
Beberapa perawat membawa Bie masuk ke dalam ruang oprasi ,dan Sean tertahan tepat di pintu masuk ruang itu dia tak di izinkan masuk .Kakinya sudah sangat lemas dia terduduk di sisi koridor tepat di depan ruangan itu ,kemeja yang ia kenakan penuh dengan darah Bie ,tangan nya bergetar tubuhnya menggigil Sean takut bie tak bisa di selamatkan ,dia takut kehilangan Bie untuk yang kedua kalinya .Beberapa saat kemudian kaka Bie datang dia merangkul pundak Sean dan duduk di samping nya .
"Bagai mana ini kak ?"
"Kita serahkan pada dokter dan tuhan ,tapi jika sampai Bie kenapa-kenapa ,kaka sendiri yang akan membunuh si berengsek itu "
Dimas yang babak belur langsung di bawa ke kantor polisi ,kali ini Sean tak akan membiarkan nya lolos ,dia akan memastikan Dimas membusuk di penjara untuk waktu yang sangat lama .Sebenar nya Dimas tak punya niat melukai Bie ataupun sean dia hanya ingin menakut-nakuti mereka ,tapi entah kapan melihat Bie di peluk lelaki lain membuat nya semakin gila ,beberapa tahun menyukai gadis itu membuatnya frustasi Bie tak pernah membuka hati untuk nya semua usaha yang dia lakukan tak pernah membuahkan hasil ,sejak kecil dia tak pernah gagal mendapatkan apapun yang di inginkan nya .Sipat terobsesi nya pada apapun kini telah menjadi malapetaka untuk nya .
Chandra tak melepaskan tangan nya yang menggengam erat jemari Soya ,mereka sudah sampai di bioskop ,seperti biasa dia mengenakan masker dan topi kemudian berjalan dengan cepat ke salah satu ruangan ,Soya merasa aneh karna mereka tak membeli tiket sebelum nya tapi di biarkan masuk ruangan itu ,di sana tidak ada siapapun hanya ada mereka berdua ,di baris ke tiga kursi bioskop telah tersedia popcoren dan minuman .Soya celingukan dia benar-benar merasa aneh tapi Chandra sepertinya biasa saja.
"Kak kok sepi banget sih ,kita juga gak beli tiket tadi ? "
Chandra tersenyum kemudian mengusap kepala Soya.
"Gue udah booking ruangan ini "
Soya langsung membulatkan matanya tak percaya ,dia tak menyangka Chandra bisa seperti ini juga .Dia bukan chandra yang dulu di kenal nya .
"Wahhhh benarkah ,pantas saja "
Film mulai di putar ,dan sepertinya ini film yang tengah ramai di tonton belakangan ini ,film romantis tentang masa remaja yang manis .Entah kenapa Soya merasa tegang padahal ini bukan pertama kalinya mereka berduaan dan nonton ,apa mungkin karnan sikap Chandra yang telah berubah dan bukan dia yang meminta ini ,Soya hanya berusaha bersikap senormal mungkin dan menikmati film itu ,meskipun perhatian nya bukan pada film itu tapi pada Chandra yang duduk di sampingnya dan sejak tadi tak melepaskan genggaman tangan nya .
"Kenapa ?"
Chandra yang sedang serius nonton seakan tau sedang di perhatikan .
"Ahh gak apa-apa"
Soya yang ketahuan sedang memandangi Chandra langsung gelagapan ,kemudian dengan cepat mengambil gelas minuman di sampingnya dan minum.
"Uhukkk uhukkk "
"Ya ampun pelan-pelan kalau minum Soy "
Chandra dengan cekatan menepuk-nepuk punggung Soya pelan ,kemudian mengambil saputangan dari jaketnya dan mengelap bibir Soya ,Soya hanya melongo dia belum terbiasa dengan Chandra yang manis seperti ini ,kemudian saat tatapan matanya beradu sesewatu di dadanya bergemuruh ,Soya hampir gila,dia menatap Chandra yang hanya di siniari cahaya dari film yang sedang di putar di layar lebar, dia bagai sebuah karya seni yang tampan ,sangat tampan .
"Elo kenapa dari tadi kaya orang linglung ,gak suka ya nonton ini ? "
Dari tadi Chandra sebenarnya memperhatikan tingkah soya yang aneh ,tak biasanya gadis itu menjadi pendiam .
"Aku belum terbiasa dengan ini ,sikap kaka yang manis ,entah kenapa membuat ku gerogi "
Muka soya bersemu merah dan untung nya di sana gelap dia memang tak pernah bisa berbohong ,Chandra hanya tersenyum mendengar perkataan gadis menyebalkan di depan nya yang kini terlihat begitu manis .Dengan lembut Chandra mengusap pipi mulus Soya kemudian menangkup nya ,perlahan dia dekatkan wajah nya pada wajah gadis itu kemudian dengan lembut mencium bibirnya sekilas .Perbuatan Chandra barusan membuat seolah nyawa nya pergi sebentar dari badan nya ,Soya tak bisa berkata-kata tubuhnya membeku ,tapi lihatlah lelaki itu dia seolah biasa saja dengan perbuatan nya barusan .
"Manis rasa colla "
Ucap chandra sambil tersenyum ,melihat muka Soya yang tambah menggemaskan karna terkejut, dia tak bisa menahan untuk tak melakukannya lagi ,dan kini Chandra melakukannya dengan benar ,Chandra menarik tangan soya agar tubuhnya mendekat ke arah nya kemudian mencium bibirnya lama ,Soya hanya memejamkan matanya merasakan sentuhan lembut bibir Chandra bermain di bibirnya ,kemudian dengan refleks dia kalungkan tangannya di leher Chandra dan Chandra mulai memeluk tubuhnya .Soya merasa tubuhnya memanas entah sensasi apa ini ,dia tak tau karna ini ciuman pertama nya,dia mulai kehabisan nafas dan sepertinya Chandra juga begitu , perlahan dia lepas ciuman nya itu kemudian menempelkan keningnya pada kening Soya ,tatapan mata mereka beradu Chandra tersenyum lagi ,lelaki itu telah benar-benar menerima nya dan mencintai nya .
"Love you soya"
Mendengar kata itu dari Chandra dan dengan jarak sedekat ini Soya sempat berpikir ini semua hanya mimpi ,dia tak bisa menahan kebahagiannya air mata bahagia itu menetes dari mata indah nya .
"Loe kenapa nangis ?"
"Aku terharu apa ini mimpi ,ku harap jika ini mimpi jangan ada yang membangunkan ku "
"Ini bukan mimpi "
" love you to kak ,dan akan selalu begitu sampai kapan pun "
Dalam suasana yang romantis itu ponsel Chandra tiba-tiba berbunyi dan itu telpon dari Sean ,Chandra heran karna biasanya dia jarang menelpon nya paling juga mengirim pesan ,dia kemudian melepas pelukan nya dari Soya.
"Benatar ya sean nelpon ,hallo tumben banget loe nel....apa ,,? Kalian kecelakaan ,terus apa ,ok gue ke sana ,iya ok "
Soya mulai khawatir karna sepertinya Sean dalam masalah ,Chandra menatapnya .
"Soy kita kerumah sakit ya, loe ikut dulu abis itu tar gue anter pulang "
"Siapa yang kecelakaan kak apa parah ? "
"Pacar sean ,dia butuh donor darah dan kebetulan golongan darah nya sama kaya gue, di RS lagi kekurangan stok "
"Ya udah ayo cepat kak "
Baru saja seorang suster keluar dari ruang oprasi ,peluru di tubuh Bie sudah bisa di keluarkan tapi masalah nya sekarang dia banyak kehilangan darah dan harus segera mendapat transfusi .Kaka Bie dan Sean golongan darahnya berbeda dengan Bie ,dan gawat nya lagi di rumah sakit stok darah sedang menipis dan golongan darah AB yang di butuhkan Bie tak ada ,untung saja Sean ingat bahwa Chandra juga golongan darahnya AB ,langsung saja dia minta Chandra segera datang dan menolong Bie .
"Gimana teman mu bisa datang Sean "
"Bisa kak kebetulan dia sedang di dekat sini sebentar lagi juga sampai "
"Syukurlah "
Wajah mereka terlihat tegang sudah hampir 4 jam Bie di ruangan itu ,dia masih beruntung karna peluru itu tak mengenai organ penting di tubuhnya ,oprasi sudah hampir selesai ,beberpa saat lalu Mamaih dan Papih Sean menelpon karna mereka belum datang ke rumah dan saat Sean menjelaskan situasi nya ,mereka langsung panik dan berangkat ke rumah sakit .
Benar tak butuh waktu lama Chandra sudah tiba di rumah sakit dan dengan cepat menghampiri Sean dan kaka nya Bie di sana ,Sean langsung mengantar Chandra menemui suster yang menunggu nya ,sementara itu Soya tak bisa hanya diam saja dia berinisiatip pergi ke mini market rumah sakit membeli minuman dan makanan ringan untuk mereka ,Soya tau pasti Sean dan kaka nya Bie tak sempat makan dari sore .
"Ini kak minum dulu "
Soya yang telah kembali dari mini market kemudian duduk di sebelah kaka nya Bie .
"Terimakasih "
kaka Bie menerima air pemberian Soya dan langsung meminumnya ,Sean juga kembali dari ruangan itu dan kini Soya memberikan minuman itu lagi pada Sean .
"Ini kak "
"Makasih soy "
Setelah pengambilan darah selesai Chandra menghampiri mereka kemudian duduk di sebelah Soya ,saat itu sudah malam dan udara sudah mulai dingin Soya hanya mengenakan kaos dan celana jins ,Chandra tau pasti dia kedinginan ,dia kemudian membuka jaketnya dan memakaikan nya pada Soya .
"Pakai ini tar masuk angin "
"Ehh kaka juga dingin kan ,gak usah "
"Gue gak gampang sakit ,elo yang gampang sakit tar gue juga yang khawatir "
Soya menurut dan memakai jaket yang kebesaran di badan nya itu .