Problematic Handsome

Problematic Handsome
56



Saat itu langit malam begitu cerah ,pantulan bayangan rembulan yang bulat sempurna di atas air kolam sinarnya sampai menyilaukan mata ,air kolam yang jernih membuat pikiran kita menjadi tenang .Chandra mengekori langkah Wendy yang kemudian terduduk di pinggil kolam dengan kaki menjuntai masuk ke dalam air nya,Wendy kemudian menepuk-nepuk tempat di samping nya menyuruh Chandra ikut duduk di sana ,Chandra tak bisa ikut merendamkan kaki nya dia memakai jins panjang dan takut basah .Dia hanya jongkok di samping Wendy dengan arah pandang yang sama ,pantulan bayangan rembulan malam ,ternyata ada tempat setenang ini di belakang restauran yang mereka sewa.


Wendy bingung harus mulai bicara dari mana ,mungkin ini akhir dari penantian nya ,berharap cinta dari Chandra adalah mustahil .Dia tak bisa melewati garis pertemanan yang Chandra buat dan telah ada sejak dulu ,Wendy yang dulu kukuh dengan keyakinan dan harapan nya kini sudah tak sekuat dulu ,Chandra sudah sangat jauh dari jangkauan nya .


"Chan aku akan ke New york "


"Akhhh elo nerima tawaran Pak Jesperr produser hollywood itu ,wahh bagus dong "


"Mungkin aku bakal di sana selama beberapa tahun "


"Gue doain loe sukses Wen dan gue yakin loe pasti bisa "


"Makasih "


Setelah ini apa ,bukan ini inti pembicaraan yang Wendy tuju ,tapi entah kenapa lidahnya kelu sekali ,apa dia harus memendam perasaan ini lebih lama membawa nya melintasi benua dan samudra sampai ke New york .


"Aku cinta sama kamu "


"Ehhh apa ,?"


Akhirnya kalimat itu keluar dari mulutnya ,kalimat yang selalu tertahan selama lebih dari 4 tahun itu hanya sampai dalam beberapa detik dia ucapkan ,ironis sekali memang .


"Akhh gue salah denger kaya nya "


"Enggak chan ,aku bener cinta sama kamu .Perasaan ini udah aku pendam lebih dari 4 tahun "


"Tapi Wen gue "


"Aku tau perasaan mu tak sama dengan ku ,aku hanya ingin mengungkapkan nya agar gak ada beban saat aku pergi nanti "


Mereka saling tatap ,Chandra benar-benar tak tau itu ,dia kira Wendy sama dengan nya hanya menganggap hubungan mereka tak lebih dari sahabat ,kenapa dia selalu membuat wanita di sekitarnya berharap dan terluka .


Chandra mengusap wajahnya kasar ,Wendy benar hanya Soya yang bisa mengusik hati nya gadis menyebalkan itu telah berhasil mencuri hatinya .Tapi Wendy juga gadis baik yang selalu menolong nya ,kenapa dia tak sadar ,apa hebat nya dia padahal di luar sana banyak lelaki yang mengejar Wendy lelaki yang lebih baik dari nya .


"Maaf Wen gue pasti banyak nyakitin loe ,andai gue tau lebih awal "


"Chan cinta bukan dosa kan , jadi gak ada yang salah dan gak ada yang harus minta maaf ,aku lega sekarang hatiku rasa nya bebas "


Chandra menarik Wendy dalam dekapan nya ,gadis luar biasa ini sangat amat berjasa di dalam karir nya ,dia juga banyak membatu hidup nya saat sulit andai dia tak bertemu Soya mungkin hatinya dengan mudah jatuh pada Wendy ,Chandra kini sadar dia sangat bodoh dalam hal percintaan ,bahkan dia butuh waktu lama untuk mengetahui isi hatinya sendiri .


Dan Wendy kaget dengan perlakuan Chandra yang tiba-tiba memeluk nya ,ini sangat nyaman dan juga menyeasakan bagi nya ,bongkahan es yang selama ini berada di hatinya perlahan mencair di dalam hangat dekapan Chandra ,mengaliri pipinya .Dalam isakan kecil itu Wendy harus terluka.


Gisela masih memandangi lukisn itu ,lukisan wajahnya yang tersenyum, Kai yang melukis itu dua tahun lalu dia mengikuti lomba di Galeri seni ini saat kuliah dan mendapat juara pertama ,hasil karyanya langsung di pajang di sini dan tak pernah di copot ,beberpa kolektor seni menawari harga yang tinggi untuk lukisan ini tapi Kai tak punya niat menjual nya ,dia ingin lukisan ini di pajang di sini selamanya .Kai yang dulu nakal dan playboy sekarang hanya setia pada satu wanita dan itu Gisela ,dia tak peduli dengan setatus yang Gisela sandang saat ini ,yang dia pedulikan adalah membahagiakan Gisela yang sudah menderita karna ulah kaka nya .


"Kak aku majang lukisan di sini biar semua orang tau seberapa besar rasa cinta aku ke kaka ,lukisan ini aku beri nama,perasaan yang sesungguhnya.Saat kaka tersenyum di situ kebahagiaan ku muncul "


Mata Gisela langsung membulat begitu mendengar kalimat yang Kai ucapkan ,dia biasanya selalu bercanda dalam segala hal .Tapi kali ini klimat yang Kai ucapkan sangat menyentuh hati nya .


"Aku gak sanggup buat istana kaya Taj mahal atau kastil kaya di dongeng-dongeng itu .Yang aku bisa cuma ngelukis,menggambar .Aku ingin ini abadi di sini sama kaya perasaan ku yang tak pernah berubah "


Kai meraih tangan Gisela ,kini mereka berhadapan matanya menatap Gisela dalam ,dia ingin Gisela tau apa yang di ucapkan nya bukan bercanda ,dia serius .


"Tapi kai kamu tau setatus ku sekarang ,aku tak sama seperti dulu "


"Aku gak peduli kak ,dulu aku pikir kaka akan bahagia hidup dengan si Kian berengsek itu ,ahhh aku jadi sebal lagi kan ingat dia .Pokonya aku akan buat kaka bahagia aku gak akan ngalah kali ini "


Gisela tak tau harus bahagia atau sedih mendengar yang Kai ucapkan ,Kai tak pernah bicara serius sebelum nya dan saat ini di depan nya Kai dengan tatapan mata yang berbeda menunggu jawaban untuk masa depan hubungan mereka .


"Aku ingin kaka menjadi miliku ,kita hadapi masalah yang akan datang bersama-sama .Meskipun aku belum kaya aku yakin bisa buat kaka bahagia ,mau kan kita balikan "


Gisela mengangguk tanpa ragu ,dia akan egois kali ini dia ingin mengejar kebahagiaan nya juga .Jika perlu dia akan mempertaruhkan semuanya kali ini ,seperti Kai yang mencintai nya tanpa syarat dia juga akan seperti itu .Kai selalu tulus dengan bahasanya sendiri dia tak pernah membohonginya ,dan sekarang adalah awal yang baru untuk hubungan mereka .