Problematic Handsome

Problematic Handsome
53



Malam hari di kediaman keluarga Kai ,dia baru saja sampai hal yang pertama di lihatnya adalah Bapak yang sedang berdiri tegap di depan pintu entah dia ingin menyambut Kai atau memarahi nya ekspresi nya tak pernah berubah dari dulu ,kumis tebalnya saja masih sama ,Kai hanya nyengir sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal ,kemudian dia menyalami Bapak nya itu .


"Sudah bisa cari uang sendiri lupa sama keluarga kamu "


Tuh benar kan Bapak emang gak pernah ada lembut-lembutnya pada Kai .


"Maaf Pak Kai sibuk "


"Cepat masuk kaka dan Mamak sudah menunggu di dalam "


Maksud nya Kian ,Kai sedikit mematung dia sebenarnya sangat ingin menghindar dari dia ,Kai takut tak bisa menahan emosi nya semenjak tau bagai mana dia memperlakukan Gisela, sebenarnya Kai menjadi semakin benci dan muak pada Kian dia telah salah menilai kakanya ,Kai kira Kian benar-benar sempurna untuk Gisela.Kai melangkah kan kakinya menuju meja makan di sana dia melihat Kian dan Mamak, Kai menyalami Mamak dulu kemudian duduk di samping nya kini Kai dan Kian berhadapan ,Kai tak mau mandang kakanya dia takut tak berselera makan .


"Bagai mana kabar mu Kai ?"


Kai berharap dia tak bertanya apapun ,tapi lihat saja Kian yang memang tak merasa punya salah pada Kai biasa saja .


"Baik "


"Aku dengar tangan mu cidera bagai mana sekarang ? "


Mamak dan Bapak langsung melihat nya ,niat nya Kai tak mau memberi tahu kedua orang tuanya dia takut di suruh pulang dan mendapat omelan dari merek ,tapi dengan ringan nya mulut Kian memberi tahu mereka Kai semakin dongkol saja pada kaka nya itu .Kai menatap Kian sinis .


"Gak apa-apa mak lihat tangan kai sudah baik-baik saja "


"Sering-seringlah pulang Kai ,kamu gak rindu sama Mamak ,kamu malah sering nelpon si Kipli ketimbang kita "


"Ahhh Kai cuma minta dia kirimin keripik ke apartemen kok "


Suasana makan malam yang canggung Kai ingin cepat-cept kembali ke apartemen nya ,melihat Kian membuatnya tak berselera makan yang ada dia ingin menonjok muka sok polos nya itu .


Sean mengecup keningnya berkali-kali ,Bie masih shock dia menangis histeris di hadapan Sean ,Sean mencoba menenangkan Bie dengan memeluk nya .Sementara itu Dimas pingsan setelah di hajar Sean dan sesaat kemudian banyak petugas keamanan hotel yang masuk ke kamar itu ,mereka juga kaget dengan kejadian yang baru saja terjadi, tapi Sean menyuruh mereka tutup mulut jangan sampai ada orang luar tau ,ini demi privasi dan harga diri Bie kekasihnya .


"Segera hubungi Polisi "


Ucap Sean kepada salah satu staf keamanan yang ada di sana, sambil tak melepaskan pelukan nya .


"Jangan lapor Polisi dia tak melukai ku kak ,mending kita pulang saja ,kaka sudah cukup menghajar nya tadi "


Sean menatap Bie tak percaya ,dia hampir merusak nya dan Bie masih mengasihaninya ,bukan itu saja Dimas juga banyak melukai orang yang berusaha mendekati Bie termasuk diri nya ,dia bukan manusia normal yang menyukai seseorang dia sudah terkena gangguan jiwa dan terobsesi pada Bie .Selembut mungkin Sean mencoba menjelaskan itu pada Nie .


"Dia harus di tangani oleh pihak berwajib Bie ,aku sudah menyelidikinya bukan hanya kamu yang jadi korban ,dia terobsesi pada mu bahkan aku hampir di celakai oleh nya ,kita harus membawanya ke kantor Polisi "


Bei benar-benar tak percaya dengan semua penjelasan Sean ,dia yang sudah di anggapnya seperti kaka kandung nya sendiri ternyata memiliki obsesi tak sehat padanya ,pantas saja beberapa teman lelaki yang dulu dekat dengan Bie satu persatu menjauhinya ,bahkan ada yang sampai masuk rumah sakit setelah pulang mengantar nya .Bie sekarang mengerti hanya saja dia tak menyangka Dimas bisa se jahat itu .


Di Kantor Polisi Bie di mintai keterangan ,dan Sean memberikan semua bukti yang dia punya dokumen dan file yang di kumpulkan orang suruhan nya ,Dimas hanya menunduk dia tak mengeluarkan sepatah kata pun ,dan tak lama kemudian datang Mina adik Dimas dan seorang pengacara keluarga mereka .


"kak Sean ada apa ini ,apa yang terjadi dan kenapa dengan Bie ?"


"tanyakan saja pada kaka mu ,kita harus pulang"


"Bie kamu gak apa-apa ? "


Bie mengangguk sambil terus menunduk .


"Kamu lapar ,mau makan dulu atau langsung pulang "


Bie menggeleng dia hanya ingin pulang ,semua kejadian hari ini benar-benar tak pernah di bayangkan nya ,dan bagai mana dia menceritakan semuanya pada kakanya nanti ,bagai mana pun Dimas dan kaka nya adalah teman dekat ,Bie tau pasti kakanya akan sangat marah dan melakukan hal yang sama seperti sean tadi .


"Terimakasih dan maafkan aku kak "


Bie menangis lagi bagai mana jadinya jika Sean tak datang tadi mungkin dia sudah habis oleh si Dimas berengsek itu ,Bie benar-benar tak menyangka dia akan berbuat se jahat itu padanya .Sean menepikan kendaraan nya kemudian mengangkat dagu Bie membuat nya tak menunduk lagi dan memandang nya.


"Sudah tak apa-apa ,aku akan terus jagain kamu jadi jangan khawatir "


Bie menatap mata Sean dalam kemudian memeluk nya menangis di pelukan nya sekarang .Sesampainya di rumah Bie, kaka nya langsung mengintrogasi Sean menanyakan apa yang sebenarnya terjadi ,dia hanya dapat info mereka mendatangi Kantor Polisi ,kemudian Sean dengan rinci menjelaskan semuanya membuat kaka Bie lemas seketika .


"Berengsek ,padahal aku sangat memercayai nya "


Dia langsung menghampiri bie yang dari tadi diam.


"Kamu gak apa-apa kan bie ada yang luka gak ? "


Sebegitu khawatirnya dia pada adik satu-satunya itu ,Bie hanya menggeleng lemah pisiknya tak apa-apa tapi mungkin sekarang dia punya trauma mendalam tentang hal itu .


Kai hendak pulang ,dia membawa dua kantung besar makanan yang tak lain kripik singkong kesukaan nya ,Kipli yang tau Kai akan pulang sengaja menyiapkan itu bagi Kipli kai bukan hanya sekedar majikan tapi juga adik nya begitu pula Kai dia tak menganggap Kipli pembantu di rumah nya ,dia selalu ada di samping Kai bahkan saat dia di tinggal menikah oleh Gisela hanya Kipli yang mengerti dan menemaninya di belakang rumah .


"makasih ya Lie loe ngerti banget gue mau ini "


"beres boss"


Kipli memasukan kantung itu di bagasi mobil Kai ,dan saat itu Kian datang menghampiri Kai yang hendak masuk mobil ,perasaan nya sudah tak enak .


"Apa ? "


Tanya Kai judes.


"Kamu marah sama kaka ,kaka tau selama ini Gisela yang merawat mu "


"Terus,itu bukan urusan loe ya dah lah gue mau pulang"


Kai dengan sangat hati-hati menahan emosi nya padahal dia ingin sekali menonjok muka Kian .


"Aku ingin rujuk dengan Gisela"


Apa ,Kai mengerjapkan matanya beberpa kali dia seolah mendengar petir bergemuruh di kepalanya ,kemudian dengan sekuat tenaga Kai menonjok muka Kian membuatnya tersungkur dan hidung nya berdarah .


"Gak tau malu banget loe emang "