
Baju yang dia rancang memang benar hanya akan cocok untuk Chandra ,lihatlah bagai mana bisa itu sangat pas bahkan Soya tak perlu lagi mengecilkan bagian apapun ,Soya mematung melihat Chandra yang semakin tampan dia adalah karya seni yang tuhan kirim untuk nya ,setelan jas mewah yang dia rancang memang hanya akan cocok untuk nya .Chandra tampak nya juga puas dengan hasil karya Soya bajunya benar-benar nyaman dan sesuai dengan selera nya ,setelah cukup lama mematut dirinya di depan cermin Chandra kemudian menghampiri Soya yang sejak tadi hanya bengong memandang nya tanpa berkata apa-apa .
"Wahh gue gak nyangka loe bisa buat baju se bagus ini "
Soya semakin terpesona saat Chandra terus mendekat padanya .
"Hey loe kenapa bengong terus "
"Ya ahh ,,ternyata bajunya memang hanya cocok untuk kaka ,sini aku make up sedikit biar tambah fresh "
Chandra kini duduk di kursi depan meja rias dan Soya dengan teliti menambahkan make up di wajah Chandra ,wajah mereka sangat dekat bahkan Chandra bisa merasakan nafas hangat Soya yang menerpa pipinya ,matanya kemudian fokus melihat ke arah bibir mungil merah nya ,entah sejak kapan dia menjadi candu ,ingin rasanya dia mengecup bibir manis Soya lagi ,tapi sekuat hati dia tahan bisa berabe jika orang lihat .
"Nahh udah ,tanpa make up pun sebenarnya cukup ,ayo kita foto dulu "
"Ok ayo "
Sedari tadi Nadia terus memperhatikan gerak gerik mereka berdua ,hubungan Chandra dan Soya memang sepertinya bukan sekedar teman biasa .Entah kenapa dia semakin tak suka melihat Soya sok dekat dengan Chandra .
"Jen temen loe deket banget ma kak Chandra kok bisa ?"
Akhirnya dia bertanya pada Jen yang memang sahabat dekat Soya .
"Ahhh mereka memang deket sejak SMA keluarga mereka juga dekat ,wajar lah "
Nadia semakin penasaran ,jika mereka dekat apa hubungan keduanya jika sekedar teman bagai mana bisa tatapan mereka semanis itu .
Setelah menunggu bebrapa saat akhirnya acara di mulai beberapa orang yang bertugas menjadi mc telah membuka acara itu dan setelah beberapa kata sambutan di ucapkan kini satu persatu model di panggil dengan mahasiswa yang merancang busana tersebut ,sejujurnya Soya sangat tegang saat itu dia tak pernah tampil di depan umum sebelumnya ,berbeda dengan Chandra yang sudah terbiasa dengan ini ,Chandra yang melihat ketegangan di wajah Soya langsung menggenggam tangan nya ,matanya fokus memperhatikan mahasiswa yang sedang persentasi di atas panggung tapi tangannya tak lepas menggenggam jemari Soya ,dia tersenyum dengan perlakuan Chandra kini rasa gugupnya sedikit berkurang .
"Ok tepuk tangan untuk persentasi yang bagus dari Jen dan modelnya Robet ,selanjutnya kita panggil Soya larasati dan modelnya Chandra ,wahh coba lihat banyak sekali penonton yang tak sabar melihat alumni idola yang kini telah sukses menjadi penyanyi terkenal ,ayo silahkan naik ke atas panggung "
Chandra dengan percaya diri mulai berjalan di atas panggung dia berjalan bagai model profesional dan berhasil memamerkan baju rancangan Soya dengan baik .Setelah Chandra selesai Soya kemudian ikut naik ke atas panggung ,dia mulai menjelaskan mendetail tentang baju rancangan nya ,para dosen penilai tampak puas dengan penjelasan Soya dan juga mereka kagum dengan penampilan Chandra ,saat Soya menutup persentasi nya semua penonton bertepuk tangan dengan meriah .Dia melirik Chandra bahkan kini dia hampir menangis tak percaya bisa melakukan nya .
Apel itu satu persatu Sean kupas dengan teliti ,bahkan dia sampai membungkukan badannya agar lebih fokus .Sementara itu Bie hanya bisa tersenyum melihat tingkah Sean yang terlihat menggemaskan demi dirinya ,kini hanya tinggal mereka berdua kaka Bie baru saja keluar dia ingin pulang dulu untuk mandi dan ganti pakaian ,luka dalam Bie memang sudah mendingan hanya menunggu luka luarnya kering dan kondisinya benar-benar pulih ,siang tadi saat Bie sudah sepenuhnya sadar beberapa polisi mendatanginya untuk meminta keterangan ,Bie menceritakan semua kejadian itu dengan rinci dan tak melewatkan satu pun adegan di dalam nya . Dia memohon pada polisi agar benar-benar menahan nya kini ,Bie sudah cukup trauma dengan kejadian ini ,Sean juga tak tinggal diam dia menyewa pengacara terbaik untuk menangani kasus Bie dia tak akan membiarkan Dimas lolos kali ini .
"Hahhhhhh akhirnya selesai ,ini coba aaaa"
Bie tersenyum melihat Sean yang baru pertama kali mengupas apel terlihat sangat senang saat berhasil menyelesaikan nya .
"Manis kan ?"
"Manis apalagi kaka yang ngupasin manis nya jadi 100 kali lipat "
Sean mencubit pelan pipi Bie ,dia haya tersenyum ,musibah ini memang meninggalkan trauma di hidup Bie tapi dia senang Sean selalu ada di samping nya .Ketika sedang asik bercanda seseorang mengetuk pintu kamar rawat Bie ,Sean sedikit heran pasalnya jika teman-teman nya yang datang mereka tak akan sesopan itu ,dan kaka Bie baru saja keluar ,Sean berdiri dan membuka pintu ,orang yang datang adalah Mina dan kedua orangtua nya ,sean berpikir mereka menjenguk Bie untuk sekalian meminta maaf atas nama kaka nya .
"Selamat malam ,bisa kah kami masuk untuk melihat Renbie ? "
"Iya silahkan "
Mereka langsung masuk dan duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu ,awalnya memang mereka minta maaf kepada Bie atas kelakuan Dimas .Tapi setelah itu hal yang kurang mengenakan terjadi .
"Saya tau anak saya Dimas salah dalam hal ini ,tapi bisakah nak Bie memaklumi nya mungkin jiwanya sedang tidak setabil ,nak Bie tau kan keluarga kita sangat terpandang .Kami akan bayar berapapun agar nak Bie mencabut laporan polisi itu "
Memaklumi ,perbuatan Dimas pada Bie bukan suatu hal yang bisa di tolelir dia hampir merenggut nyawan kekasih nya .
"Maaf bu pak ,apa anda tak lihat keadaan Bie sekarang .Ini bukan yang pertama kalinya ,sebiknya kalian pulang jika datang kesini hanya untuk itu ,bukan hanya luka pisik yang Bie dapat trauma akan hal itu juga dia rasakan .apa kalian akan memaafkan kami jika yang terjadi sebaliknya "
"Nak Sean pasti mengerti tentang nama besar keluarga .kami akan melakukan apa saja agar anak kami bisa bebas sebutkan berapa nominal yang kamu inginkan "
Sean benar-benar jengah dengan mereka ,seharusnya mereka berkaca dari kejadian ini dan membiarkan anaknya mendapat pelajaran agar tak melakukan hal yang sama kembali .
"Maaf saya tidak bisa mencabut laporan itu "
Bie akhirnya bersuara dia dengan gemetar menahan tangis nya sambil menunduk mengatakan itu .
"Kami bisa saja menghancurkan karir nak Bie ,semua lebel musik di tanah air bisa kami buat tak menerima nak Bie "
Amarah Sean sudah memuncak ,dia menggebrag meja di depannya .
"Lakukan apapun yang kalian bisa kami tak akan mencabut laporan itu ,Bie tak butuh lebel musik mereka yang membutuhkan Bie ,sebaiknya kalian pergi sebelum saya panggil security "
Setelah mereka pergi kini Bie hanya menangis ,Sean langsung memeluk nya dan mencoba menenagkan Bie .Dia tak akan membiarkan Dimas atau keluarganya mengganggu Bie lagi .
"lihat aku Bie ,aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti mu lagi ,jika mereka tak mau menerima mu aku bisa mendirikan lebel sendiri hanya untuk mu .Sudah ya jangan nangis lagi jangan dengar omongan mereka "
Bie mengangguk kemudian Sean mengusap airmata di pipi putih Bie ,dia benar-benar tak habis pikir dengan pemikiran keluarga Dimas ,bagai mana bisa mereka melakukan itu .
Kaka Bie akhirnya kembali dan dia tak sendiri di belakang nya mamih dan papih sean juga datang ,mereka membawa makanan untuk Bie dan juga Sean .Kaka Bie yang melihat adiknya seperti telah menangis bertanya pada Sean apa yang terjadi ,kemudian dengan pelan Sean menjelaskan semuanya .Kaka Bie langsung naik pitam dia marah dan bersumpah tak akan mengampuni Dimas lagi .Mamih dan Papih Sean juga tak menyangka keluarga dimas bisa sepicik itu .
"Tenang Bie kamu bisa masuk lebel tante ,tante tau kemampuan luar biasa kamu seharusnya dari dulu tante melakukan ini .Maafkan tante ya ,dulu juga tante sepicik mereka "
Mamih Sean kini tengah memeluk Bie dia begitu menyesal dulu bersikap jahat pada Bie ,dan kini dia benar-benar akan memperbaiki semuanya .