Problematic Handsome

Problematic Handsome
29



Gisela sudah sampai di depan gerbang rumah Kai dia menenteng sebuah kantung belanjaan yang entah apa isi nya ,dia menarik nafas panjang sebelum menekan bell rumah mewah itu , padahal dia sudah sangat sering ke sana tapi entah kenapa hari itu rasanya sangat berbeda dia bukan datang untuk menjadi tutor tapi sebagai pacar Kai ,tak lama pekerja di rumah Kai membukakan pintu dan mempersilahkan nya masuk saat tiba di dalam rumah Mamak langsung menyambut kedatangan Gisela dengan gembira ,dia sebenarnya sangat khawatir beberpa hari ini Kai jarang keluar kamar bahkan untuk makan saja dia harus di ingatkan dan di bawa ke dalam kamar nya ,sepertinya Mamak nya belum tau tentang lomba yang akan Kai ikuti , setelah mendengar curhatan mamak Gisela kini sudah di depan pintu kamar Kai ,dia ketuk pintunya beberapa kali .


"Kai belum lapar Mak jangan ganggu "


Gisela terus mengetuk pintu itu hingga kai kesal dan dengan malas terpaksa meninggalkan pekerjaan nya .


"Mamak ada ap,,aa "


Gisela tersenyum kai terlihat sangat kaget melihat siapa yang ada di hadapan nya .


"Haii aku ganggu ya "


"Kaka ."


Kai langsung menarik Gisela masuk menutup kembali pintu kamarnya dan langsung memeluk Gisela dengan erat.


"Aku kangen banget "


"Benarkah "


Kai merenggangkan pelukan nya menatap Gisela dia begitu merindukan nya perlahan dia kecup bibir merah gisela beberapa kali ,membuat nya membeku beberapa saat .


"Aku serius "


Gisela mengangguk, kemudian melepas pelukan Kai perlahan di lihatnya kamar Kai yang sudah seperti kapal pecah sangat berantakan ,tanpa memperdulikan larangan Kai Gisela dengan cepat memebereskan kamar itu dia tau Kai sangat sibuk akhir-akhir ini dia sepertinya sangat bertekad dengan lomba ini .


"Kak ini apa "


Kai membuka bungkusan yang gisela bawa dan itu adalah cake coklat ,Gisela yang membuat nya sendiri dia tau Kai sudah bekerja keras dan ini salah satu bentuk perhatian yang dia berikan ,Kai tampak sumringah dia belum pernah di buatkan cake sebelum nya bahkan saat ulang tahun nya, Mamak selalu membeli nya ,pernah Mamak mencoba membuat tapi hasilnya cake itu gosong dan rasanya pahit sejak itu Bapak melarang mamak membuat cake lagi .


Gisela tertawa mendengar kisah Kai sambil memptong cake itu dan memberikan nya pada Kai ,Kai mulai menyendok cake itu dan memakan nya dia langsung terdiam dia tak menyangka cake buatan Gisela bisa sangat enak ,Gisela sangat mengerti makanan manis sangat cocok untuk Kai yang sedang bekerja keras seperti ini .


"Enak banget mungkin ini akan habis oleh ku semuanya "


"Makan lah habiskan "


Gisela senang kai suka cake buatan nya .


"Makasih sayang "


Di lantai bawah Mamak dan Bapak Kai terlihat sedang berdiskusi mereka sedang membicarakan sesewatu yang penting tentang Kian yang ternyata akan segera mereka jodohkan ,mereka terpaksa melakukan itu karna kian sudah cukup umur untuk menikah dan belum pernah sekalipun dekat dengan wanita.


"Hmmmm benar Bapak juga setuju kalau begitu Bapak akan segera atur pertemuan keluarga kita dengan mereka "


Di tempat lain Chandra berpakaian sebaik mungkin untuk interview pertamanya, meskipun cuma sebagai pekerja paruh waktu di cafe dia harus membuat kesan pertama yang baik ,sejak subuh dia sudah bangun dan bersiap-siap Ayah dan Ibunya menyangka Chandra akan pergi tes hari ini ,dia pamit sebaik mungkin agar mereka tak curiga ,


Tak lama menunggu meneger cafe itu terlihat datang menghampiri Chandra dia terlihat terkejut begitu melihat Chandra yang berdiri tegap di depan nya ,dia juga pria normal tapi begitu melihat Chandra dia tak bisa berbohong Chandra sangat tampan .


"Selamat siang nama saya Chandra saya teman yang Wendy ceritakan "


Meneger itu terdiam mematung memandangi chandra.


"Ahh iya kamu saya terima soal pembagian waktu kerja dan bayaran nya tertulis di buku ini kamu hanya cukup dengan membaca nya ,besok kamu bisa mulai bekerja "


Meneger itu menerima Chandra begitu saja dia yakin dengan modal wajah nya saja cafe ini akan ramai.


"Saya di terima ,terimakasih pak "


Chandra menjabat tangan meneger itu dia tak menyangka akan semudah ini dapat pekerjaan ,Chandra keluar cafe itu dengan senyum yang terukir di wajahnya ,mungkin gajih nya tak akan sebesar uang jajan yang di beri Ayah nya ,tapi dia harus berani berubah untuk masa depan nya sendiri yang bebas dari kekangan Ayah nya .


Wendy ternyata sudah menunggunya di depan cafe wajah nya terlihat harap-harap cemas dia takut membuat Chandra kecewa menegernya terkenal sangat selektif memilih pegawai .


"Bagai mana ? "


Chandra terkejut melihat Wendy yang langsung menghampirinya dia tak tau Wendy menunggunya di luar.


"Gue di terima makasih ya Wen "


Wendy lega .


"Wen loe biasa anter gue ke mall gak ,gue mau beli sesewatu tapi buat cewe gue gak tau selera cewe gimana "


Wendy terdiam sesaat dia bertanya-tanya apa yang akan di beli Chandra dan untuk siapa apa itu untuk adik nya .


"Ok mumpung aku lagi senggang "


Chandra tersenyum dia senang Wendy selalu bisa di andalkan ,Wendy di bonceng lagi pakai scooter kesayangan nya ,apa yang Chandra rasakan saat bersama nya apa dia punya perasaan yang sama dengan nya ,atau dia cuma menganggap Wendy teman seperti Kai dan Sean setau yang di lihatnya Chandra tak pernah sebaik ini pada gadis ,tapi kenapa dia selalu baik pada nya ,Wendy terus berharap lebih dan lebih dia mulai menginginkan balasan dari perasaan yang selama ini di pendam nya , mungkin Chandra seperti bongkahan batu di matanya, tapi dia tau di dalam nya dia selembut spon dan sangat rapuh dia cukup mengenal Chandra tapi selalu ada garis yang memisahkan mereka .


"Nah sudah sampai ayo Wen "


Wendy tersentak dari lamunan nya ,Chandra bagai patamorgana baginya tapi apa salah dia memimpikan bisa menyentuh patamorgana itu .