Problematic Handsome

Problematic Handsome
Pensi



Jam istirahat. Soya dengan semangat menenteng kotak bekal yang dia buat sendiri untuk Chandra, dengan riang dia berjalan menuju kelas Chandra tapi begitu sampai di sana dia tak melihat keberadaan nya, yang ada hanya beberapa siswi yang sedang ngobrol dengan Kai. Kai yang melihat Soya celingukan cukup lama di depan pintu akhirnya melambaikan tangannya.


"Hai Soya ada apa ? "


"Hai kak, kak Chandra mana ?"


"Gak tau tadi gue ketiduran eh pas bangun dua kecebong itu udah gak ada "


Soya tersenyum melihat Kai kesal dengan ulah kedua sahabat nya, salah satu teman sekelas mereka akhirnya memberi tahu Soya kalau Chandra sedang kumpulan di ruang musik. Setelah mendapat informasi itu dengan cepat Soya menuju ruang musik.


"Siapa dia Kai ?"


"Kasih tau gak yah, traktir dulu baru gue kasih tau "


"Biasanya loe yang traktir kita sekelas "


"Lagi boke ,sepertinya gue harus makan di kantin "


Sementara itu saat bel istirahat berbunyi Sean langsung pergi ke cafe di depan sekolah, dia sudah tak sabar ingin bertemu Bie meskipun di sana ada pawang Bie yaitu kakaknya yang setiap saat mengawasi. Tapi saat tiba di sana dia tak menemukan keberadaan Bie, Sean bertanya pada salah satu pegawai di sana dan ternyata Bie juga sekolah sama sepertinya, Sean kira karena Bie tak sempurna dia tak sekolah normal sama sepertinya.


"Apa pulang sekolah Bie akan kesini "


"Kurang tau sih ,tapi kata Pak Haerul non Bie sedang ada pensi mungkin dia tidak akan kesini karena pasti sampai malam di sekolah "


Setelah mendapatkan cukup informasi Sean dengan malas kembali ke sekolahnya dia ingin menyusul Kai saja yang sedang makan di kantin.


**


Soya akhirnya sampai di depan pintu ruang musik sepertinya mereka sedang berlatih. Dua bisa mendengar suara musik dari dalam ruangan itu dan saat dia mencoba mengintip dari balik pintu yang pertama kali di lihatnya adalah Chandra yang sedang memainkan gitar. Soya seketika terpesona melihat nya hingga dia tau Chandra tak sendiri, saat dia hendak masuk menghampiri Chandra, Soya melihat Chandra bersama Wendy yang sedang bernyanyi dengan suara yang sangat merdu. Soya bisa melihat ekspresi Chandra yang terlihat sangat bahagia mereka saling balas senyuman dan sesekali tertawa bersama. Chandra tak pernah terlihat seperti itu saat bersamanya. Segera saja dia menutup kembali pintu yang hendak di buka kemudian pergi dari sana. Tanpa Soya sadari dari dalam Chandra melihat seseorang yang membanting pintu. Dia merasa seseorang yang dikenalnya datang, tapi kemudian dia kembali fokus bermain gitar.


Kantin sekolah yang biasanya sepi mendadak ramai karena Kai dan Sean yang biasanya tak pernah ke sana tiba-tiba terlihat sedang asik memakan masakan kantin. Biasa nya mereka bertiga akan makan di restauran dekat sekolah, tapi karena uang jajan Kai yang di kurangi Bapak dengan terpaksa dia makan di kantin sekolah. Karena Sean tak ingin makan sendri dan akhirnya menyusul Kai.


"Kai loe pernah ke sekolah seni ? "


"Pernah mantan gue ada dua di sana, kenapa ? "


Sebarnya Sean malu mengatakan nya tapi dia tak mungkin ke sana sendirian, dia ingin melihat Bie.


"Emmmmm kita ke sana pulang sekolah nanti ya, loe anter gue "


"Mau apa tumben-tumbenan loe, ahhhh cewek loe sekolah di sana ya "


Sean mengangguk. Dia tak ada pilihan selain mengajak sahabatnya itu.


"Ok ok beres "


Sore sepulang sekolah ketiga pria tampan itu sudah di depan gerbang sekolah seni. Sean ragu-ragu untuk masuk ke dalam sekolah itu, langkah nya maju mundur membuat kedua sahabatnya gemas dan menggandeng nya dari kiri dan kanan nya.


"Lama akh loe ayoo !!"


Ucap Kai yang di angguki Chandra.


Mereka menyeret Sean masuk ke dalam sekolah. Sudah pasti sekolah itu heboh kedatangan ketiga pria itu, hampir semua siswa di sana sudah kenal dengan ketiga pangeran itu. Mereka populer di kalangan anak SMA. Bahkan SMA luar juga tau kepopuleran tiga pria itu. Mereka bagai selebritis di kalangan siswa. Sejak kedatangan Sean dan geng sekolah mendadak heboh, mereka ribut ada juga yang teriak-teriak norak. Berteriak histeris melihat ketampanan mereka.


"Di mana cewe loe Sean ?"


Sean celingukan dia sudah chat Renbie tapi tak di balas nya, dia juga sudah menelpon nya tapi tak di angkat .


"Hahhhh bar kita paling sepi yah Cha ?"


Samar-samar Sean mendengar obrolan dua orang siswi yang sedang menyebarkan brosur. Jelas dia tau siapa yang mereka maksud Sean menatap mereka tajam dia tak suka mendengar Bie di jelek-jelekan seperti itu.


"Cha lihat mereka cowok populer itu kan ? "


"Bener Sel, kita harus kembali siapa tau mereka mampir ayo !"


Sean mengajak kedua sahabatnya mengikuti kedua siswi tadi dan benar saja mereka satu grup dengan Bie. bar mereka menjual minuman ringan dan cookies, Sean melihat bar itu sangat sepi tak seperti bar lain di sampingnya. Sean langsung menghampiri Bie yang sedang bermain piano.


"Sean loe mau kemana ? "


Kai dan Chandra mengikuti Sean dari belakang. Kai sebenarnya ikut karena ingin cuci mata dan mencari gadis baru yang bisa di ajak nya jalan. Sementara Chandra hanya ingin melihat-lihat karena sekolah ini adalah sekolah yang dulu ingin dia masuki kalau saja Ayahnya tak menentang nya.


"Hai Bie !"


Renbie kaget melihat kedatangan Sean.


"Aku tau kamu di sini dari pegawai di cafe "


Sean sudah tau pasti Bie akan bertanya itu. Bie langsung tersenyum dia senang sean datang ke tempatnya .


"Chan loe nyanyi coba "


Suruh Sean tiba-tiba.


"Kok gue ?"


"Kan loe yang bisa nyanyi di antara kita ayo akhh !"


Dan akhirnya setelah di paksa juga di iming-iming imbalan Chandra akhirnya mau. Dia bernyanyi diiringi piano yang Bie mainkan, sementara itu Sean merekam Bie dalam ponselnya. Orang-orang mulai berdatangan ke bar mereka dan dagangan mereka langsung laris manis. Chandra menyanyikan dua lagu andalannya dengan merdu membuat bar itu langsung di serbu siswa dan siswi di sana. Kai duduk di bangku tak jauh dari mereka memakan cookies yang di beri gratis oleh teman-teman nya Bie. Setelah selesai merekam Sean menghampiri Kai yang duduk sendiri dia kemudian tersenyum melihat hasil rekaman nya.


"Sean sedang apa kamu di sini sayang ?"


sean terkejut kenapa Mamihnya bisa ada di sekolah ini .


"Mamih ngapain di sini ?"


"Mamih di undang kepala sekolah untuk mengisi acara tadi. Mamih kan alumni di sini, kamu ngapain di sini ? "


Sean tak tau harus menjelaskan apa pada Maihnya, keringat dingin mulai bercucuran membasahi dahinya dia tak mungkin jujur.


"Hallo mih "


"Kai Chandra kalian juga di sini"


"Iya mih kita sedang main sambil liat-liat. Tapi kami mau pulang kok ini ya kan Chan ?"


Kai menyikut Chandra agar setuju dengan ucapannya.


"Ahhh benar Mih. Kami mau pulang "


"Oh ya sudah hati-hati sayang "


Mereka memilih kabur dari pada harus berurusan dengan Mamihnya sean, bisa gawat kalau nanti Mamih bicara yang tidak-tidak pada orang tua mereka. Sean yang melihat mereka kabur langsung mengepalkan tangan melihat ketidak kesetiakawanan teman-teman nya itu.


"Awasss kalian "


Dengan ekspresi yang menggemaskan dia memberi siyarat itu pada kedua sahabat nya. Kai dan Chandra memelas meminta maaf, dengan menyatukan telapak tangan mereka berharap Sean mengerti dan tidak mengamuk besok.