
Sudah beberapa hari ini Kai jarang keluar kamar dia benar-benar bertekad untuk belajar ,buku-buku yang di belinya bersama Gisela ternyata sangat membantu ,sore setelah pulang sekolah Kai bahakan langsung masuk kamar dan langsung membuka buku bacaan nya , tapi orangtua Kai malah merasa aneh dan kahawatir mereka tak biasa melihat putra nakalnya seperti ,itu bahakan kini Kai sudah jarang keluar malam jika bukan Chandra dan Sean yang menjemput nya ,Mamak Kai mulai cemas dengan perubahan putranya ,dia selalu mondar mandir di depan pintu kamar Kai mengawasi nya dari jauh .
"Tok tok tok "
Seseorang masuk ke kamar Kai dia bukan Mamak atau Bapak ,orang itu tak jauh beda dengan Kai ,tubuh yang tinggi dan wajah yang tampan dia berdiri di belakang Kai melihat buku yang sedang Kai baca ,dia terlalu berkonsentrasi dengan buku itu hingga tak sadar ada orang yang masuk kamarnya .
"Ekhemm ,rajin banget kamu "
"Ya gustiii "
Kai kaget hingga melonjat .
"Kak kian "
Dia adalah kaka Kai seorang dokter sepesialis jantung yang sangat terkenal dan sukses ,dia sangat pintar banyak pasien yang berhasil dia tangani dan sembuh ,selain itu dia masih muda dan tampan tentu saja banyak perempuan yang suka padanya hanya saja kaka nya itu tak terlalu peduli dengan urusan wanita ,Kai dan kaka nya dulu sangat dekat kaka nya sangat meyayangi Kai hingga satu waktu Bapak selalu membanding-bandingkan mereka berdua dan Kai merasa orangtuanya lebih menyanyagi kaka nya dan saat itulah jarak antara Kai dan Kian semakin jauh merenggang ,kaka nya tinggal sendiri di rumah nya dekat dengan rumah sakit tempat dia bekerja sehingga dia jarang pulang ,dan sekarang entah ada angin apa dia pulang dan masuk kamar Kai .
"Wahh kamu rajin sekarang kai "
"Kenapa gak boleh ,udah ahh sana keluar menganggu saja "
"Kaka nya baru pulang sudah di usir ,kamu gak kangen sama kaka "
"Enggak "
"Sepertinya agisela berhasil ngajarin kamu ,kamu sekarang rajin "
Kai langsung menoleh bagai mana dia tau Gisela tutornya sejak kapan kaka nya kenal gisela ,
"Kak tau kak Gisela "
Gisela ternyata junior kaka nya Kai di kampus, mereka sudah saling kenal dan kaka nya lah yang meminta Gisela menjadi tutor untuk adiknya ,Kai tak menyangka ternyata Gisela telah lebih dulu kenal dengan kakanya apa mereka dalam satu hubungan, apa kali ini dia akan kecewa lagi karna harus bersaing dengan kaka nya.
"kak suka kak Gisel ? "
"apa dia sudah seperti adik bagi kaka dia baik dan sangat pintar jadi kaka meminta:nya mengajari mu ,kamu tak membuatnya susah kan "
syukurlah ternyata kakanya tak punya perasaan lebih pada Gisela ,Kai tak membuat nya susah malah dia sangat takut pada gisela yang Galak .
Bie masih berkutat dengan tuts piano di depannya, sebentar lagi ada ujian yang memperebutkan beasiswa ke sekolah musik di Prancis dia ingin sekali bisa sekolah di sana, karna itulah dengan latihan ekstra dia masih harus di sekolah bahkan akhir-akhir ini dia sering pulang malam ,mungkin dengan itu dia tak akan di remehkan orang lagi dan mungkin juga Mamih nya Sean bisa menerima kehadiran nya .
"Kenapa belum pulang "
Dia Mina orang yang paling membenci Bie dia benci Bie yang berbakat dia benci Bie yang sangat cantik dia benci Bie yang bisa mendapatkan hati Sean .
"Besok sepulang sekolah kita bisa bicara "
Untuk apa besok bukannya mereka sedang bicara sekarang kenapa tak langsung saja .
"Besok sore pulul 05:00 kita bicara di cafe depan "
Bie mengangguk ,sebenarnya dia enggan berurusan dengan Mina ,tapi dia sepertinya harus menyelesaikan masalah mereka ,Mina keluar ruangan itu dan Bie mengikuti nya dari belakang, latihan nya sudah selesai dia juga harus pulang mereka berjalan kearah luar sekolah tapi tak beriringan, Bie beberapa langkah di belakang nya dan saat tiba di gerbang sekolah Sean sudah menunggu, begitu melihat Bie dia langsung tersenyum dan melambaikan tangan nya ,tapi Mina berada di depan Bie dia mengira Sean melakukan itu untuk nya, dia terdiam senyumnya langsung mengembang dan hampir saja membalas lambayan tangan Sean ,hingga Bie berjalan melewati nya dia sadar itu bukan untuk nya ,tubuhnya kaku dia ingin pergi dia enggan melihat Sean yang manis pada Bie tapi kakinya seolah terpaku dan memaksanya melihat adegan itu membuat kebencian nya pada Bie berlipat- lipat .
"Kamu sudah makan bie "
Bie menggeleng kemudian Sean dengan manis membukakan pintu mobil untuk Bie .
"Baiklah kita makan dulu "
Air mata Mina mulai menetes bersama hujan yang mulai turun .
Makan malam lengkap keluarga itu sangat membosankan hanya ada suara dentingan sendok ,garpu ,dan piring selalu begitu suasana malah mendekati tegang Ayah yang seharusnya menjadi penengah dan pencair suasana sangat mereka takuti, dia sangat otoriter dalam mendidik anak-anak nya membuat mereka harus mengikuti semua kemauan nya ,Chandra hanya berusaha secepat mungkin menghabiskan makanan nya agar bisa kembali ke kamarnya .
"Chandra kamu sudah mempersiapkan diri untuk ujian ?"
"Aku sedang siap-siap "
"Jangan buat malu Ayah ,setelah itu kamu harus siap-siap masuk universitas yang sudah Ayah siapkan "
Chandra hanya diam dia tak ingin melakukannya itu bukan keinginan nya ,sampai kapan dia akan menjadi boneka Ayahnya hati nya sudah sangat panas dengan amarah yang sudah lama di pendam ,
"Jawab Chandra "
Suara ayahnya meninggi
"Iya baik "
Hanya sekedar kata-kata ,Chandra sebenar nya sedang menyiapkan perlawanan besar yang akan segera dia lakukan ,dia akan mengikuti ujian itu bersama Wendy ,masa bodoh dengan apa yang akan ayah nya lakukan jika perlu dia akan pergi dari ruamh mewah ini ,tekadnya sudah bulat kali ini dia akan melawan keegoisan Ayahnya itu ,membuktikan pada nya bahwa dia bisa hidup dengan apa yang dia sukai , membuktikan bahwa dia bisa hidup bahagia menjadi dirinya sendriri .