
Mentari senja indah cuaca cerah hingga sore hari ,sinar nya memantulkan bayangan dirinya dan Chandra bahkan bayangan nya pun sangat tampan di mata Soya ,mereka berjalan beriringan Soya yang selalu ceria berjalan riang di belakang Chandra. Jika dia tak bisa mengikuti langkah kaki nya setidaknya dia bisa bersama bayangan nya ,bahkan dengan iseng dia memotret bayangan itu ,mereka berjalan menuju tempat parkir Kai sudah lebih dulu pulang karna di jemput kakanya sedangkan Soya sengaja ingin di antar pulang Chandra dan beralasan sopir nya sedang sakit ,Chandra memberikan satu helem nya pada soya dia masih celingukan karna tak mengira chandra membawa scooter ke sekolah ,sejujurnya dia sedikit takut ini pengalaman pertamanya .
"Ayo "
Chandra sudah naik dan menunggu Soya yang bengong.
"Ahh iya ,apakah kaka sering naik ini ,?"
Chandra tau sepertinya soya takut naik scooter bahkan dia belum memakai helem dengan benar.
"Sini "
Chandra menarik lengan Soya membuat nya sedekat mungkin dengan nya ,meskipun dia sudah duduk di scooter nya tetap saja masih lebih tinggi dari Soya ,perlahan dia pasangkan tali pengikat helem di leher Soya membuat jarak wajah nya dan soya sangat dekat, bahkan soya bisa merasakan hembusan nafas hangat chandra ,membuat jantung nya tak karuan ,garis wajah nya yang bisa sangat jelas di lihatnya ,bulu matanya yang lentik hidung nya yang mancung lebih indah dari sebuah pelangi di mata Soya .
"Nah sudah ayo naik gue sering bawa ini jadi jangan khawatir "
Dengan kikuk soya akhirnya naik scooter itu dia langsung melingkarkan tangan nya di perut chandra .
"Woy jangan kenceng-kenceng gue engap nih "
"Ahh maaf hehe "
Jika di tanya apa saat yang paling indah di hidup nya, Soya akan menjawab saat ini dia sangat bahagia bisa sedekat ini dengan Chandra bahkan dia bisa memeluk nya secara langsung ,menempelkan pipinya di punggung lebar Chandra dia tak peduli dengan tatapan siswi lain yang melihat nya dengan iri ,yang jelas dia sangat amat bahagia .
Sean masih tak percaya dengan keputusan Bie yang akan sekolah di Prancis tapi dia tak bisa melarang nya ,memang siapa dia hanya seorang pacar yang tak membiyayai hidup nya bahkan tak bisa menjamin masa depan nya ,yang bisa dia beri hanya cinta dan sayang nya yang sangat besar ,Sean sangat mencintai Bie sampai tak sanggup jika harus berjauhan apalagi selama dua tahun ,tapi Bie menggengam tangan Sean dan menyakinkan nya bahwa hatinya tak akan kemana-mana bukan kah cinta mereka cukup kuat untk melawan jarak .
" mau bagai mana lagi tapi aku sedih sekali ini seperti mimpi "
Sean menundukan kepalanya di bahu Bie dia sangat berat melepas kepergian nya dia takut di sana Bie jatuh cinta lagi , Bie perlahan mengusap rambut pacar nya itu mereka bagai putri dan pangeran dalam derama, semua pengunjung cafe sampai memperhatikan mereka bukan karna risih tapi karna mereka memang benar-benar cocok satu sama lain ,Sean perlahan mengangkat kepalanya memandangi wajah Bie sangat lama dia ingin menyimpan nya dalam memory terdalam milik nya .
Sean langsung meminta izin kakanya bie untuk mengajak nya keluar malam itu ,dia ingin menghabiskan banyak waktu bersama Bie sebelum keberangkatan nya besok, kaka Bie lagi-lagi tak tega dengan tatapan memelas adik kesanyangan nya dan tentu saja dengan berat hati mengizinkan nya .
"Jangan sampai lecet adik saya dan Bie juga belum makan inget Sean "
"Siap kak jangan khawatir "
Sean mengajak Bie ke tempat di mana dia tinggal selama satu minggu ini ,setelah kejadian tempo hari antara Bie dan Mamih nya dia tak pulang lagi ke rumah dan malah diam di sini ,sebuah rumah dengan gaya eropa kelasik sepertinya rumah itu sudah cukup tua begitu Sean datang dia langsung di sambut hangat oleh pemilik rumah ,yang tak lain adalah Oma nya dan sepertinya dia sudah tau banyak tentang Bie ,Sean selalu curhat masalahnya pada Oma kesayangan nya itu.
"Oma dia Bie pacar Sean "
Oma langsung memandangi Bie,dan Bie merasa takut jika Oma akan sepeti Mamih nya Sean yang tak menerima kehadiran nya.
"Hallo sayang pasti berat ya selama ini ,ayo masuk nak "
Tapi Oma dengan tulus memeluk Bie membelai rambut nya dia sangat baik dan penuh kasih sayang ,bahkan dia membuatkan syal rajut khusus untuk Bie dan dia beri nama cucu perempuan ku ,ini saat-saat yang paling membahagiakn dalam hidupnya ,Bie tak bisa menahan air matanya sudah lama dia tak mendapat kasih sayang seperti ini .
Kai terus memandangi tutor cantik nya yang sedang fokus memeriksa soal yang baru dia kerjakan wajah manisnya terbingkai dengan kacamata bulat, rambut coklat panjang bibir nya yang menggemaskan dan hidung yang mancung,dia bagai gula dalam hidup Kai yang suram perlahan garis-garis yang kai bentuk membuat gambaran indah tentang apa yang baru di lihatnya ,Gisela selesai dengan penilaian nya dia kemudian tersenyum bangga Kai banyak kemajuan sekarang ,tapi yang di lihatnya malah sibuk dengan pensil dan buku di hadapan nya sedang menggambar apa dia pikirnya ,perlahan Gisela mendekatkan kepalanya ke arah gambar kai mengintip apa yang sedang dia gambar ,sepertinya dia pernah melihat wajah itu.
"Itu aku ?"
Kai kaget dan langsung mengangkat kepalanya dia tak mengira gisela sedang memperhatikan nya, dan lagi jarak nya sangat dekat bahkan hampir saja bibir mereka beradu membut wajah gisela langsung bersemu merah jambu, itu membuat jantung Kai langsung berdegup kencang dia tak bisa mengendalikan dirinya dengan cepat dia pegang wajah gisela dengan kedua telapak tangan nya kemudian mengecup bibir merah gisela .
"Aku harus ke toilet "
Ucap gisela gagap dan juga salah tingkah setelah di kecup Kai ,Kai merasa bodoh dia baru sadar dengan apa yang di lakukan nya kenapa dia bisa kelepasan seperti tadi bagai mana jika Gisela murka setelah ini ,