
Satu bulan setelah kejadian itu bie masih suka melamun dia juga jarang keluar rumah,dia masih suka takut jiak keluar sendirian Bie terus merasa seolah ada seseorang yang selalu mengawasinya ,dia hanya berani keluar jika di antar kakanya atau Sean ,kontrak nya dengan agensi yang di produseri Dimas juga telah di batalkan ,mereka hanya memberi ganti rugi atas apa yang Dimas lakukan ,tak ada niat mereka datang baik-baik dan meminta maaf padanya masalah itu mereka anggap selesai hanya dengan uang ,Bie benci itu bahkan dia tak ingin lagi bertemu dengan Dimas .
Sementara itu Sean selalu sibuk dengan kerjaan nya di hotel ,dia masih sama kaku nya dan juga sangat disiplin hanya saja sekarang dia sering tersenyum dan tak terlalu ketat bahkan jarang sekali sekarang dia terlihat lembur paling jika ada masalah yang mendesak .Sean malah sering pulang lebih awal dia lebih memilih menghabiskan banyak waktu dengan Bie .Seperti sore itu waktu pulang kerja masih 1 jam lagi ,Sean yang sedang memeriksa email langsung memalingkan pandangan nya dari layar komputer begitu dia dengar suara pesan masuk di ponsel nya ,Sean langsung membuka isi pesan itu kemudian tersenyum ,hari ini dia akan mengajak Bie ke rumah Mamih nya ,mereka meminta Sean mengajak Bie makan malam bersama .Sean yang curiga langsung negatif thingking pada Papihnya .
"Papih hanya ingin memperbaiki hubungan kita dengan keluarga Bie ,bagai mana pun dulu orang tua mereka adalah sahabat Papih"
Setelah Papih Sean mengatakan itu akhirnya dia langsung menghubungi Bie dan kakanya ,meminta mereka untuk makan malam bersama ,kaka Bie menyambut ajakan itu katanya hubungan yang sudah putus itu perlu di perbaiki .
Setelah membuka pesan itu Sean langsung bergegas pergi ,dia sudah tak sabar ingin melihat wajah cantik Bie .
"Pak Sean sudah mau pulang ? "
"Iya semua dokumen sudah saya cek tinggal di print saja "
"Baik pak"
Semua karyawan hotel sudah tau tabiat baru Sean yang suka pulang duluan,mereka juga sudah tau tentang Bie pacar Sean yang sangat cantik , beberpa hari lalu Sean mengajak Bie ke hotel ,Sean dengan senyum cerah nya tak lepas menggandeng Bie ,membuat semua karyawan wanita di sana cemburu ,selama mereka kerja di sana baru kali ini Sean membawa seorang wanita kecuali Mamihnya .
Soya masih bergulat dengan materi-materi desain di kelas nya ,dia sudah di sana hampir 4 jam lamanya ,bokong nya sudah mati rasa saking lamanya duduk mata nya juga perih karna terus menatap layar laptop di depa nya ,semester terakhir memang seberat ini ,prsentasi tinggal 3 hari dan dia belum juga menemukan model yang tepat untuk baju rancangan nya ,berbeda dengan Jen yang banyak sekali kenalan model nya dia bisa dengan mudah mendapat relawan untuk membantunya .
Dari arah pintu Jen memperhatikan sahabat polosnya yang sedang kesusahan ,dia paling suka menjahili Soya ,melihat nya sedang fokus pada laptop Jen dengan mengendap-ngendap mendekatinya ,dan setelah berada tepat di belakang nya jen tersenyum licik pada Soya .
"Yakkkkkk "
"Ya tuhan..."
Jen tertawa puas bisa mengagetkan Soya ,dan Soya sampai pucat di buat nya saking kaget .
"Apa apaan sih jen kaget tau ? "
Jen masih tertawa sambil mengelap air matanya yang keluar ,menjahili Soya memang menjadi hiburan baru untuk nya .
"Lagian serius banget ,bagai mana sudah nemu model nya ? "
Soya menggeleng lemas ,memang ada beberapa cowok di kampus yang menawarkan diri ,tapi mereka bukan tipe yang Soya cari .
"Loe ngedesain baju itu sambil ngebayangin Chandra kan ,ya jelas lah gak akan cocok sama orang lain ,loe bucin nya keterlaluan sih "
Jen kemudian duduk di kursi samping Soya ,melihat sahabat nya yang tambah murung karna tugas akhir itu membuat nya kasihan juga ,sudah jelas baju rancangan Soya hanya akan cocok dengan Chandra .Jen tau Soya membuat itu dengan mengkhayalkan Chandra sebagai modelnya .
"Ya udah sih minta Chandra saja jadi modelnya"
"Kamu bercanda ,mana mungkin Chandra mau .Dan juga dia seorang penyanyi terkenal mana mungkin jadi model sukarelawan desain baju ku "
Tanpa berkata-kata dan sepengetahuan Soya Jen mengambil ponsel nya ,dia tak akan pernah tau sampai Soya mencoba nya ,saat Soya sedang mengoceh padanya Jen membuka ponselnya dan menghubungi Chandra .
"Hallo ada pa Soy ?"
Mata Soya membulat sempurna ,sejak kapan ponsel nya ada di tangan Jen dan kapan dia menghubungi Chandra .
"Jen kamu issshhh "
"Hallo soya "
Soya dengan cepat mengambil ponselnya ,sementara itu Jen sedang menutup mulutnya menahan agar tawanya tak terdengar .
"Hallo kak ,maaf apa aku mengganggu ?"
"Enggak ,ada masalah ?"
"Ahhh tidak ..emmmm itu kak .."
"Ada apa ?"
"Kaka mau tidak jadi relawan untuk tugas kampus ku ?"
"Relawan apa ,loe lagi ngunpulin donasi buat bencana alam ,butuh berapa ? "
"Ehh bukan itu ,tapi jadi model untuk baju rancangan ku ,kalau kaka gak mau juga gak apa-apa aku tau kaka sibuk dan juga tak mungkin kan jadi model mahasiswa ,maaf ya aku ...."
"Kapan ? "
Matanya langsung melirik Jen yang duduk di sebelahnya ,benarkah yang di dengarnya barusan .
"Ehhh kaka mau ? "
"Iya boleh kapan ?"
Soya hampir saja berteriak dia sangat bahagia dan tak menyangka Chandra akan mau menjadi model nya ,dia bahkan sampai berdiri
"Tiga hari lagi ,kaka serius kan ? "
"Emang nya loe becanda minta gue jadi model ?"
"Aku serius makasih ya makasih banget aku seneng banget "
Semua orang di kelas langsung menatapnya Soya sudah seperti orang yang menang undian saking heboh nya .
"Iya ,ehh loe masih lama kelas nya ?"
"Sebentar lagi juga keluar ,kenapa kak ?"
"Jalan sama gue ,kita nonton mau ? "
"Mau iya ayooo "
Jelas Soya mau ,bahkan di ajak lompat ke dasar jurang pun sepertinya dia tak akan menolak .
Entah hari apa ini ,Soya merasa keberuntungan sedang merundung nya kini ,dia sangat senang ,setelah telpon itu di tutup Soya langsung memeluk Jen dan berterimakasih padanya .
Chandra tersenyum mendengar kehebohan Soya ,dia sudah bisa menebak gadis itu sedang apa sekarang pasti dia sedang heboh di kelas nya ,tak ada salah nya kan membantu Soya selama ini dia sudah banyak menolong nya ,dan juga dia ingin lebih serius kali ini dengan hubungan nya .
Senyum nya terus terukir ,Bie mematung memandangi pantulan dirinya di cermin .Ini gaun yang kemarin di beri Sean ,malam ini dia akan kerumah Sean dan dia menyuruh nya memakai gaun itu ,gaun yang sangat cantik bahkan ukuran nya sangat pas di badan Bie ,dia benar-benar sudah tau segalanya tentang Bie.Setelah cukup puas dengan penampilan nya Bie langsung turun ke lantai bawah menemui kakanya menayakan apakah dia sudah selesai bersiap-siap karna Sean baru saja mengiriminya pesan dan mengatakan dia sedang dalam perjalanan menjemput Bie dan kakany a .
"Kaka sudah siap ?"
Bie mengintip dari balik pintu kamar kakanya ,melihat nya masih berantakan pasti dia belum siap kakanya memang sangat santai dalam apapun .
"Sebentar Bie kaka sedang mencari kemeja yang warna coklat di mana ya ,kamu tau ?"
"Bagai mana bie tau baju kaka ,kaka memang harus segera menikah ,berantakan sekali "
Bell rumah mereka berbunyi ,Bie langsung tersenyum karna dia yakin itu pasti Sean dengan sedikit berlari Bie berjalan ke arah pintu depan rumah ,senyum nya sudanh mengembang ,kenapa Sean cepat sekali datang apa dia ngebut membawa mobil nya ,saat Bie membuka pintu wajahnya langsung pucat pasi .Dia bukan Sean .
"Kak Dimas ,mau apa kaka kemari ? "
"Hallo bie ,apa kabar ? "
Setelah kejadian di hotel hari itu ,Dimas hanya di tahan seminggu di kantor polisi ,dia adalah orang kaya yang punya banyak relasi sangat mudah baginya lolos dari hukum apalagi dia tak melukai korban nya .Setelah bebas seharusnya dia sadar dan berhenti mengejar Bie tapi dia tak begitu ,dia malah lebih nekat bahkan hampir setiap hari dia menguntiti Nie ,membuntuti nya kemanapun ,dia memang sudah sangat gila ,gila karna terobsesi pada gadis pujaan nya .