-baik saja kan ?"


Aku belum baik-baik saja Kai ,hati ku masih menginginkan mu tapi itu sudah tak mungkin .


"Baik "


Setelah Kai pergi ,Gjsela terus memegangi dadanya yang sakit bukan karna dia punya penyakit, luka di hatinya masih menganga dan menyakitkan apalagi setelah bertemu lagi dengan Kai ,seharusnya dulu dia tak memilih jalan itu .


Setelah mengantar Kai pulang dan melihat nya makan dan minum obat Sean langsung pergi ,sebenarnya ini hari libur nya tapi entah kenapa meneger di hotel nya menelpon dan menyuruh nya datang katanya ada keadaan mendesak ,dia kesal bukan main apa lembur setiap hari tak cukup kenapa hari libur nya di ganggu dia benar-benar ingin bersantai .


"Awass saja jika masalah sepele ,gue pecat tuh orang "


Gerutu nya ketika mobil berhenti karna lampu merah ,hujan belum berhenti sekarang gerimis rapat turun langit sudah mulai gelap sebentar lagi malam ,tiba-tiba pandangan nya fokus melihat seorang wanita penyebrang jalan di depan nya dia menenteng tas yang berisi gitar ,wajah cantik nya masih jelas Sean kenali


"Bie "


Apa dia tak salah lihat ,setau dia Bie sekarang tinggal di paris apa dia cuma berhalusinasi ,wanita itu kemudian hilang di keramaian jalan Sean hampir saja keluar dari mobil untuk mengejar nya jika saja lampu tak berubah warna menjadi hijau .


Sejak hubungan mereka berakhir Sean menjadi masa bodo dengan hubungan percintaan dia tak tertarik untuk pacaran lagi ,memang beberpa kali dia coba dekat dengan wanita tapi dia tak bisa menumbuhkan rasa cinta untuk siapapun ,entah dia belum menemukan yang cocok atau mungkin dia belum bisa melupakan Renbie .