
Malam itu malam yang sangat sempurna bagi Chandra setelah latihan keras dia dan teman-teman nya berhasil membawakan beberapa lagu dengan sempurna ,bahkan di antara para penonton tanpa Chandra tahu ada wartawan yang meliput dan penampilan Chandra menjadi trending di sosial media .
Soya tak henti mengukir senyum di wajah nya melihat Chandra tampil membuat kesan sendiri di hatinya, jika dalam memory Soya daftar ekspresi Chandra hanya ada ekspresi dingin dan ketus tapi kini dia tau senyum Chandra adalah yang terbaik ,Soya dengan riang membereskan semua sisa dangangan nya malam ini batre di tubuhnya seakan terisi penuh hanya dengan melihat senyum Chandra , dia tak bisa berhenti untuk menyukai Chandra se dingin apapun dia .
"Boleh gue bantu? "
"Kak Jun tidak usah sedikit lagi kok ,kak jun belum pulang "
"Gak apa-apa "
Juna dengan suka rela membantu Soya sebenarnya dia punya niat lain ,dia ingin lebih dekat dengan Soya.
"Kamu pulang sama siapa soy? "
"Emmm paling naik taksi sopir ku lagi cuti "
Yess kesempatan Jun terbuka lebar.
"Mau bareng aku bawa mobil ?"
"Benarkah boleh ,gak ngerepotin ?"
"santai ajah "
Dari kejauhan Chandra yang sedang berfoto dengan anggota band nya melihat Soya yang sedang mengobrol dengan Jun dia tampak sangat senang di sana ,tapi Chandra berusaha tak peduli ,meskipun dia penasaran .
Malam itu Sean berjalan sambil menggenggam jemari kecil Bie meski tak ada kata terucap, malam itu terasa begitu indah sesekali mereka saling pandang kemudian tersenyum ,hingga seseorang yang tak terduga mengacaukan malam indah mereka ,tiba-tiba Mina datang menghampiri Sean.
"Kak Sean hayy "
Bie menatap Sean apakah Sean sudah kenal dengan Mina teman sekelasnya ,begitu pula Mina dia sangat terkejut melihat Sean dan Bie berpegangan tangan ,bagai manan Sean bisa mengenal Bie teman bisu sekelasnya dan juga saingan terbesar dalam karirnya ,Mina sengaja datang ke sekolah Sean hanya untuk bertemu dengan nya ,tapi sepertinya rencananya gagal .
"Hay "
"Kak sean kenal Bie ? "
"Iya elo udah kenal dengan Bie dia pacar gue "
Mina langsung melotot mendengar itu bagai mana bisa Sean yang sempurna pacaran dengan Bie si bisu itu ,harga diri Mina terluka dalam segala hal dia selalu kalah dengan orang bisu seperti Bie dia ingin marah dan menjambak rambut Bie ,melontarkan semua kata-kata kasar yang dia tahu tapi dia tak mau citra nya rusak di hadapan Sean .
"Ahhh benarkah beruntung sekali Bie yahh ngomong-ngomong Bie sekelas dengan ku loh "
"Benar Bie kamu sekelas dengan dia, apa dia jahat padamu "
tanya sean sambil sedikit berbisik di telinga Bie.
Bie mengangguk kemudian menggeleng dengan cepat ,Mina memang tak pernah suka padanya tapi dia tak pernah jahat hanya saja dia selalu lebih beruntung dari Bie .
Mina hanya terpaku memandangi mereka berdua bagai mana bisa Sean menyukai Bie ?, kenapa Sean sangat manis pada Bie ?, bahkan dia terus tersenyum meski Bie bisu .
"Sean bie aku duluan ya ,oh ya salam ya pada tante Hera "
Sean hanya mengaguk kemudian Mina berbalik pergi meninggalkan mereka bedua dengan derai air mata ,menganggap hal yang di lihat nya barusan adalah penghinaan besar buat nya dia adalah gadis cantik dan kaya apapun bisa dia beli dengan uang nya tapi untuk Sean kenapa dia harus kalah dengan Bie si bisu yang menyebalkan .
"Kak chan ,"
Soya berlari kearah nya
"Aku lihat tadi kaka di panggung hebat banget "
Chandra melihat sekilas ke arah Soya .
"Benarkah terimakasih,elo belum pulang ? "
"Aku mau pulang sama kak jun kita searah "
"Ohh ya udah sana "
Chandra dengan juteknya langsung masuk ke dalam mobil nya meninggalkan Soya yang katanya akan pulang dengan laki-laki lain dan entah kenapa perasaan nya sedikit aneh ,bukan nya ini yang dia inginkan Soya tak mendekati nya lagi tapi kenapa rasanya aneh sekali Chandra terus mengusap-ngusap dadanya ,dia menyalakan mobil kemudian pergi melewati Doya dan Jun ,Jun melihat tatapan tajam chandra yang sangat mengintimidasi .
"Soya kamu kenal chandra ?"
"Ahh dia tunangan ku "
Jawab soya polos kemudian masuk ke dalam mobil Jun ,Jun melotot kaget dengan jawaban Soya ,mereka bertunangan tapi kenapa Chandra acuh dengan Soya bahakan membiarkan nya mengantar soya pulang, hubungan seperti apa yang mereka jalani .
Kai sangat kesal kedua temannya dengan sangat tega meninggalkannya di sekolah sendirian mereka bedua pulang duluan ,dia sudah tau pasti Sean sedang bersama pacarnya tapi Chandra setelah meminta kameranya kembali dia menghilang begitu saja ,Kai hanya duduk di halte menunggu bus yang datang selanjutnya , bagai mana jika para gadis di sekolahnya tau .
"Chan elo tega banget sama gue kenapa loe ninggalin gue di sekolah sialan lo chan "
"Gue lupa ,udah naek angkot aja "
Begitulah jawaban Chandra saat Kai telpon ,ini semua karna hukuman Bapak nya dia tak di izinkan membawa mobil ,dan setelah menunggu beberapa saat akhirnya bus itu muncul Kai cepat-cepat naik dan duduk di kursi yang kosong, untung saja dia menggunakan jaket bertudung jadi dia bisa menyembunyikan wajah nya dari siswa lain di dekatnya .
"Kai "
Sialnya orang yang duduk di kursi sampingnya mengenal nya Kai tambah menunduk berharap orang itu mengacuhkannya
"Hey Kai ,"
Orang itu menarik tudung yang menutupi kepala kai .
"Aduhh sutttttt jangan berisik "
Kai melotot itu kak Gisela tutor nya ,kenapa bisa satu bus dengan nya dari mana dia
"Kak Gisel ?"
Ternyata Gisela bukan hanya menjadi tutor nya dia punya murid selain Kai ,malam itu dia baru pulang mengajar dan tak sengaja bertemu Kai di dalam bus .
SOYA dan JUN