Problematic Handsome

Problematic Handsome
58



Bie dengan cepat menutup kembali pintu depan rumah nya ,tapi tenaganya terlalu lemah di banding dengan Dimas yang berhasil menarik kembali pintu itu ,Bie hendak lari masuk ke dalam tapi tangan nya dengan cepat di tarik Dimas ,entah apa yang dia inginkan kali ini ,tangan Bie sudah dingin bahkan wajahnya sudah pucat pasi .


"Bie kumohon dengarkan aku sebentar ,aku hanya ingin minta maaf atas kejadian waktu itu "


"Iya baik aku maafin kaka ,tapi lepaskan tangan ku "


Dimas benar-benar menginginkan Bie ,lihatlah dia mengenakan gaun dan sangat cantik ,mau kemana dia pikir nya ,apa mau pergi lagi dengan Sean ,setelah bebas Dimas mulai kembali menguntit Bie ,dia tau Bie sering keluar bersama Sean ,kenapa Sean harus datang di tengah-tengah hubungan mereka ,mungkin jika tak ada Sean hubungan mereka akan berhasil .


"Aku gak akan lepasin kamu ,sebelum kamu benar-benar maafin aku .Please kasih aku kesempatan "


Bie malah semakin takut sekarang ,Dimas yang di kenal nya dulu hanyalah sebuah kedok dan Dimas yang ada di hadapan nya sekarang adalah wajah aslinya .


"Tolong lepaskan aku . kaka ,kaka haerul tolongg bie kak ada kak dim .. "


Bie berteriak dan itu membuat Dimas panik dia menarik Bie kedalan pelukan nya kemudian membekap mulut nya ,dia hendak membawa Bie kedalam mobil nya tapi aksinya terhenti saat Sean datang dan dengan sekuat tenaga menariknya ,setelah itu dia dorong tubuh Dimas menjauh dari Bie .


"Dasar berengsek loe mau apakan Bie hah ? "


Sean langsung memeluk Bie tubuhnya menggigil Sean tau pasti dia sudah sangat ketakutan .Mau apa lagi lelaki berengsek itu mendatangi Bie seharusnya dia sudah cukup malu untuk datang setelah perbuatan nya waktu itu ,Sean sudah benar-benar hilang kesabaran sekarang .


"Semua ini gara-gara kau Sean ,kalu kau tak datang di antara kami ,aku tak akan berbuat nekat "


Sean tersenyum sinis ,sudah jelas bukan cinta yang Dimas miliki itu hanya sebuah obsesi yang gila .


"Elo udah gila ,ada atau gak nya gue yang loe miliki hanyalah obsesi gila sama Bie ,pergi atau gue habisi loe sekarang"


Dimas mengusap wajahnya kasar ,dia sudah hilang akal sekarang ,dia merogoh sesewatu dalam saku jaketnya ,itu sebuah pistol entah sudah level berapa kegilaan yang dia miliki untuk Bie .


"Aku tak akan membiarkan siapapun memiliki Bie "


Sean mematung Dimas sudah benar-benar gila ,ini bahaya Dimas mulai mengarahkan pistol itu padanya .Sean menarik tubuh Bie agar berada di belakang nya .


"Bie masuk ke dalam mobil ku cepat,dan hubungi polisi  "


Sean harus melindungi Bie bagai mana pun caranya.


"Tapi kak "


"Cepat bie "


Bie hendak masuk ke dalam mobil Sean saat dia melihat Dimas mulai menarik pelatuk pistol itu untuk menembak Sean ,dia tak ingin sean terluka karna nya .


"Dorrrr"


Sean memejamkan matanya saat bunyi pistol itu dengan keras di dengar nya ,tapi aneh dia tak merasakan apapun tak ada sakit di tubuhnya ,perlahan dia buka matanya dan dia sangat terkejut melihat Bie yang sudah roboh di depan nya darah sudah mulai menodai gaun yang dikenakan nya ,Sean langsung merangkul tubuh Bie ,memeluk nya bahkan dia menangis histeris sekarang .


Kaka Bie tak kalah kaget nya dengan Sean ,dia sedang ada di dalam rumah mencari sepatu yang hendak dia gunakan ,saat bunyi pistol terdengar oleh nya dia langsung berlari keluar bahkan dia tak menggunakan alas kaki, di ikuti dua pekerja di rumah nya ,hal pertama yang di lihatnya adalah Sean yang sedang menggendong Bie yang sudah bersimbah darah .


"Sean apa yang terjadi ? "


"Orang berengsek itu dia melukai Bie ,lihat nanti elo gue habisi Dimas gak akan gue ampuni kali ini  "


Mata sean yang penuh amarah tertuju pada Dimas yang juga kaget ,dia sekarang terduduk di jalan pistol yang dia gunakan untuk menembak juga tergeletak di samping nya ,dia tak menyangka Bie akan menghalangi tubuh Sean yang menjadi incaran nya ,bukan ini yang dia inginkan ,tubuh nya seketika kaku tangan nya gemetar .Haerul yang emosi langsung memburu Dimas dan menghajar nya habis-habisan .


"dasar berengsek loe mau apa lagi sama adik gue hahhh belum puas loe nyakiti dia ,mati saja loe mati Dimas "


Salah satu pegawai di rumah Bie langsung menarik Haerul yang sudah membabi buta menghajar Dimas ,bisa tambah kacau kalau dia benar-benar membunuh nya .


"pak sudah pak biar polisi yang menghukum dia pak ,jangan sama seprtinya "


Sementara itu Sean di bantu bibi yang bekerja di rumah itu membawa Bie langsung ke rumah sakit terdekat .


Di tempat berbeda sudah 10 menit Chandra menunggu Soya di parkiran kampus ,matanya terus menatap keluar dari kaca mobil nya melihat orang yang berlalulalang mencari keberadaan Soya ,tak lama kemudian akhirnya dia melihat Soya keluar gedung fakultas dia berjalan bersama Jen ,senyum Chandra langsung mengembang begitu melihat Soya dengan cermin di tangan nya sedang merapihkan rambutnya ,dia juga memoles bibirnya dengan lipstik ,kemudian memperlihatkan nya pada Jen ,Chandra tau apa yang sedang Soya katakan ,pasti dia meminta pendapat Jen tentang makeup di wajah nya .Gadis itu memang menggemaskan ,tapi senyum di wajah Chandra tak bertahan lama ,dia melihat dua orang mahasiswa mendekati Soya kemudian memberikan sesewatu pada nya ,Chandra tau betul pasti mahasiswa itu menyukai Soya ,lihat saja tampang mereka yang cengengesan dan sok tampan di depan Soya ,membuatnya tak suka .


Soya yang menyadari keberadaan nya langsung melambaikan tangan pada Chandra kemudian berlari menuju mobil nya .


" kaka sudah lama di sini ,maaf ya aku buat kaka nunggu "


"Enggak kok santai saja ,apa itu "


Mata chandra yang semula menatap Soya langsung beralih pada bungkusan yang di pegang Soya ,itu hadiah dari mahasiswa tadi .


"Ahh ini ,tadi ada yang ngasih aku coklat "


Chandra langsung mengambil bungkusan itu kemudian melemparkan nya keluar dari jendela .


"Kak chan kok di buang sihh ,sayang tau "


"Nanti gue beliin sepuluh yang kaya gitu ,elo sayang nya sama itu apa sama gue"


Muka cemberut soya seketika tersenyum melihat wajah Chandra yang ternyata sedang cemburu padanya .


"Sayang kaka lah ,bener ya 10 gantinya "


"Iya bawel ,tapi kalo sakit gigi jangan nyalahin gue ,tar pipi loe tambah caby "


Chandra mencubit pipi Soya ,dia sudah benar-benar gemas dengan gadis menyebalkan ini .