Problematic Handsome

Problematic Handsome
44



Rapat ber jam-jam yang menguras tenanga dan pikiran itu akhirnya selesai juga ,rapat bulanan yang rutin ini membahas semua keperluan hotel dari yang sederhana sampai yang paling rumit ,Sean keluar ruangan sambil terus memijit keningnya dia sangat pusing banyak yang harus diperbaiki dan di tata ulang, dari belakang sekertaris pribadinya mengekori sambil mencatat semua hal yang Sean katakan seperti nya malam ini juga dia akan lembur ,sesampai nya di ruangan Sean langsung menjatuhkan pantat nya ke kursi kerja empuk nya dia menghembuskan nafas beratnya menengadah memandang langit-langit ruang kerjanya dengan tatapan kosong menerawang .


"Pak ini kopi nya "


Sepertinya dia pegawai baru di hotel ini ,niat nya ingin membuat Sean terkesan dengan membawakan nya kopi ,jelas Sean tak suka dengan kopi apalagi yang di bawanya kopi amerikano yang pahit ,Sean menatap lekat wajah karyawan perempuan itu mood nya sedang tak baik kemudian dia mengusap wajahnya .


"Bawa lagi kopi nya ,"


Ucap sean dingin dan ketus ,dengan muka memelas karyawan itu keluar sambil membawa kembali kopi di tangan nya ,di luar dia bertemu sekertaris pribadi Sean.


"Ada apa dengan wajahmu ri "


"Kata paman ,aku harus baik-baikin Pak Sean ,tadi aku bawa kopi ke ruangan nya dia  malah terlihat marah "


Sekertaris yang tak lain adalah paman karyawan baru itu gemas bukan main pada keponakan polosnya .


"Ri Pak Sean tak suka kopi ,dia hanya minum bubble tea kan paman sudah bilang kemarin kamu lupa "


Dia kira yang di ucapkan paman nya tempo hari itu hanya candaan ,pasalnya Pak Sean yang menjadi bos nya itu bukan anak-anak atau remaja lagi dia pria dewasa yang terlihat cool yang tak mungkin minum minuman manis ber susu seperti bubble tea ,dia merasa akan terus sial di hotel ini setelah kesan pertama pada bos nya hancur .


Mood Sean yang benar-benar buruk di perkeruh dengan Mamih yang datang tiba-tiba dia menjemput Sean agar mau ikut ke pesta ulang tahun Mina malam ini ,di lihatnya pekerjaan yang masih menumpuk dia tak mungkin ikut ke sana, sementara itu Mamih masih kukuh dan menunggu di ruang kerja nya dia tak akan pergi sebelum Sean ikut dengan nya ,bahkan dia sudah membawa satu set baju dan sepatu untuk Sean kenakan ,Mamih ingin anak satu-satu nya itu punya pacar seperti anak teman-teman nya tapi Sean terus sibuk dengan pekerjaan nya Mamih takut Sean tak bisa move on dari cinta pertamanya .


"Ayo dong mamih sudah janji akan membawa mu Sean "


Tangan nya menunjuk tumpukan dokumen di depan nya sudah Sean katakan beberpa kali dia tak mungkin pergi.


"Pak Samuel bisa kan ngehendel kerjaan Sean ,Pak Samuel kan sudah lama kerja di sini "


Sebenarnya biasa saja ,tapi dia tak mau melakukan nya tanpa di suruh Sean tau sendiri bos muda nya itu sangat teliti dan rewel soal kerjaan, dia selalu ingin kesempurnaan berbeda dengan Papihnya dulu yang lumayan santai ,Pak Samuel hanya mengangguk pelan dan Sean mendengus kesal mamihnya benar-benar bertekad sekali kali ini .


Sean keluar ruangan setelah mengganti bajunya dengan baju yang di bawa Mamih ,Riri si karyawan baru tak berkedip mandang nya Sean mengenakan setelan jas mewah berwarna coklat dengan kemeja yang kancing atasnya di biarkan terbuka , memperlihatkan sedikit dada nya yang berotot dia seprti karakter komik yang baru-baru ini di baca nya bagai mana ada lelaki sesempurna Sean bahkan artis yang sedang naik daun idola nya pun kalah tampan dengan Sean ,matanya terus mengikuti arah Sean berjalan dia mengekori langkah mamihnya keluar hotel .


Saat sampai di sana pesta baru saja di mulai ,Sean sampai ngebut karna mamih tak henti-hentinya berceloteh memarahi nya dia takut akan letinggalan pesta, tapi lihatlah pestanya saja baru di mulai setelah menyapa Mina dan keluarganya kini Sean duduk di salah satu meja sambil minum segelas jus yang tersedia di sana matanya menyapu seisi gedung yang di hias mewah , kemudian matanya seketika membulat dia memastikan apa yang di lihatnya benar atau hanya hayalan nya lagi ,tapi kali ini dia benar dia melihat Bie di sana cinta pertama yang tak bisa di lupakan nya dia terlihat bersama beberapa temannya, Sean bangkit hendak menghampirinya untuk sekedar menyapa dan berharap mendapat kesempatan untuk dekat kembali dengan Bie tapi langkahnya terhenti saat seorang pria datang dan merangkul pundak Bie ,Sean melihat mereka dari kejauhan terlihat tertawa bersama bahagia Sean perlahan mundur hatinya sakit padahal hubungan mereka sudah berakhir lama ,dia berjalan keluar gedung berdiri di balik tiang beton bangunan itu sambil menyandarkan tubuhnya kemudian merogoh saku jas nya mengambil sebungkus roko yang sempat dia masukan saat di hotel tadi ,mengambilnya sebatang kemudian mulai membakar nya ,asap keluar dari mulut tipis Sean asap itu menjauh pergi bagai cinta nya yang sudah tak bisa kembali lagi ,kenapa hari ini rasanya kacau sekali untuk nya .


"Kak Sean "


Sebuah suara meanggilnya ,suara yang tak di kenalnya ,Sean berbalik melihat siapa pemilikn nya dia kaget bahkan rokok yang sedang di pegang nya jatuh ,saat di lihat nya senyum cantik yang begitu dia rindukan sekarang bisa memanggilnya ,dengan suara yang tak kalah lembut dari tatapan matanya ,sean hampir menangis saking rindu nya dia ingin memeluk tubuh wanita yang begitu di cintai nya itu ,


"Bie kamu ,,"


Belum sempat Sean melanjutkan kalimat nya Bie datang menubruk tubuh nya kemudian memeluknya erat ,Sean bahkan menampar pipinya sendiri dia takut ini hanyalah mimpi yang akan berakhir sakit saat dia bangun, tapi pipinya sakit dia tak bermimpi ini nyata ,dia membalas pelukan itu dengan segenap rindu yang tersampaikan .


Bie menyesali perbuatannya sendiri ,saat dia terbawa emosi dan mengirim Sean pesan itu menyalahkannya atas semua perbuatan yang di lakukan Papihnya yang bahkan tak di ketahui Sean ,dia menyesal mengakhiri hubungan itu dengan cara yang buruk setelah hari itu tak satupun kenangan manis yang telah mereka buat bisa Bie lupakan ,bahkan dia sering menangis jika mengingat betapa hangatnya Sean betapa manis dan baiknya dia ,Bie selalu ingin berlari kemudian kembali padanya memeluknya seperti saat ini tapi dia terlalu malu untuk itu apalagi setelah Sean mengembalikan semua harta keluarga nya Bie semakin merasa bersalah padanya, kenapa Sean harus menebus kesalahan yang tak dia lakukan ,andai saja dia tak datang malam ini andai saja dia menolak ajakan kak Dimas produser nya sekaligus kaka Mina untuk datang ke pesta adiknya itu, dia tak akan berakhir di pelukan Sean seperti sekarang ,saat di dalam tadi Bie jelas melihat Sean yang datang dengan Mamihnya ,dia semakin tampan sekarang bahkan para gadis di pesta itu langsung membicarakan nya, termasuk teman-teman SMA Bie yang hadir di sana ,dia ingin menyapanya bahkan hampir jika saja kak Dimas tak datang mengajaknya untuk berkenalan dengan orangtua nya setelah itu Sean menghilang dari dalam pesta ,Bie mencari nya hingga keluar dan mendapati Sean sedang melamun sambil merokok dia terlihat sedih membuat hatinya sakit ,perlahan dia berjalan mendekati nya setiap langkah kakinya membuat rindu di hatinya semakin menyesakan ,saat dia memanggil Sean untuk pertama kali nya dan lelaki itu menatap nya dengan tatapan yang masih sama ,dia tak bisa menahan tubuh nya untuk memeluk orang yang paling di cintai nya itu .