Problematic Handsome

Problematic Handsome
47



Mungkin baru 10 menit lalu Chandra tertidur ,bayangan gadis menyebalkan itu tak hilang dari kepalanya dia satu-satu nya orang yang tahan dengan segala sifat buruk nya dia tak pernah marah dan juga benci padanya ,Chandra kini sadar dia terlalu buruk memperlakukan Soya yang selalu berbuat baik padanya, meskipun kadang cara yang soya lalukan sedikit konyol ,suara orang tertawa di ruang tengah mengusik tidur singkatnya siapa lagi kalau bukan Kai tawa aneh nya memenuhi seisi apartemen Chandra hendak marah dia sudah membawa bantal untuk menimpuk nya ,pasti dia sedang menonton acara lawak di televisi atau sinetron ,tapi sesaat kemudian dia diam wajah nya tampak kaget dia melihat Gisela ada di sana duduk di sofa berdampingan dengan Kai ,mereka sedang bercanda sambil makan cemilan kesukaan kai ,keripik singkong bagai mana bisa mantan ipar Kai yang bahkan tak akur dengan keluarga nya bisa duduk dan bercanda bersama ,mereka seperti yang tak ingat masalalu kelam yang pernah terjadi antara kedua nya .


"Loe ada di rumah Chan gue kira masih di studio "


Kai juga kaget mengetahui Chandra ada di rumah dia pasti pulang pagi sekali saat dia masih tidur ,Gisela kemudian berdiri menyapa Chandra.


"Hallo chan apa kabar ?"


"Hallo kak , baik  "


Situasi macam apa ini kenapa dia yang jadi salah tingkah sedangkan Kai saja yang mantan nya biasa saja ,dia merasa ingin memukul kepala Kai apa dia sudah gila dekat kembali dengan nya, Gisela bukan hanya mantan kekasih nya tapi mantan kaka ipar nya juga ,tapi begitulah sifat Kai dia tak pernah peduli dengan pandangan orang, jadi Chandra hanya bisa melapangkan hatinya melihat sahabatnya yang mungkin akan balikan dengan Gisela ,mungkin .


Awalnya gisela hanya ingin memberi tumpangan pada Kai ,dia kasihan melihat nya bengong menunggu taksi hingga hampir satu jam di saat jam sibuk seperti itu taksi sangat sulit di dapat di sana  ,tapi saat di perjalanan pulang hal memalukan terjadi Kai yang sudah sangat lapar tak dapat menahan perutnya yang keroncongan hingga berbunyi cukup keras Gisela berusaha menahan tawanya tapi tak bisa .


"Bagai mana kalau kita mampir di rumah makan terdekat "


Ajak gisela setelah berhasil meredam tawanya susah payah ,kai menggaruk kepalanya dia tak yakin dengan ajakan Gisela.


"Tidak perlu kak aku makan di apartemen saja, nanti akan sangat susah tangan kanan ku masih susah di gerakan "


"Kamu makan apa di apartemen apa ada yang masak di sana "


Benar dia baru ingat Chandra pasti akan pulang subuh nanti tak ada orang yang mengurusnya ,Kai hanya nyengir dia juga bingung mau makan apa masa buah-buahan lagi atau mie instan .


"Kalau aku masak di sana kamu tak kebertan "


Gisela hanya ingin membantu dia tak punya niat lain ,dan Kai juga menyambut tawaran nya dengan baik ,setelah kejadian itu sehabis pulang kerja Gisela sesekali mampir ke apartemen Kai membawa beberpa lauk pauk pasakan nya dari rumah dan pagi tadi kebetulan dia libur kerja setelah masak beberapa lauk dia langsung membungkus nya dan mengantarkannya ke apartemen Kai ,Chandra akhirnya mengerti mengapa apartemen mereka selalu rapih akhir-akhir ini meski dia sibuk bekerja dan juga Kai tak pernah lagi menelpon nya untuk mengeluh kelaparan saat dia kerja ,ada untung nya juga sih buatnya .


Hari itu juga Sean libur kerja dia berencana untuk mengajak Bie pergi ke apartemen Chandra dan Kai sudah beberpa hari ini dia tak sempat menengok Kai ,dia sudah menelpon Bie dan menyampaikan maksudnya Bie juga sedang senggang dan mau ikut dengan Sean .Setelah memakai baju terbaiknya Sean mematung di depan cermin dia ingin terlihat bagus di mata Bie dan sentuhan terakhir Sean menyemprotkan parfum di bajunya ,Sean berjalan keluar apartemen saat dia melangkahkan kaki keluar pintu kakinya tak sengaja tersandung sebuah kotak sepertinya itu paket ,tapi kenapa kurir tak memanggilnya dan juga Sean tak merasa membeli sesewatu ,saat dia ambil paket itu


ada tulisan namanya di sana


Karna penasaran Sean mengguncang-guncangkan kotak itu dan terdengar bunyi  kemudian dia mulai membukanya dengan refleks Sean melempar kotak itu ,dia kaget di dalamnya ada dua bangkai tikus yang penuh darah dan berbau busuk ,dengan hati-hati sean mendekati paket itu lagi kemudian sambil menutup hidung dia membukanya ,di sana juga ada sepucuk surat dan dengan jijik Sean mengambilnya kemudian dia baca.


"JAUHI  RENBIE  NABILA  ATAU  KAU  AKAN CELAKA "


Siapa yang berani meneror nya ,apa masalahnya jika dia kembali kepada Bie ,pasti seseorang sudah mengawasi Bie selama ini jika tidak bagai mana dia bisa tau  kalau mereka kembali bersama ,Sean tersenyum sinis kemudian memasukan kotak itu ke tong sampah .


"Dia pikir aku akan terpengaruh ,ini mainan anak kecil "


Dia tak akan membiarkan siapapun menganggu hubungan nya dengan Bie ,malah dia harus lebih menjaga Bie pasti orang yang mengirimnya teror bukan orang baik-baik bisa saja dia mencelakai Bie .


Setelah beberapa menit berkendara sean sampai juga di depan rumah Bie kemudian dia memencet bel di dekat pintu depan rumah yang lumayan besar itu ,dan tak lama kemudian seseorang membukakan pintu untuk nya dia pekerja di rumah itu ,mungkin Bie sudah memberitahunya untuk mempersilahkan Sean masuk sesampainya di dalam Sean di suruh menunggu Bie sedang siap-siap di kamarnya .


"Sean "


Kakanya bie menyambut Sean dengan baik ,semenjak Sean datang dan dengan berani bertanggung jawab atas kesalahan Papihnya kemudian meminta maaf dengan tulus padanya ,dia mulai terkesan Sean di matanya kini adalah sosok lelaki yang bertanggung jawab ,jadi saat Bie cerita mereka kembali lagi bersama kaka nya tak keberatan sama sekali .


"Hallo kak apa kabar ? "


"Baik ayo duduk ,minah bawa minum untuk tamu kita "


"Tak usah kak ,Sean tak akan lama ,Sean mau minta izin mengajak bie keluar menjenguk teman Sean yang sakit "


"Saya kira kamu bakal lama di sini ,kita bisa ngobrol banyak padahal "


Sean nyengir sebenarnya dia masih takut dengan kaka nya Bie ,dulu dia galak sekali pada nya .


Sementara itu chandra merasa menjadi obat nyamuk di antara Kai dan Gisela entah apa yang membuat mereka terus tertawa, Chandra pikir lelucon yang Kai buat sangat tak masuk akal dan tak ada lucu-lucunya ,memang cinta bisa membuat seseorang bodoh pikirnya ,dia terus fokus pada ponsel nya dia kini malah sedang asik melihat-lihat isi sosial media milik Soya ,apa beda nya dengan Kai ,dia sama-sama bodoh karna cinta mungkin dia lebih bodoh dari Kai ,Chandra bahkan tak sadar dengan perasaan nya dan memilih menguburnya dalam gengsi yang besar .