Problematic Handsome

Problematic Handsome
37



Kini di hadapan nya duduk tiga lelaki tampan yang bisa membuat semua wanita sesak nafas ,pipinya masih bersemu merah ,dia malu sekaligus kaget tak mengira ketiganya akan ada di apartemen nya ,apa yang ada di pikirannya tadi kenapa dia menarik selimut yang di pakai Sean apa dia sudah gila mengira itu seorang wanita ,Soya terus menunduk dia malu memperlihatkan wajahnya kini .


"Maaf gue gak bilang kalo dua cecunguk ini akan datang dan menginap "


Soya menggeleng dia sama sekali tak masalah mereka ada di sini.


"Tida apa-apa kak aku malah bersyukur kak Sean dan kak Kai ada di sini kaka jadi gak kesepian ,maafkan aku atas kejadian tadi terutama pada kak sean "


Sean tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal ,dia memang kaget sangat malah, tapi dia mengerti pasti Soya lebih kaget darinya.


"It's ok Soya no problem "


Kai bangkit kemudian mengambil handuk ,dia akan mandi lebih dulu sementara Sean pergi keluar katanya mau joging mengumpulkan keringat sebelum mandi ,Chandra sudah tau kedua temannya sengaja meninggalkan mereka berdua padahal tak akan terjadi apapun ,Soya juga bangkit dia langsung membuka dua kantung blanjaan yang di bawanya tadi memasukan bahan makanan yang di belinya ke dalam kulkas ,dia berencana membuat makanan untuk ketiga lelaki tadi ,sejak subuh dia sudah membuka internet mencari cara membuat sup yang enak .


"Loe mau apa ?"


Chandra menghampiri Soya yang sedang mempersiapkan bahan untuk memasak .


"Aku mau masak sesewatu buat kalian "


Chandra langsung teringat cookies batu yang di buat Soya ,dia tak akan membiarkan Soya masak kali ini bisa-bisa mereka semua keracunan.


"Sini "


Mengambil pisau dari tangan Soya ,kemudian memberinya sayuran.


"Cuci saja ini "


Soya menurut saja kemudian mencuci semua bahan masakan ,dia bengong melihat kehebatan Chandra dalam memasak bahkan dia tak melihat resep seperti dirinya ,tak butuh waktu lama sampai sup itu jadi bahkan nasi nya juga sudah hampir matang ,Chandra menyendok sup yang masih mengepul dari dalam panci kemudian meniup-niup nya.


"Cobalah "


Menyuapi Soya ,dengan ragu Soya memakan nya dan itu luar biasa enak ,Soya kemudian tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.


"Wahhhhh enak sekali "


Mereka makan bersama di sana ,mungkin itu hidangan yang sederhana hanya sup ,telur dadar dan nasi tapi makan siang itu menjadi makan siang terdamai dalam hidup Chandra dia tak merasa khawatir lagi sekarang, banyak orang yang peduli di samping nya contohnya kedua sahabat bodoh nya meskipun kadang menyebalkan .


Gisela sudah mendapatkan ponselnya kembali setelah di sita Ayahnya ,dia sudah menceritakan semuanya pada Kian mungkin dulu dia akan sangat senang dengan perjodohan ini tapi sekarang dia sadar hanya Kai yang benar-benar peduli dan tulus mencintainya ,dia merindukan Kai sangat, sudah beberapa kali dia menghubungi nya tapi ponselnya tak aktif bahkan Kian tak tau di mana Kai sejak kemarin dia tak pulang ke rumah ,dia merasa bersalah seharusnya dia tak pernah punya perasaan pada Kai tapi dia tak bisa mengendalikan hati nya untuk tak jatuh cinta pada Kai dan semua sifat konyolnya ,dia yakin Kai pasti benci padanya sekarang .


"Aduh ponselku mati bisa minjem punya kaka gak aku mau menelpon mamih biar supir jemput "


"Kamu sudah mau pulang sekali lagi ya aku yakin kali ini pasti menang "


Sean masih tak terima ,dan melarang Soya pulang.


"Gak bisa kak aku harus pulang besok kan hari perpisahan di sekolah aku jadi panitia loh ,kak Chan aku pinjem ponselnya dong mau nelpon "


"Sorry Soy gue gak punya pulsa "


"Hahaha loe bener-bener bangkrut Chan ,nih Soy pake punya gue "


Kai memberikan ponselnya pada Soya ,Soya tersenyum miris melihat Chandra yang menggaruk tengkuk nya ,kemudian dia pergi ke luar apartemen karna sinyal di dalam sangat jelek ,belum juga dia menekan tombol ada panggilan masuk ke ponsel Kai dan dengan polos nya Soya angkat .


"Hallo sebentar biar saya berikan ponselnya ke kak Kai , ehh saya tunangan nya kak Chandra kak Kai ada di sini ,ohh baik saya mengerti iya ,Kota baru ,Jalan raya mas Apartemen bintang no 165 ,iya kak aku gakĀ  akan bilang kak Kai ,iya sama-sama "


Soya bengong apa dia melakukan kesalahan dengan memberitahu gisela di mana Kai sekarang dia tak tau apa-apa ,sebaiknya dia pulang sekarang bisa gawat kalau Kai tau dia mengangkat telpon dari Gisela tanpa dia tau masalah apa yang sedang mereka hadapi saat ini .


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya supir yang menjemput soya datang dia langsung pulang dengan terburu-buru dia tak mau di salahkan nantinya.


"Kak aku pulang ya "


Chandra mengangguk dia mengantar Soya sampai dia masuk mobil ,dan masih berdiri sampai mobil Soya menghilang dari pandangan nya ,dia hendak kembali ke dalam saat sebuah taksi berhenti di depan nya kemudian turunlah seorang gadis yang sepertinya pernah di lihat nya tapi di mana .


"Permisi apa ini apartemen bintang ?"


Gadis itu bicara pada chandra ,dia semakin yakin pernah melihat nya.


"Benar "


"Maaf boleh saya bertanya apartemen no 165 di lantai berapa ya ? "


Dia kaget itu apartemen soya ,siapa dia dan mau apa dia datang ke sini.


"Ada perlu apa ya ,itu apartemen saya ? "


Dengan percaya diri chandra menyebut itu miliknya ,masabodo lah yang penting dia tau mau apa gadis itu .


"Kamu pasti teman nya Kai ,dia ada di sini kan saya Gisela ,tolong bantu saya untuk bertemu dengaan nya "


Kenapa dia bisa tau Kai di sini ,Cahndra hanya diam dia tak tau harus apa tapi dia juga tak tega jika harus mengusir Gisela dari sini .