Problematic Handsome

Problematic Handsome
25



Kai sudah sampai di depan kampus Gisela, dia mencoba menelponnya tapi tak juga di angkat hari ini dia sudah janji akan mengantar Kai membeli pena dan tablet digital untuk menggambar ,setelah memikirkan nya masak-masak akhirnya Kai memutuskan untuk mencoba membuat komik dan mengikuti lomba yang gisela sarankan,Kai mencoba mencari Gisela dan masuk ke dalam kampus banyak mahasiswa yang memperhatikan nya dan saling berbisik setelah melihat nya ,Kai mematung di depan sebuah kaca melihat pantulan dirinya dia tak merasa berpakaian mencolok atau pun aneh, kenapa mereka memandanginya seperti itu ,tiba -tiba ponselnya berdering untung lah itu dari Gisela.


"Kaka di mana aku sudah di dalam kampus ,ahh baik aku tunggu di kantin "


Ternyata dia masih di dalam kelas dan keluar sebentar lagi Kai pergi ke kantin dan memesan minuman sambil menunggu Gisela di sana ,dua orang mahasisiwi menghampirinya mereka terlihat berpakaian modis dan cukup seksi Kai pikir di kampus bergengsi seperti ini hanya ada kutu buku atau anak-anak biasa .


"Kamu anak mana perasaan baru liat "


Salah satu dari mereka duduk di depan Kai.


"Ahh aku bukan mahasiswa dan sedang menunggu seseorang "


"Bukan mahasiswa kalau begitu masih siswa SMA ,wahh kamu terlalu keren untuk ukuran itu ,lagi nunggu siapa ?"


"Dia lagi menunggu ku "


Gisela sudah berdiri di belakang Kai melihat Kai di goda bunga kampus membuatnya sedikit marah dia tak mau ada yang mendekati nya .


"Kak Gisel "


"Kamu pacar nya gisela pantas saja mirip kak Kian selera gisela tak berubah ya "


Kenapa mereka membahas kian kaka nya ,apa kak Gisela ada hubungan spesial dengan kak Kian.


"Maksud nya apa ya , yang kalian maksud Kiana imanuel kan ,dia kaka ku "


Mereka terkejut memang Kai mirip Kian mereka sama-sama tampan hanya saja kai lebih gaul dan modis .


"Sudah kai jangan dengarkan mereka ayo pergi "


Gisela menarik lengan Kai pergi dari sana ,Kai hanya diam dia ingin tau apa maksud dua gadis tadi apa hubungan kak Gisela dengan kakanya ,kata nya mereka sebatas senior dan junior apa mereka berbohong .


"Kak pacaran sama kak Kian "


Akhirnya kai bicara setelah hanya diam dan fokus menyetir ,dia ingin kepastian hubungan nya dengan Gisela dia tak ingin berharap jika tak ada kesempatan untuk nya .


"Tidak jangan dengarkan mereka Kai ,aku hanya dekat dengan kaka mu karna dia senior di kampus tepatnya kita satu jurusan mana mungkin kaka mu suka pada ku "


Gisela menunduk dia tak mau kai tau perasaan nya yang pernah sangat mengagumi dan menyukai kakanya itu ,dia juga terlanjur menyukai Kai dia tak mau Kai menjauh hanya karna kesalah pahaman ,itu masalalu nya kini di hatinya hanya ada Kai .


"Jadi kalian gak ada hubungan apa-apa ?"


"Iya kai "


"terus pacar kaka siapa "


"Kamu eh "


Entah kenapa dia repleks menjawab itu wajahnya langsung merah ,Kai tersenyum kemudian memarkirkan mobilnya .


Kai mendekatkan tubuhnya pada gisela .


"Kita pacaran sekarang ? "


Kai tambah menyeringai dia sangat senang dan gemas melihat Gisela kikuk seperti itu .


"Kamu gak mau ya sudah "


"Mau kok "


Dan hari itu menjadi hari yang sangat bersejarah untuk mereka berdua .


Setelah selesai mendaftar Chandra dan Wendy duduk di kursi depan aula tempat tes, Chandra mulai menyetel ulang gitar yang Wendy bawa mereka akan berduet untuk penampilan nya nanti, tes ini terdiri dari tes tulis dan peraktek di mulai dengan mengisi beberapa soal setelah itu peserta di wajibkan menampilkan bakat mereka ,Wendy sangat gugup dia terus menggosok-gosokan telapak tangan nya ,Chandra juga sama gugup nya hanya saja dia berusaha tetap stay cool dan yakin dengan kemampuan nya .


"Chan kamu gak gugup perasaan dari tes pertama kamu kaya yang santai-santai aja "


Chandra tersenyum simpul bukan nya tak gugup hanya saja dia pandai menyembunyikan perasaan nya.


"Gue juga gugup Wen hanya cara kita menghadapi nya yang berbeda gue sudah sering menghadapi situasi yang lebih parah dari sekedar tes "


Wendy tak mengerti dengan ucapan Chandra ,sudah sering menghadapi situasi yang lebih parah ,apa yang sering Chandra hadapi apa selama ini hidup nya tak bahagia ,dia ingin bertanya tapi apa hak nya .


Tes selanjutnya di mulai satu persatu peserta di panggil masuk ke aula sebenar nya mereka sudah beberapa hari ini latihan sembunyi-sembunyi di belakang sekolah Chandra yang ingin itu Wendy hanya menurut tanpa tau alasan nya ,sebenarnya Chandra belum memberi tahu Kai dan Sean dia takut gagal dan di ejek, dia berencana memberitahu mereka setelah benar-benar lulus nanti dan lagi bisa jadi masalah jika Soya tau bagai mana jika nanti dia memberi tahu orangtuanya .


Kemarin Soya dan mamihnya belajar membuat kukis dia ingin memberikan nya pada Chandra karna dia tau setelah ujian pasti energi nya terkuras habis dan dia butuh sesuatu yang manis seperti kukis misalnya ,dia bekerja sangat keras itu kali pertamanya memasuki dapur Mamihnya sampai terharu melihat besarnya rasa sayang Soya pada Chandra ,dan hari ini dia sudah tiba di rumah Chandra orang tua nya menyambut Soya dengan hangat .


"Hallo om tante ,apa kabar "


Soya salim pada mereka berdua


"Chandra di kamar kayanya ,coba kamu bangunkan "


Dengan riang Soya berjalan menuju kamar Chandra dia mengetuk pintu kamar nya berkali kali tapi tak ada jawaban, perlahan dia buka pintu itu mengendap-ngendap masuk tapi setelah masuk tak ada siapa-siapa di sana ,Chandra tak ada bahkan Soya sampai mengecek kamar mandi ,Soya keluar dan menghampiri Ibunya Chandra.


"Tante kak Chandra gak ada "


Ibunya terkejut dia merasa tak melihat Chandra keluar rumah.


"Masa Chandra tak pamit ke mana-mana sama Ibu ,coba kamu telpon "


Soya mengambil ponselnya dari dalam tas mencoba menghubungi Chandra tapi ponselnya tak aktif .


"Ahh paling sama kak Kai atau kak Sean tan ,"


Soya meminta izin untuk menunggu Chandra di kamar nya dia sudah rindu sekali sudah lima hari ini mereka tak bertemu .