
Chandra memaksa Soya pulang dan menghubungi sopirnya ,dia tak mau gara-gara menolongnya Soya mendapat masalah kini hanya dia seorang diri di sana Chandra tak tau harus apa, hal ini pasti akan terjadi tapi dia tak mengira Ayahnya tau begitu cepat ,ada perasaan takut dan cemas tapi dia tak mau selamanya hidup dalam bayang-banyang Ayah egoisnya ,dia membuang nafas nya kasar menyenderkan tubuh nya pada sofa tempatnya duduk ,menatap langit-langit apartemen dengan tatapan kosong pikiran nya melayang memikirkan masa depan yang di inginkannya kelak tapi saat terbayang hal yang membuatnya bahagaia selalu muncul sosok Ayahnya yang menakutkan Chandra mengusap wajahnya kasar ,sekarang dia lapar dia mengambil dompet dari saku celana uang nya cuma lima lembar seratus ribuan kartu kredit nya pasti langsung di blokir Ayah nya ,dengan uang ini dia harus bertahan setidaknya satu minggu sampai gajih di cafe tempat kerjanya keluar ,dia hendak turun pergi ke mini market dekat gedung apartemen tapi ponselnya berdering ,Kai yang menelpon .
"Gue gak di rumah gue di usir tadi siang ,gue serius loe ke sini aja tapi bawa makanan gue laper tar gue kirim pesan loe alamatnya "
Chandra mengurungkan niatnya untung Kai mau datang dia bisa berhemat uang makan dan mungkin minta uang tambahan padanya .
Chandra sudah mandi dan ganti baju untung saja dia selalu membawa pakaian ganti di tas nya, setidak nya nanti dia bisa minta uang pada Kaisar atau Sean untuk beli beberapa baju lagi ,ternyata ada gunanya juga punya sahabat yang sama-sama kaya pikir Chandra ,bel berbunyi Chandra yakin itu Kai begitu pintu di buka ternyata Kai tak sendiri dia juga bersama Sean ,kenapa dua cecunguk ini bisa barengan datang nya pikirnya lagi.
"Gue juga mau nginep di sini jangan tanya apapun "
Ucap Sean sambil nyelonong masuk di tangan nya dia membawa satu kantung besar belanjaan Chandra lihat isinya ada beberapa bungkus mie instan makanan ringan bahkan perlengkapan mandi lengkap dengan handuk nya ,Kai menyusul dari belakang dia juga membawa kantung belanjaan yang isinya hampir sama .
"Kalian juga di usir dari rumah ,kenapa bawa banyak begini "
Tanya Chandra heran ,Kai langsung membawa tiga bungkus mie instan ke dapur ,dia juga sangat lapar.
"Kita gak di usir tapi kabur ,gue males pulang dan liat wajah si Kian dasar penghianat "
"Ngomong-ngomong ini apartemen siapa ? "
Tanya Sean yang sedang selonjoran di sofa sambil memainkan ponselnya ,dia baru kepikiran.
"Ini apartemen soya "
Kai dan Sean langsung menoleh menatap Cahndra.
"Dia nolong gue tadiĀ ,dan dia gak tinggal di sini "
Malam itu setidaknya mereka tak sendiri mungkin ini alasan kenapa mereka bertiga masih setia berteman hingga sekarang, berasal dari keluarga kaya terpandang masalah yang mereka hadapi selalu serupa ,punya orangtua egois yang selalu mementingkan kepentingan mereka ,hidup di kekang dengan banyak larangan ,harus menjaga citra keluarga, mereka sudah muak dan ingin hidup bebas percuma saja punya wajah tampan tapi bermasalah .
Sekarang sudah pukul 09:30 ,Soya di bantu sopirnya membawa beberapa kantung belanjaan yang entah apa isinya ,sekarang hari minggu dari subuh dia sudah bangun dan siap-siap Mamihnya saja heran karna Soya tak cerita apapun biasanya anak manjanya itu selalu curhat apapun padanya tapi dia memilih repot sendiri ,kini Soya sudah tiba di depan aparteman setelah menekan kunci sandi ,pintu itu terbuka dia dengan susah payah memasukan semua kantung itu ke dalam ,setelah semuanya masuk dia kaget melihat dua pasang sepatu yang tak di kenalnya ,tanpa pikir panjang dia langsung masuk dan kaget melihat Kaisar yang masih tertidur di sofa ruang tamu ,dengan mengendap-ngendap Soya mengintip ke dalam kamar ,Chandra juga masih tidur tapi siapa yang dia peluk ,Soya yang curiga langsung menarik selimut yang menutupi orang di samping Chandra sampai dia terjungkal dari tempat tidur .
"yakkkkkkhhhhhhhh "
soya kaget melihat Sean yang hanya mengenakan boxer muncul dari balik selimut setelah jatuh ke lantai .
Mamak mulai khawatir karna dari kemarin siang Kaisar anak bungsu nya belum pulang apalagi setelah tau sebelumnya kedua kaka beradik itu berkelahi Mamak makin cemas ,dia sudah mencoba mengubungi ponsel nya tapi tak di angkat Kian juga sama dia bahkan menlpon Sean dan Chandra tapi mereka bilang tak tau di mana Kai ,sebenarnya mereka menjawab telpon dari Kian itu tepat di sebelah Kai tapi di tak mau keberadaan nya di temukan dia malas menghadapi keluarganya .
"Sudah biarkan saja mak tar juga kalau lapar dia pulang "
Gerutu bapak yang masih dengan tenang menyeruput kopi dan memakan pisang goreng ,membuat mamak tambah geram.
"Memangnya dia anak kucing ,dasar coba Bapak yang telpon "
Kian sungguh merasa bersalah dia benar-benar tak tau hubungan adiknya dengan tunangan nya itu ,dia tak bisa diam saja membuat kebencian Kai makin menumpuk terhadap dirinya .
"Mak sepertinya kita harus membatalkan perjodohan ini "
Bapak sampai batuk mendengar itu ,bagai mana bisa mereka membatakna nya mau di taruh di mana muka mereka orang yang akan menjadi calon mertua Kian bukan orang sembarangan jika sampai begitu sama saja mereka sudah menghina keluarga itu .
"Jaga ucapan mu kian ,ini cuma masalah waktu nanti juga adikmu lupa sendiri sudah lah nanti dia juga pulang "
Mereka tak pernah sadar bagai mana memerlakukan Kai dengan tak adil selama ini , dia merasa tersisihkan dari keluarga nya sendiri kedua orangtua nya lebih peduli pada Kian yang berprestasi di bidang akademi tanpa tau bakat Kai yang sangat luar biasa pada seni ,setiap waktu perlakuan itu membuat kedua kaka beradik itu semakin jauh Kai sengaja menjauh dia tak mau terus menjadi bayangan kakanya membuatnya tak berarti .