Problematic Handsome

Problematic Handsome
61



Suasana kampus siang itu cukup ramai banyak mahasiswa sedang istirahat dari jam kuliah ,Chandra yang baru saja tiba langsung berjalan ke arah aula kampus tempat peragaan busana kelas Soya di adakan .Dia datang sendiri tak ada meneger yang mengikuti nya ,ini kegiatan di luar jadwal nya sebagai penyanyi jadi Chandra pergi sendiri dan dia tak terlalu khawatir karna dia juga alumni kampus ini .Cukup banyak mahasiswa yang terkejut dengan kedatangan bintang pop yang sedang naik daun itu ke kampus ,mereka semua heboh tapi tak ada yang mengganggu Chandra ,dan masih wajar ada satu dua orang yang menghampiri nya untuk sekedar minta tanda tangan dan berfoto ,mereka menghormati prifasi Chandra dan hanya menyapa nya sebagai senior kampus mereka .


"Hallo kak chan ,"


Sapa beberapa mahasiwa yang tak sengaja berpapasan dengan Chandra .


"Hallo "


Chandra menjawabnya dengan sopan dia tak mau di cap sebagai artis yang sombong.


"Wahh gila ganteng banget "


"Liat senyum nya ,bikin gue meleleh dia benar-benar tampan di lihat langsung begini "


Memang cukup membuat heboh tapi masih di bilang tertib ,Chandra melanjutkan perjalanan nya ke tempat tujuan ,dia juga sembari bernostalgia ,3 tahun kuliah di sini banyak sekali kenangan yang dia dapat ,menjadi mahasiswa dengan modal beasiswa memang cukup menyusahkan dia harus lebih rajin dan juga tak ada waktu untuk main ,setelah tak di biyayai oleh Ayahnya Chandra hidup membanting tulang sendiri ,bekerja dari satu cafe ke cafe lain bahkan dia pernah menjadi tutor anak SMP , tapi untung nya dia punya Soya dan teman-teman nya yang selalu membantu ,bahkan di tahun pertamanya Soya dengan senang hati meminjamkan apartemen nya ,selama setahun itu Kai dan Sean juga ikut tinggal di sana ,jadi untuk membantu Soya menjadi model tak ada apa-apa nya di bandingkan dengan semua kebaikan nya selama ini .


"Kak Chan !!"


Soya langsung melambaikan tangan nya begitu Chandra masuk ke dalam aula ,semua mata tertuju pada lelaki jangkung yang tampan itu ,kenapa penyanyi terkenal itu datang ke acara kampus mereka dan sejak kapan Soya akrab dengan nya ,lihatlah bahkan Chandra langsung tersenyum begitu Soya menghampiri nya ,dia juga mengelus-ngelus kepala soya lembut ,tatapan nya benar-benar seperti seorang kekasih yang senang melihat pacar nya .Mereka tidak tau saja kalau Chandra dan Soya memang benar-bemar sepasang kekasih .


"Gue telat ya ,?"


"Enggak kok ,makasih ya kak udah mau nolongin soya "


"Gak usah bilang makasih selain udah banyak bantu gue ,elo juga pacar gue masa gue gak bantu "


Kini entah kenapa setiap kali Chandra menyebut kata pacar untuk nya ,membuat sensasi bunga bermekaran di hatinya pipi nya akan langsung bersemu merah saat itu juga ,Soya langsung memalingkan wajahnya tapi Chandra sudah melihatnya ,dia hanya tersenyum melihat Soya seperti itu di matanya Soya semakin cantik sekarang ,entahlah mungkin Chandra baru menyadarinya .


"Ayo kak kita coba dulu bajunya "


"Ini kak coba ganti di ruang itu ,tenang soya udah cek sendiri ruangan itu 100 % aman kok "


"Iya gue percaya sama loe "


Chandra mengusap pipi Soya lembut sebelum akhirnya masuk ke sana ,tanpa mereka tau ada seseorang di sana yang merekam adegan itu menggunakan ponsel nya ,dengan muka penuh amarah dia tersenyum licik ke arah Soya .Namanya Nadia dia adalah fans panatik Chandra sudah dua tahun ini dia mengidolakan nya ,dia awalnya tak percaya dengan perkataan Soya yang katanya akan menjadikan Chandra sebagai modelnya ,Nadia kira Soya hanya fans biasa seprti nya yang banyak mengkhayal .Dan saat Chandra benar-benar datang untuk Soya entah kenapa dia kesal dan marah melihatnya .


Setelah menengok Bie kai langsung kembali ke studio nya dia berjanji akan menjemput Gisela dan pergi ke rumah orangtuanya bersama ,sebelum Kai pergi Gisela sempat mengantarnya sampai depan mobil nya di parkiran ,Kai masih menggenggam jemari Gisel dia ingin meyakin kan nya bahwa semua akan baik-baik saja .


"Bagai mana pun aku gak akan membiarkan Kian milikin kaka lagi ,aku yakin kita bisa melalui ini semua bersama ,"


Gisela mengangguk ,Kai benar-benar lelaki yang bertanggung jawab sekarang ,dia bukan lagi bocah yang hanya menggoda nya seperti dulu ,Kai dan Kian memang kaka beradik tapi keperibadian mereka jauh berbeda ,apakah akan baik-baik saja jika mereka terus bersama bagai mana dengan hubungan kaka beradik itu Gisela takut nanti gara-gara dirinya tali persaudaraan di antara mereka jadi putus .


"Aku dan Kian tak pernah benar-benar menjadi saudara ,mungkin kita hanya sedarah tapi hubungan kita jauh lebih renggang dari yang terlihat ,dia memang kaka ku tapi dia tak benar-benar bersikap menjadi kaka ku ,selama ini aku banyak mengalah oleh nya dan kini aku gak akan ngebiarin kaka di miliki oleh peria berengsek itu lagi "


Dia bisa melihat ketulusan dan keseriusan di mata Kai ,dan itu cukup membuat dirinya berani sekarang ,mungkin gilirannya kini untuk bahagia bisakah dia sedikit egois dan hidup bahagia bersama Kai .


"Aku hanya ingin hidup bahagia bersama mu Kai ,mungkin dengan setatusku nanti akan membuatmu susah ,tapi aku masih ingin bahagia dengan orang yang aku cinta .Bolehkah aku egois "


"Gak ada yang namanya egois ,siapa yang bilang itu egois aku juga ingin bahagia bersama kaka "


Kai mendekatkan tubuhnya pada Gisela lalu memeluknya dengan erat mencium pucuk kepalanya ,dan ini adalah tempat ternyaman bagi Gisela pelukan hangat dan lembut Kai tak pernah dia rasakan dari siapapun hanya dia yang bisa menerima kekurangan nya tanpa berkata-kata ,perasaan kedua nya tak pernah berubah sedikitpun dari dulu .Mereka berharap tuhan ada di pihak nya kali ini dan membiarkan mereka hidup bahagia bersama .


"Aku mencintai mu "


"Aku juga sangat-sangat mencintai kaka"


Dari kejauhan Kian melihat dan mendengar itu semua ,dia tak pernah menyangka hubungan keduanya sudah sangat dalam seperti itu .Tapi perasaan nya juga tak bisa dia elak ,jujur rasa yang tumbuh di hatinya mungkin sudah terlambat tapi dia benar-benar serius kali ini ,dan kenapa harus Kai adik nya yang menjadi saingan terbesar nya ,Kian benar-benar tak pernah sadar bagai mana sikap nya dan kedua orang tuanya pada Kai mereka tak pernah benar-benar peduli dan menganggap Kai tak pernah terluka .