Problematic Handsome

Problematic Handsome
16



Pagi itu satu komplek di hebohkan dengan munculnya ketiga pria yang ketampanan nya melebihi dari standar manusia biasa, tubuh yang proprosional dengan tinggi menjulang dan bentuk tubuh atletik, mereka bukanlah model hanya siswa SMA biasa yang di paksa lari pagi oleh wali kota galak Bapak Kai ,semua wanita baik itu gadis atau ibu-ibu tak bisa memalingkan wajah mereka begitu ketiga pria itu lewat apalagi tubuh mereka di penuhi keringat membuatnya tampak lebih menggoda ,sementara itu Bapak Kai heran melihat banyak yang lari pagi lebih dari biasa nya dan kebanyakan adalah wanita .


"Mereka artis ya ? "


"Model kali ? "


"Tapi itu Kai kan ,apa mereka teman nya ?"


"Wahhh lihat yang bule itu ganteng banget "


"Yang paling jangkung seksi "


Bisik-bisikan itu mulai di dengar Bapak nya Kai dia mulai risih juga meliat warga mulai ribut ,dan akhirnya dia memutuskan menyudahi lari pagi itu dan kembali ke rumah ,setelah sarapan dan mandi Kai sudah siap-siap dia akan jalan dengan tutor nya,sedangkan sean sedang asik video call dengan Bie ,chandra kembali tidur dia merasa perlu istirahat karna akhir-akhir ini kurang tidur.


Chandra menoleh melihat Kai yang sedang menata rambutnya, bau parfum tercium sampai pusing seisi kamar Sean saja sampai pindah ke balkon ,Kai tampak sangat bersemangat hari itu .


"Loe mau kemana sih udah kaya biduan yang mau manggung aja "


Kai nyengir ,hari ini adalah hari sepesialnya.


"Gue mau jalan dong "


"Jalan sama siapa si Jen bukan nya loe udah putus sama dia "


Teriak Sean yang mendengar percakapan itu,kemudian langsung masuk kembali ke dalam kamar ikut penasaran.


"Sama tutor gue hehe"


Sementara hari Kai berbunga Chandra hanya diam ,dia tak tau harus melakukan apa lagi dia sudah tak punya semangat setelah Ayahnya menghancurkan gitar terakhir nya apakah dia harus kalah lagi .


"Tring , tring ,tring ,"


Ponsel Chandra yang baru dia hidupkan kembali setelah ia matikan sejak kemarin langsung di serbu beratus-ratus pesan dan panggilan suara ,biasanya Ibunya tau Chandra akan ke mana jika minggat dan hanya mengirim pesan satu kali untuk pulang ,tapi ini dari siapa bejibun banyak Chandra langsung mengecek isi ponselnya .


"Soya "


Soya sejak pagi sudah ke rumah Chandra tapi yang di carinya tak ada ,kata Ibunya chandra sedang menginap di rumah Kai padahal soya ingin mengajak nya ke pameran musik pasti Chandra suka ,saat hendak kembali untuk pulang Ana salah satu adik chandra menarik lengannya .


"Abang semalam minggat dari rumah Ayah ngancurin lagi gitar kesayangan abang ini semua karna Ana dan kak Elsa yang ketahuan lagi streaming video abang ngebadn"


Soya yang khawatir langsung menghubngi Chandra, tapi ponsel nya mati dia juga mengiriminya pesan tak terhitung jumlah nya , bahkan sekarang dia sudah ada di depan rumah Kai menunggu nya.


Chandra langsung bangkit dan merapihkan bajunya tak lupa dia menyisir rapih rambutnya di depan cermin ,kemudian dia diam mematung memandangi pantulan bayangan dirinya dia tak sadar apa yang di lakukan nya, apa pentingnya itu ?, dengan gugup chandra mengacak-ngacak lagi rambutnya ,kemudian turun untuk menemui Soya .


Yang di lihat Chandra Soya sedang duduk di depan gerbang rumah Kai seperti anak hilang yang bingung mau kemana ,tanpa sadar chandra tersenyum Soya seperti anak kecil di matanya .


"Ada apa ? "


"Kak chandra "


Soya berlalri ke arah Chandra.


"Kaka gak apa-apa ,udah makan kan ?"


Chandra yakin Soya sudah tau masalah nya ,buktinya dia tau di mana dirinya menginap .


"Emangnya gue kenapa ,ada apa leo nyamperin gue ? "


"Aku sebenarnya mau ngajak kaka ke pameran musik ,aku punya tiketnya "


"Gak gue males "


"Yahh ayo dong kak sayang tiketnya ,masa aku ajak kak Jun, dia yang ngasih tiket nya sih katanya dia punya banyak "


Pikiran chandra melayang mengingat kejadian malam acara pensi Soya di antar pulang oleh dia ,bagai mana cerita nya Soya dia di beri tiket malah mengajak ,nya pasti maksud Jun dia secara tak langsung mengajak nya untuk jalan berdua ,Chandra menutup mulutnya dia hampir saja tertawa melihat kepolosan Soya.


"Ya udah ayoo "


Senyum Soya mengembang akhirnya dia bisa jalan berdua dengan Chandra .


Kai sudah menunggu Gisela di depan asrama nya dia datang menumpang pada Chandra yang juga pergi dengan Soya , sudah sepuluh menit dia berdiri di sana Gisela menyuruh nya menunggu banyak mahasisiwi yang hilir mudik lewat di depan Kai ,mereka aneh melihat pria tampan di sana seorang diri, beberapa ada yang menyapa Kai yang tentu saja di jawab dengan manis olehnya .


"Kamu lagi nunggu siapa ? "


Tanya dua orang mahasisiwi yang baru keluar dari gedung asrama.


"Ohh saya sedang menunggu kak Gisela "


Kai menjawab dengan senyuman manis yang selalu terukir di wajahnya ,tanpa tau Gisela sudah memperhatikannya .


"Ayo Kai "


Hisela memukul pundak kai hingga dia melonjat kaget.


"Iya ayo ,mari kaka-kaka "


Dia berusaha bersikap sopan pada mahasisiwi yang menyapanya ,membuat Gisela melirik nya dengan tajam .


"Kamu manis banget sama semua Gadis "


Gisela mencoba menyindir sipat genit Kai.


"Aku memang manis kak "


Yang di sindir malah santai dengan PD nya,Kai berencana mengajak Gisela nonton tapi Gisela merubah rencana dan mengajaknya ke suatu tempat ,mereka naik bus dari sana Kai penasaran tempat apa yang mau Gisela tunjukan pada nya apa itu tempat sunyi dengan pemandangan indah, bayangan Kai sudah sangat indah dia tak henti mengukir senyuman di wajah nya hingga bus berhenti dan mereka turun .


"TOKO BUKU DAN PERPUSTAKAAN "


Kai tak menyangka tutornya akan mengajaknya ke tempat yang lumayan horor menurut nya ,Gisela tampak puas melihat ekspresi muka Kai yang tadinya cerah langsung padam seketika .


"ayooo "


Kai masih terus mematung di depan bangunan itu hingga gisela menarik lengannya masuk ,toko buku dan juga perpustakaan itu sangat besar mungkin paling besar di kota ini Gisela dengan antusias mencari beberapa buku sambil terus memegang tangan Kai ,Kai hanya menurut dan mengikuti nya terlepas dari suramnya hidup Kai ,saat ini adalah saat termanis yang pernah dia alami .


"ini ,buku-buku untuk bahan kita belajar nanti "


Gisela sudah mendapat lima buku yang entah apa itu Kai dengan malas melihat nya , ini bukan kencan untuk nya tapi kelas tambahan dari tutor nya .


"ayo duduk dan coba buka yang ini "


Kai dengan malas duduk di samping Gisela ,Gisela tampak nya sudah mengerti ini mungkin tak sesuai ekspektasi Kai ,tapi entah kenapa dia senang bisa ngerjain cowo maskulin yang sedang cemberut itu .


"Buku ini menjelaskan materinya dengan gambar coba lihat kamu pasti bisa dengan mudah memahaminya Kai "


kai mulai membuka buku itu dan benar itu tak se buruk pikirannya .