
Mobil berjenis Mercedes Benz e-class itu melaju dengan kecepatan sedang membelah hujan yang mengguyur kota sejak sore tadi ,lampu-lampu jalan bagai bintang yang berkelap-kerlip menerangi sepanjang perjalanan mereka .Ini sudah hampir 1 jam perjalanan dan masih 1 jam lagi untuk sampai ke tujuan mereka ,Kai melirik Gisela yang sejak 10 menit lalu tertidur dia pasti kelelahan karna langsung berangkat setelah pulang kerja .Sejujurnya Kai sangat tegang sekarang dia tak yakin bisa meyakinkan Ayahnya Gisela ,apalagi melihat setatus dirinya yang adik kandung Kian mantan suami Gisela ,Kai juga tau bagai mana kelurga Gisela dan keluarga nya begitu amat menjaga nama baik keluarga ,pasti mereka akan menganggap hal yang memalukan jika Gisela bersama manta adik ipar nya .
Kai menarik nafasnya dalam kemudian mengusap pipi Gisela lembut ,dia tak peduli dengan semua itu ,mungkin benar jika cinta itu buta dia hanya ingin hidup bersama Gisela .
Gisela menggeliat ,perlahan matanya terbuka sentuhan Kai tadi membuat nya terbangun ,dia melirik Kai di samping nya kemudian melihat jam ,sebentar lagi mereka tiba.
"Akhh maaf aku ketiduran "
"Aku membangunkan kaka ya ,tidur lagi aja belum sampai kok "
Gisela menggeleng kemudian membetulkan posisi duduknya .
Tak ada suara di anatara mereka ,Gisela jelas tau ketegangan yang Kai rasakan ini bukan persoalan mudah ,andai saja dulu dia bisa sedikit egois dan menolak perjodohan itu .
"Kamu tak apa-apa Kai ?"
"Aku kenapa ?,aku gak apa-apa kak "
"Kita sudah janji akan melewati ini bersama kan jangan memendam apapun sendiri "
Kai memperlambat laju mobilnya kemudian sebelah tangan nya meraih jemari Gisela dan mengecupnya cukup lama .
"Aku gak akan mengalah kali ini ,jadi kaka cukup percaya sama aku "
Dan setelah perjalanan panjang itu akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Gisela ,Kai memarkirkan mobil nya di samping mobil kian yang telah tiba duluan ,Kai keluar dari mobil nya kemudian membuka pintu mobil untuk Gisela dia tak langsung masuk ke dalam rumah malah memandangi pintu itu dengan hati berdebar .Gisela menggenggam tangan KaiĀ kemudian mereka saling pandang ,meyakinkan hati masing-masing bahwa semua dapat mereka lalui .Saat pintu terbuka semua orang langsung memandang ke arah yang sama ,yaitu Gisela dan Kai ,Mamak dan Bapak Kai juga ada di sana memandangi anak bungsunya dengan tatapan penuh tanda tanya .
"Gisela kenapa kamu tak datang bersama kian ,dan malah sama Kai ?"
Ayah Gisela langsung menodongnya dengan pertanyaan ,jantung Kai hampir saja copot melihat wajah garang Ayah Gisela apalagi dengan kumis tebal yang memperkuat ketegasan nya .
"Ayo nak Kai duduk "
Berbeda dengan Ayahnya Ibu Gisela lumayan baik dengan mempersilahkan nya duduk .
"Sebaiknya kita segera membahas masalah ini ,silahkan nak Kian apa yang mau di sampaikan menyuruh kamu semua berkumpul di sini "
Kian yang duduk bersma Bapak ,langsung menegakan punggung nya ,dia sedari tadi menatap tajam Kai dan Gisela yang kini duduk berdampingan .
"Ya baik ,Ayah ,Ibu ,Bapak ,Mamak semua yang hadir di sini terutama Gisela ,tujuan saya dan keluarga datang ke sini pertama saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya karna dulu tak bisa menjadi suami yang baik untuk Gisela saya sadar dengan kesalahan saya dan untuk itu tujuan saya yang kedua adalah ingin memperbaiki semuanya .Saya ingin kembali bersama Gisela "
Kian menegaskan setiap kata yang keluar dari mulutnya ,dia ingin mereka semua yakin dengan ketulusan nya kini .Dulu dia memang mencintai kekasih nya dan setelah dia meninggal Kian baru sadar Gisela yang selalu ada untuknya .
"Maaf aku gak bisa "
Kenapa dengan mudahnya dia minta maaf dan meminta nya kembali ,perasaan seseorang apa semudah itu dia kendalikan diri nya bukan barang yang bisa seenak nya di gunakan ,Gisela bukan diri nya yang dulu dia sudah cukup tau mana yang benar-benar peduli pada nya .Bahkan di saat tersulitnya mereka semua memalingkan mukanya dan tak ada yang peduli padanya .
"Apa maksudmu Gisela ,nak Kian sudah benar-benar memintamu kembali bahkan dia sampai memohon pada Ayah dan Abu "
Mamak Kai yang tak tau tujuan Kai datang sangat terkejut mendengar nya membuka mulut ,bahkan Bapak sampai memelototi nya .
"Saya dan Gisel sedang menjalani hubungan ,dan hubungan yang kami maksud adalah hubungan yang serius .Saya mencintai Gisela anak Ibu dan Bapak "
Semua orang di sana terkejut dengan ucapan Kai barusan ,bahkan Kai sekarang menggenggam tangan Gisela erat .Bapak Kai dan Ayah nya Gisela tak mengerti dengan jalan pikiran mereka berdua jelas-jelas mereka adalah sodara ipar ,hal yang mereka lakukan akan membuat malu keluarga .
"Apa maksud kalian ,Kai apa maksud mu kenapa kamu berani menyukai kaka iparmu "
"Apa Napak tau Kai mencintai Gisela sedari dulu ,saat Bapak memintanya untuk menjadi tutor Kai saat SMA ,Bapak pasti tak tau bagai mana Kai dan Gisela harus berpisah hanya karna Kian akan menikahi nya .Dan setelah mereka menikah Kian malah menyakiti nya ,Kai tak mau mengalah lagi kali ini Kai serius dengan hubungan ini Kai sangat mencintai Gisela "
Gisela memandang lekat wajah lelaki itu lelaki yang dulu sangat senang menjahili nya ,dia yang sangat sulit di ajari bahkan sering menggoda nya kini telah menjadi pria dewasa yang bersedia menjaganya .
"Saya benar-benar serius "
Kian mengepalkan tangan nya dia adalah orang yang paling egois di sini ,seharusnya dia bisa sedikit sadar dan tak keras kepala menginginkan Gisela kembali ,setelah semua perbuatan nya yang sangat menyakiti hati Gisela .
"Kai apa kau sadar dengan ucapan mu ,apa kau tau siapa wanita yang kau cintai itu .Apa kau siap dengan segala konsekuensi menjalani hibungan dengan Gisela "
Gisela tak habis pikir dengan jalan pikiran Kian ,apa barusan maksud dari perkataan nya .
"Memangnya aku kenapa ,apa karna aku seorang janda dan Kai adalah adik dari mantan suami ku .Apa aku tak berhak bahagia ,apa kamu belum puas menghancurkan hidupku Kian "
"Gisela jaga omongan mu ,bersikaplah sopan pada Kian .Kamu mau seperti ini terus yang di katakan Kian memang benar "
Ayah Gisela berteriak dia marah bahkan mukanya kini sudah sangat merah ,Ibu Gisela mencoba menenangkan Suaminya dan menyuruh nya duduk kembali .
"Aku tak akan meminta restu Ayah dan Ibu aku bukan anak gadis lagi karna sudah pernah menikah ,dan tak butuh persetujuan kalian untuk ini .Seperti halnya kalian mengabaikan ku saat itu ,sekarang aku yang akan mengabaikan kalian "
Gisela berdiri kemudian menarik Kai .
"Ayo kita pergi dari sini "
Ayah gisela tambah murka dia berdiri kembali dan menunjuk keduanya .
"Jika kau melangkahkan kaki keluar rumah ini ,jangan harap kau bisa kembali ke sini "
"Ini memang sudah bukan rumahku ,sejak aku bercerai dengan nya saat Ayah dan Ibu menyalahkan ku atas perbuatan Kian saat itu "
"Gisela kembali !!!"
Gisela tak mendengarkan lagi ucapan Ayahnya dia berjalan keluar dari rumah itu.
"Saya akan menjaga anak Bapak ,Ibu dan pasti akan saya bahagiakan "
Mereka berdua akhirnya pergi dari sana ,Gisela menangis sepanjang perjalanan dan Kai hanya biasa mengelus rambut kekasihnya itu .Setidaknya mereka sudah berusaha.