Problematic Handsome

Problematic Handsome
35



Mereka duduk di kursi yang tersedia di depan sebuah apotek ,Chandra tak bersuara sedikit pun Soya pun sama dia hanya mengobati luka yang ada pada wajah Chandra ,dia sudah ingin membawanya ke rumah sakit tapi Chandra dengan keras menolak katanya luka segini gak ada apa-apa nya ,Soya langsung terdiam apa selama ini Chandra sering mengalami ini kenapa Ayahnya jahat sekali ,dia fokus mengobati luka Chandra hatinya sakit melihat orang yang sangat di cintainya seperti ini ,bahkan kata-kata terakhir Ayahnya masih terngiang di kepala Soya dia mengusir Chandra ,air matanya tak terasa mengalir dia sudah berusaha menahan nya dari tadi mencoba menjadi wanita kuat untuk chandra tapi tak bisa .


"Awwwwe pelan-pelan "


Chandra mengaduh saat Soya mengobati luka di dahi nya.


"Ahh maaf "


"Loe nangis ? "


Chandra melihat air mata di pipi soya ,gadis itu menangis ,kemudian dengan cepat Soya menghapusnya ,dia sudah tau semuanya padahal selama ini Chandra dengan susah payah menyembunyikan keadaan keluarga nya dari siapa pun hanya dua sahabat bodoh nya yang tau dan kini Soya .


"Ahh maaf aku sudah coba menahan nya "


"Kenapa loe minta maaf ,dan jangan lakukan hal bodoh yang akan melukai diri loe lagi ,kaki loe baik-baik saja kan ?"


"Aku gak apa-apa "


Benar soya dengan berani menolong nya tadi ,dia yang tak tau apa-apa harus terlibat masalah ini ,Chandra mulai merasa bersalah karna selama ini sudah bersikap kasar padanya ,padahal soya tak tau apapun tentang permasalahan antara dirinya dan Ayahnya.


"Kaka ikut aku saja pulang nanti biar aku bicara sama Mamih "


"Enggak ,gue gak mau siapapun tau apalagi orangtua loe ,gue bisa cari kontrakan "


Soya menggeleng dia tak mau melihat chandra tinggal di kontrakan ,pasti rasanya tak nyaman.


Hari sudah mulai gelap entah kemana soya mengajak Chandra pergi mereka masih berkendara menggunakan scooter, hanya itu harta satu-satunya yang chandra punya saat ini dia tak sempat mengemasi barang-barang nya ,soya menyuruh nya masuk ke sebuah kawasan apartemen seingat Chandra ini tak jauh dari kampus nya nanti ,Soya mengajaknya masuk mereka naik lift ke lantai lima kemudian masuk ke sebuah unit  apartemen ,Chandra hari ini banyak diam dia menurut saja dengan perkataan Soya pikirannya sedang kacau dia tak tau harus ke mana .


"Kaka bisa tinggal di sini "


Chandra melihat sekeliling apartemen ini sepertinya baru.


"Ini apartemen siapa "


"Ini punya aku ,kemarin Papih ngasih ini sebagai hadiah ulang tahun rencananya buat nanti pas kuliah biar deket kampus tapi masih satu tahun lagi kaka bisa tinggal dulu di sini "


Chandra hanya bisa menatap lekat gadis itu, dia memang baik hanya saja selama ini kebencian pada Ayahnya membuat nya buta dan menganggap Soya sama dengan nya ,dia tak tau harus berkata apa yang pasti dia sangat bersyukur.


Chandra mengatakan itu sambil menunduk ,lelaki yang selama ini selalu di lihat soya kuat , dan keras kepala kenapa bisa sampai begini soya lebih suka Chandra yang cuek dan cool meskipun terlihat kasar tapi dia tau Chandra sangat manis dan perhatian ,perlahan dia dekati tubuh lelaki jangkung itu kemudian Soya memeluk nya dengan erat Chandra tak perotes dia hanya diam ,sejujurnya dia sangat membutuhkan pelukan itu pelukan yang menenangkan hati nya .


"jangan memendam semua kebencian di hati kak ,itu bisa jadi dendam lebih baik kaka banyak cerita mulai sekarang aku tak akan memaksa kaka cerita pada ku tapi ceritalah pada orang yang benar-benar kaka percaya "


soya tau Cahndra masih belum membuka hati untuk nya.


Sean membaca pesan itu lagi berulang-ulang dia bahkan mengucek matanya takut tiba-tiba dia jadi rabun dan salah membaca ,sialnya pesan itu benar setelah makan malam di paris hari itu Bie tak bisa di hubungi dia juga tak mengirim Sean pesan ,hingga tadi siang saat sean baru menyelesaikan urusan di kampus baru nya bie mengiriminya pesan dengan isi yang membuatnya tak ingin percaya, setelah dua hari tak memberinya kabar dia malah ingin mengakhiri hubungan nya dengan Sean dan yang membuat nya lebih kaget ini semua karna Papih nya ,bagai mana Papih nya bisa kenal Bie dan keluarga nya apa benar isi dari pesan yang bie tulis ,apa benar Papih yang sangat dia kagumi bisa berbuat sejahat itu pada orang lain ,Sean langsung tancab gas pulang ke rumah ,dia ingin menanyakan langsung pada Papihnya Sean lebih percaya Papihnya dia orang yang paling baik yang Sean kenal


"Sean baru pulang nak "


Mamih yang sedang ada di rumah menoleh begitu Sean masuk.


"Mana papih ?"


"Baru saja keluar papih mu mau ke bali, besok kan pembukaan hotel baru kita di sana ,oh iya sean mamih mau cerita "


Sean tak mendengarkan lagi ocehan Mamihnya itu bisa jadi sangat panjang dan dia sedang buru-buru ,Sean langsung masuk ke ruang kerja Papih nya berharap menemukan bukti dari yang Bie sampaikan ,dia menggeledah ruangan itu memeriksa setiap dokumen yang ada.


"Sean kamu sedang apa kalo Papih tau dia bisa marah sama Mamih "


Mamihnya tiba-tiba muncul dari balik pintu ,Sean tak peduli dia harus menemukan bukti benar tidak nya pesan yang Bie tulis dia tak mau Bie menggunakan alasan itu hanya untuk menjauh darinya ,bagai mana bisa Papih nya menipu keluarga Bie membuatnya bangkrut itu pasti omong kosong ,setelah lama membongkar semua dokumen yang di simpan Papihnya dia menemukan sesewatu , PERUSAHAN GRAHA ANGGARA ,bukannya nama kaka nya bie Haerul Anggara .


"Sean ada apa jawab Mamih kamu kaya orang kesurupan berantakin ruang kerja Papih mu "


Mamih sean langsung mendekati anak nya dan jongkok tepat di sebelah Sean yang sedang membaca dokumen itu ,dia langsung kaget Sean tak boleh membaca dokumen itu ,Mamihnya langsung merebutnya.


"Kamu gak boleh baca dokumen Papih mu Sean ,sudah cukup cepat kamu keluar dari ruangan ini "


Mamih sean meradang dia tak boleh tau kejahatan yang telah Papihnya lakukan .


"Jadi semua itu benar ,Papih adalah penipu semua yang kita miliki sekarang hasil dari menipu orang "


"Jaga ucapan mu Sean Pernandes ,kamu pikir dari mana semua kemewahan yang kamu nikmati selama ini ,kita tak hidup susah dan menjadi keluarga yang di hormati semua berkat kerja keras Papih mu bahkan yang mendukung karir Mamih siapa ,dia tak menipu orang ini bisnis, memang sepeti itu "


Sean mematung dia masih tak percaya dengan semua kenyataan ini Papih yang selama ini dia kira malaikat di hidupnya ternyata seorang penipu, dan dari sekian juta orang kenapa Bie dan keluarganya yang  Papih nya tipu .