Problematic Handsome

Problematic Handsome
51



Chandra baru saja tiba di Rumah sakit ,dia masih di dalam mobil mengumpulkan semua keberanian nya ,dia mencoba menarik nafas panjang kemudian menghembuskan nya teratur ,untuk mengurangi rasa gugup yang entah kenapa mendatanginya ,bahkan saat tampil di panggung dengan penonton banyak pun dia tak pernah se gerogi ini ,entah kenapa dia biasa menjadi begini .


Setelah menggunakan masker dan topi Chandra akhirnya turun ,bagai mana pun dia adalah seorang aktris yang sedang naik daun bisa bahaya jika ada orang yang mengenalinya ,mungkin satu rumah sakit nanti akan heboh ,Candra berjalan ke meja resepsionis menanyakan di kamar mana Soya di rawat dan setelah mendapat cukup informasi dia langsung menuju arah yang di tunjukan petugas ,di tangan nya dia menjingjing satu box cake kesukaan Soya dia berharap Soya mau memaafkan nya ,masalah Soya mau menerima atau tidak nya lagi itu terserah Soya yang penting dia sudah berusaha dan jujur ,tapi jika bisa Chandra ingin Soya tetap di sisinya sama seperti yang dia lakukan selama ini .


Di depan kamar rawat Soya ,Chandra bertemu dengan Mamih nya ,


"Hallo tante "


Dengan sopan Chandra menyalami Mamih nya Soya ,dia juga terlihat senang begitu melihat Chandra datang.


"Wahh mentang-mentang sudah terkenal jadi jarang main ke rumah ya "


"Bukan begitu tan waktu nya belum sempat ,oh iya bagai mana keadaan Soya sekarang tan ?,maaf aku baru sempat nengok "


Mamih soya menghela nafas sebelum menceritakan kondisi anak nya .


"Mungkin karna banyak tugas di kampus dan jadwal modeling nya padet dia jadi lupa waktu untuk makan ,lambungnya kumat ,tapi sekarang sudah mendingan ,mumpung kamu di sini tante sekalian nitip Soya ya tante ada rapat di kantor soalnya "


"Iya tan biar aku yang jagain tante tenang saja "


Chandra dengan hati-hati membuka pintu ruangan itu kata Mamih Soya sedang tidur dia baru minum obat soalnya ,chandra perlahan berjalan mendekati Soya yang memang sedang tidur itu ,di letakan nya box berisi cake itu di meja samping kemudian dia duduk di kursi samping tempat tidur menatap Soya ,dia merasa sangat bersalah setelah malam itu ,tangan nya perlahan mendekati jemari Soya kemudian menggengam nya dan mengecup nya singkat ,Chandra merasa bodoh menyia-nyiakan gadis sebaik Soya ,pikiran nya melayang ke empat tahun lalu saat dia di paksa bertunangan dengan gadis ini ,Chandra terkekeh membayangkan Soya yang begitu yakin bisa meluluhkan hatinya yang dulu memang sekeras batu ,tapi gadis ini benar sekarang dia jatuh cinta padanya ,Chandra menidurkan kepalanya di samping kepala Soya ,karna rasa kantuk yang tak tertahankan akhirnya dia terlelap juga di sana ,Chandra belum tidur sama sekali jadi wajar saja jika dia tertidur .


Sudah 3 jam Bie duduk di sana dia hanya memperhatikan peoduser nya yang sedang menyampaikan materi di salah satu talkshow ,sudah seminggu ini Bie sering di minta menemani nya padahal dia tak punya jadwal pentas ,sampai dia tak punya waktu untuk bertemu Sean ,awalnya Bie tak curiga sedikitpun dan masih berpikir positip tapi sekarang dia mulai jengah ,jelas-jelas ini bukan pekerjaan nya dia banyak membuang waktu hanya untuk menemani peoduser nya itu ,bahkan sekarang banyak yang bergosip bahwa mereka pacaran ,Bie benar-benar tak suka ,seharus nya kini dia banyak berlatih untuk drama musikal yang waktunya sebentar lagi ,kenapa dia malah mengajak Bie kesana kemari hanya untuk melihat nya bekerja ,Bie membuka ponsel nya dia mengirimi Sean pesan ,dia sangat merindukannya dan Sean langsung menelpon nya  ,Bie bangkit kemudian pergi ke belakang dia tak mau menggangu orang yang sedang memerhatikan diskusi di sana .


"Hallo hehe ,aku sedang ikut talkshow ,aku bosan ,ahh,mau menjemput kebetulan sekarang di Hotel Bulan ,iya mungkin 1 jam lagi selesai ,love you to "


Bie menutup sambungan telpon itu mendengar suara Sean membuatnya semakin rindu padanya .


"Siapa tadi ?,kenapa kamu meninggalkan kursi "


Bie kaget produsernya Dimas ternyata di belakang nya .


"Ahhh maaf tadi Sean menelpo  ,apa acaranya sudah selesai saya sudah boleh pulang kan kak ?"


Dimas mengusap mukanya kasar kenapa Bie tak pernah mengerti ,apa kurang jelas selama ini yang di lakukan nya ,dia benar-benar mencintai gadis ini,apa kurang banyak orang yang harus dia celakai agar Bie terus di samping nya tanpa mengerti apa-apa ,dia sudah tak tahan lagi kenapa di saat semuanya tinggal sedikit kagi Sean malah muncul dan merusak semuanya .


"Kamu bodoh apa pura-pura bodoh Bie ?"


Dahi Bie berkerut dia tak mengerti apa yang di ucapkan Dimas ,apa hanya karna dia menganggkat telpon dari Sean dia marah .


"Kenapa kak apa saya melakukan kesalahan ? "


Dia dengan kasar menyeret lengan Bie membawanya ke salah satu kamar hotel di sana .


"Ada apa sih ini ?,tolong lepaskan saya "


Rengek Bie yang tak di dengarnya ,dia benar-benar sudah hilang kesabaran .


Sean masih mengukir senyumnya ,setelah mendapat pesan dari Bie tadi dia langsung menelpon nya dan menggoda Bie yang katanya rindu padanya ,Bie begitu manis ,Sean sudah tak sabar ingin bertemu dengan Bie .


"Permisi pak Sean ada yang mau bertem dengan bapak "


Ri si pegawai baru, masuk ke ruangan nya .


"Siapa ?"


"Namanya Pak Andre "


Sean baru ingat dia menyuruh orang untuk menyelidiki siapa yang telah menerornya baru-baru ini ,dia tak akan melepaskan orang itu jika tertangkap ,dan orang suruhan nya itu datang membawa informasi penting mengenai siapa pelaku yang menerornya ,dia kini sudah duduk di sofa ruangan Sean kemudian menyerahkan map kuning berisi foto dan file rekaman bukti orang yang menerornya ,Sean dengan cepat membuka map itu dan dia seketika membulatkan matanya melihat foto-foto orang itu .


"Pak Dimas "


"Sebaiknya anda temui wanita anda sekarang ,saya sudah mengawasi nya selama seminggu ini dan orang itu selalu di dekat wanita anda ,saya kahawatir dia bisa nekat menyakiti nya "


Tanpa bicara lagi Sean langsung mengambil kunci mobilnya dia juga membawa serta dokumen itu ,perasaan nya sudah tak enak sekarang .


Soya perlahan membuka matanya ,tubuhnya masih lemas tapi perutnya sudah tak sakit lagi ,dia kaget merasakan tangannya di genggam seseorang awalnya dia pikir itu Mamihnya hingga kemudian Soya mendapati Chandra yang tertidur si sampingnya sambil duduk ,wajahnya begitu dekat dia begitu manis ketika tidur andai Chandra selalu semanis ini ,Soya masih ingat kejadian malam itu Chandra tiba-tiba marah pada nya  yang saat itu sedang bersama Juna dan dia masih mengingat kata-kata Chandra sebelum dia pergi ,dia menyuruh nya untuk menjauh tapi kenapa sekarang malah Chandra yang datang padanya ,apa ini mimpi ,Soya dengan penasaran mengusap pipi Chandra .


"ini nyata ,chandra di depan ku "