Problematic Handsome

Problematic Handsome
11



Malam itu hujan turun tiba-tiba cuaca yang tadinya cerah mulai di basahi rintikan hujan tipis ,di dalam mobil itu hanya ada Wendy dan Chandra tak ada kata yang terucap di antara keduanya hanya hati Wendy yang di penuhi pertanyaan ,tentang siapa soya tapi apakah dia berhak bertanya dia bukan siapa-siapa untuk Chandra, hanya teman seperkumpulan di sekolah selama hampir tiga tahun dia selalu mengagumi nya, mungkin bukan hanya dia tapi banyak wanita di sekolah nya ,Chandra sangat baik padanya saat ulang tahun nya Chandra memberinya hadiah sebuah gitar dan bahkan dia yang mengajarinya hingga kini dia mahir ,Wendi terus mencuri pandang kepada Chandra berharap pertanyaan dalam hatinya terjawab tanpa dia harus bertanya .


"Wen udah sampe "


"Yahhh ,apa?"


Wendy kaget dan gelagapan.


"Sudah sampai Wendy "


Chandra mengulangi ucapannya.


Rasanya waktu selalu cepat berjalan ketika dia di samping Chandra .


"Makasih nya udah mau nebengin "


"Santai ajah ,jangan telat besok "


"Ok "


Mobil Chandra kembali melaju Wendy hanya terpaku di bawah rintikan hujan yang semakin deras .


Mungkin ini adalah musim semi dalam hidup Sean dia tak pernah sebahagaia ini setelah menyelesaikan masalah nya dengan Bie, kini dia sedang berbaring memandangi ponsel nya yang terdapat foto nya dan Bie ,dia sangat cantik di mata Sean ,Be seperti seorang peri ,tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk .


"Sean sayang ayo makan malam "


"Udah makan kenyang "


Sean memang kenyang dengan bubble tea.


"Sean makan saja sedikit juga gak apa-apa Mamih ada tamu gak enak nak "


Dengan malas Sean bangkit dari rebahan nya yang nyaman ,di meja makan ada seorang gadis yang tak di kenal nya mungkin itu tamu yang di maksud Mamih nya, gadis itu berdiri begitu Sean datang .


"Hallo kamu pasti Sean perkenalkan namaku Mina "


Gadis itu mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Sean ,tapi Sean pura-pura tak melihat nya dan hanya membungkuk menghormati Mina ,hanya Bie yang boleh menyentuh nya pikir Sean, dia kemudian duduk di samping Mamih nya ,malam itu hanya ada mereka bertiga Papih sean jarang di rumah karna harus mengurus bisnis di luar negri .


Mina adalah siswa yang di pilih Mamih Sean untuk berduet dengan nya di konser nanti dia juga anak kepala sekolah, dari awal sampai akhir makan malam Mamih nya tak berhenti membanggakan mina dan memujinya ,Sean acuh tak acuh mendengarnya dia tak peduli sama sekali ,sedangkan Mina hanya bisa tersenyum melihat ketampanan Sean yang sempurna ,dia tak peduli dengan sikap Sean yang acuh tak acuk padanya bisa makan malam dengan nya saja sudah sangat membuat nya bahagia .


Ketika hujan semakin deras Kai dan Gisela terjebak di tenda tukang bakso, mereka tak mau baju nya kebasahan dengan mencoba menerobos hujan, udara malam ini semakin dingin dan gisela lupa membawa jaketnya yang ada di kamar kai, dia hanya mengosok-gosokan telapak tangan nya membuat tubuhnya hangat ,Kai yang memang sudah berpengalaman dengan keadaan seperti itu membuka jaket yang di kenakan nya .


"Ini kak "


"Gak usah kamu juga kan dingin "


"Kak kulit cowok lebih tebel dari cewek "


"Memang kulit mu kulit badak Kai haha"


Kai menjawab asal dan membuat Gisela tertawa dari mana Kai mendapat informasi itu kemudian dengan sedikit di paksa akhirnya Gisela menerima jaket Kai dan memakainya ,


Kai mulai menyadari ternyata tutor nya cantik dengan senyum yang sangat menular, mungkin selama ini pesonanya tertutupi oleh kegalakan nya .


"Chandra ayo masuk nak hujan-hujan begini kamu bela-belain kesini untuk menjenguk Soya ,manis sekali "


Bukan Chandra yang mau tapi Ibunya ,bagai mana dia akan mulai menyukai Soya jika segala yang di lakukan nya harus atas suruhan orangtua nya ,Chandra hanya tersenyum dan berprilaku sopan di sana , Mamihnya Soya mengantar Chandra ke kamar Soya dan meninggalkan nya di depan pintu Chandra membuka pintu kamar itu ,dia dengan ragu-ragu masuk ke dalam, ini pertama kalinya dia masuk ke kamar seorang gadis meskipun punya dua adik perempuan dia tak pernah masuk ke kamar adiknya, apalagi setelah mereka masuk masa puber selangkah saja masuk dia akan kena omelan Elsa yang cempreng ,kamar Soya sangat bertolak belakang dengan miliknya semua berwarna pink dan boneka bertebaran bagai ranjau .


"Soya mau tidur mih "


Dia mendengar pintu kamar nya di buka dan suara langkah kai masuk ke kamar Soya mengira itu mamih nya.


"Ini gue "


Soya yang sedang meringkuk di gulung selimut kaget begitu mendengar suara berat dan seksi yang sangat dia hapal ,dan tentu saja dia rindukan dia sudah tau itu siapa .


"Kak Chan,"


Chandra kemudian meletakan cake itu di meja rias Soya, kemudian duduk di sebuah boneka beruang besar tak jauh dari tempat tidur soya .


"Elo sakit apa "


"Hmmmm sakit ini "


Soya menyentuh dadanya yang sakit adalah hatinya begitu maksud nya.


"Elo punya penyakit jantung "


"Ikhh enggak amit-amit "


Daya tahan tubuh soya memang lemah dia sering sakit jika tubuhnya kecapean mungkin karna ini musim hujan dia terkena flu berat .


"Gue udah nengok loe sekarang gue pulang "


"Kaka benci padaku ya ?"


"Gue gak pernah benci loe ,gak ada alasan untuk itu "


Dia hanya benci pilihan yang di paksa orang tuanya ,dan Soya tak akan mengerti itu .


Kai dan Gisela berlarian menuju rumah tak ada gunanya mereka menuggu lama di sana hujan malah semakin deras ,meskipun akhirnya baju mereka berdua basah kuyup ,jam menujukan malam sudah semakin larut dan Gisela harus segera pulang dia tidak mungkin menginap di rumah Kai orangtua Kai sedang dinas di luar kota .


"Kaka yakin mau pulang menginap saja di kamar tamu "


"Enggak saya harus pulang Kai "


kai menghembuskan napas kasar kemudian mengambil pakaian nya dia tak tega membiarkan tutor nya itu memakai pakaian basah .


"ganti dulu baju kaka nanti Kai antar pulang "


Gisela menurut dan mengganti baju nya dengan yang di beri Kai ,meskipun itu agak kebesar setidaknya dia tak merasa menggigil lagi sekarang ,Kai berusaha mencari kunci mobil milik nya yang di sembunyikan Bapak nya ,dia yakin kunci itu pasti di simpan di kamar orangtua nya dan benar saja tak lama Kai mencari kunci itu dia temukan tersimpan di dalam peci hitam Bapak nya .


"yesss ketemu ,ayo kak "


gisela geleng-geleng melihat kelakuan Kai yang sangat nakal , tapi di balik semua itu dia tau Kai adalah pria baik yang manis .