Problematic Handsome

Problematic Handsome
10



Sudah lama Sean duduk di bangku pojok cafe itu ,berharap Bie menghampirinya walaupun hanya sebentar, dia sudah menghabiskan tiga gelas bubble tea perutnya sudah penuh dengan itu ,kaka Bie hanya memandang Sean dia mulai kasin dengan nya, Sean tak peduli hari ini dia ingin bicara dengan Bie dia sungguh-sungguh kepada nya dan tak peduli dengan ucapan Mamih nya ,dan Renbie yang melihat Sean terus memeperhatikan nya kerja mulai luluh juga hatinya, kemudian dia menghampiri Sean memberi nya sebuah catatan yang membuat Sean tersenyum senang ,kemudian Sean bangkit dan keluar dari cafe itu ,kaka Bie melihat itu dan dengan posesif bertanya pada Bie apa yang mereka rencanakan .


"Kamu baikan sama dia Bie ?"


Renbie hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya kakanya terlalu posesif padanya itu tidak baik, Bie sudah dewasa di usianya yang masih muda dia, bisa memilih yang baik dan buruk untuk hidup nya ,tentu saja dia tau kaka nya seperti itu karna terlalu menyayangi nya .Setelah pulang sekolah Sean sengaja menunggu Bie di cafe dia tak akan pulang sebelum Bie mau menemui nya dan ternyata caranya berhasil Bie akirnya mau menemuinya .


Sean tunggu aku sepuluh menit lagi dan sebaiknya kita bertemu di luar cafe.


itu pesan yang Bie tulis saat dia menghampiri Sean ,tentu saja dia senang dan segera keluar dari cafe itu,dan tak lama kemudian Sean melihat Bie datang menghampirinya dia segera membuka pintu mobil nya .


"Di luar dingin Bie ayo masuk "


Bie menurut dan masuk kedalam mobil sean .


Malam itu Chandra masih berada di sekolah besok adalah hari H acara pensi dia harus latihan untuk yang terakhir kalinya sebelum besok pentas ,Chandra sedang serius latihan dengan gitar nya ,dia sangat mencintai musik jika sudah berkaitan dengan yang nama nya musik dia akan sangat fokus dan melupakan apapun di sekitarnya ,Wendy memandang Chandra dengan serius dia selalu tersihir dengan pesona Chandra yang cool ,tapi kemudian dia kaget karna Chandra tiba-tiba berbalik melihatnya ,Wendy langsung gelagapan dan salah tingkah .


"Apa wen ? "


"Hehmm apa "


Chandra tersenyum melihat Wendy gelagapan dia sudah tau Wendy sedang bengong memandangnya ,ponsel Chandra berdering dan itu dari Ibunya dia lupa memberi tahu Ibu aka pulang malam .


"Iya bu ,maaf bu di sekolah sedang ada acara Chandra pulang sebentar lagi .Apa Soya ? aku gak tau ,hmmmm iya baik "


Chandra tak tau Soya hari ini tak masuk sekolah dan ternyata dia sakit Ibu menyuruh nya untuk menjenguk Soya sebelum pulang ,Wendy melihat ekspresi Chandra yang langsung berubah setelah menerima telpon itu.


"Kenapa Chan ada masalah ? "


"Enggak ,"


Chandra langsung memasukan ponselnya ,lalu tersenyum .


"Ini udah kan aku harus langsung pulang nih ,kamu mau bareng Wen ?"


"Rumah kita kan beda arah ,"


"Sama kok aku mau ke rumah Soya dulu "


Wendy semakin yakin di antara mereka berdua pasti benar-benar ada hubungan .


Sementara itu Kai seperti biasa sejak pulang sekolah sudah di sibukan dengan soal-soal yang tutornya berikan, dia sudah ingin muntah tak tahan dengan semua pelajaran yang di berikan tutor nya itu ,setiap orang punya kekurangan dan kelebihan nya masing-masing dia tak cocok dengan cara belajar langsung seperti itu .


Gisela yang melihat Kai sudah tak bisa menerima cara belajar yang di ajarkan nya mulai berpikir untuk merubah proses mengajar nya .


"Kai kamu baik-baik saja ?,matamu sampai hampir menangis "


"Kak aku sudah tak sanggup rasanya kepalaku akan meledak "


Gisela kasihan juga melihat Kai yang seperti itu ,kemudian dia mengajak kai keluar sebentar makan bakso di tukang bakso pinggir jalan yang tak jauh dari rumah Kai ,saat sampai di sana Kai hanya mematung dia tak biasa makan di pinggir jalan seperti itu kenapa tutornya mengajaknya ke sana .


Gisela yang melihat Kai hanya bengong langsung menarik tangan nya dan menyuruh nya duduk di bangku dekat gerobak baso itu dia kemudian memesan dua mangkuk bakso dan membayarnya sendiri ,Kai kaget baru pertama kali dia di teraktir biasanya dia yang membayar apapun ketika makan bersma seorang gadis .


"Kenapa kaka yang bayar ? "


"Gak apa-apa aku baru gajihan dan ini juga permintaan maafku yang sudah keras pada mu "


Kai menurut saja ternyata tutor nya baik juga  ,dia mulai memakan bakso yang masih mengepul itu dengan lahap ,Kai kaget karna rasanya sangat enak biasanya dia makan bakso di restauran tapi bakso di pinggir jalan depan rumah nya sangat luar biasa bagi nya kenapa dia baru memakan nya sekarang .


"Gimana enak ,?"


Tanya gisela yang melihat Kai makan dengan lahap.


"Enak banget kak wahh aku baru tau tempat ini jual bakso enak begini "


Akhirnya mood Kai membaik gisela awalnya kasihan melihat Kai yang sudah stres dengan soal yang di berikan nya .


"Kak boleh minta satu mangkuk lagi ,?"


Gisela melotot bahkan bakso milik nya belum dia sentuh, mangkuk Kai sudah habis tak bersisa ,bisa bangkrut dia.


Hening itulah suasana yang terjadi antara Sean dan Renbie, hanya Sean lah yang bersuara Bie membalas nya lewat tulisan, mungkin jika orang melihat itu akan sangat aneh tapi begitulah hubungan mereka ,Sean tak mau Bie menjauhi nya, dia tak peduli dengan keadaan Bie yang dia tau perasaan nya sungguh-sungguh dia ingin Bie jujur dengan hatinya .


"Aku tak peduli tentang kekurangan mu Bie aku juga manusia yang tak sempurna ,jika kamu menjauhiku karna itu aku tak akan terima kecuali kamu benar-benar tak menyukai ku "


Sean terus menatap Bie lekat dia ingin kejujuran bukan rasa tak percaya diri Bie .


"Aku juga menyukai mu tapi aku sangat merepotkan apa kamu tak keberatan mungkin aku akan membuat mu malu dan susah "


Sean menangkup pipi Bie lembut membuat dia mentatap nya mata seseorang tak mungkin bohong .


"Bie aku menyukaimu bukan karna kelebihan yang kamu miliki mari kita atasi masalah yang nanti kita alami bersama bukankah manusia tak mungkin bebas dari masalah "


Bie menangguk dan tersenyum benih-benih cinta di antara mereka tumbuh subur ,mata mereka saling bicara ,tergambar jelas ada rasa yang sama di sana ,rasa yang sama-sama mencintai .Sean mulai mendekatkan wajahnya pada Bie hingga dia bisa merasakan nafas hangat Bie yang menerpa wajahnya hampir saja ,tapi tiba-tiba.


"Tuk tuk tuk "


Ada yang mengetuk kaca mobil Sean .


"Sedang apa kalian ,?bie ayo pulang "


Kaka Bie memngagetkan Sean hampir saja dia mengecup bibir merah jambu Bie bisa gawat jika dia tau .


SEAN DAN RENBIE.