
Langit tampak nya ikut bahagia hari ini ,cuaca cerah dari pagi menyambut hari bahagia Gisela dan Kaisar, sekarang tepat tanggal 14 februari ,hari bersejarah yang sudah di nantikan kedatangan nya .Gisela baru saja selesai di make up oleh mamih nya Sean ,dia sangat cantik dengan gaun indah berwarna putih hasil rancangan Soya .Senyum tak pernah lepas dari wajah nya meskipun ini pernikahan ke 2 nya dia lebih bahagia kini dari pada saat dulu .Pantulan bayangan nya di cermin memancarkan kebahagiaan Gisela bersyukur bisa sampai pada hari ini dia juga selalu bersyukur Tuhan mempertemukan nya kembali dengan Kai .
"Selesai "
Soya sudah selesai menata rambut nya ,kemudian dia berdiri dan melihat seluruh pantulan dirinya dari cermin besar di belakang nya ,Gisela tampak puas .
"Terimakasih tante ,Soya aku suka sekali "
"Pasti kai akan senang meliaht nak Gisela secantik ini "
Di ruangan lain suasana tampak berbeda Kai sudah sangat tegang sejak pagi,wajah nya sangat kaku , dia takut salah berbicara ketika acara nanti ,dia yang biasanya heboh dan urakan kini hanya diam membisu di kursinya ,Chandra dan Sean tampak menertawakan ke gugupan kai .
"Kai tenang coba atur nafas loe "
Saran Chandra sudah dia lakukan tapi tetap saja tak menghilangkan ketegangan nya ,dia kemudian berdiri merapihkan tuxsedo yang di kenakan nya untuk yang ke sekian kali .Kai tampak gagah dan manis jika berdandan rapih seperi itu bahkan rambutnya sudah rapih dan mengkilat di tata Sean .
Pitu terbuka dan beberapa orang masuk ke dalam ,ternyata Mamak dan Bapak Kai hadir untuk mendampingi putra bungsu nya ,mereka memang sudah mendukung hubungan nya bersama Gisela.Mamak tampak sudah sangat berusaha menahan tangis nya ,dia masih tak percya putra bungsu urakan nya akan menikah ,dan saat Kai berbalik Mamak langsung memburu nya dan memeluk nya erat .
"Jadilah suami yang baik ,menurutlah pada nak Gisela jangan buat dia darah tinggi "
Kai akhirnya tersenyum ,dia bersyukur orang tuanya bisa hadir dan merestui pernikahan mereka .
"Iya mak Kai akan jadi suami yang baik "
Bapak yang sedari tadi berpaling dan memilih berdiri dekat jendela menjauh dari kedua orang yang sedang saling peluk itu teryata sedang menangis ,dia yang selama ini keras pada Kai dan banyak menyepelekan nya merasa sangat bersalah dan bersyukur ,Kai bisa menjadi orang sukses dengan apa yang di sukai nya .
"Bapak kesini kenapa jauh-jauh begitu ?"
Setelah mengelap air matanya dengan sapu tangan Bapak mulai berjalan mendekati Kai ,lalu memeluk nya erat.
"Mulai sekarang jangan badung lagi ,kau akan punya tanggung jawab dan seseorang yang harus kau jaga "
Kai mengangguk dia juga berusaha untuk menahan air matanya ,Bapak yang terkenal galak sebenarnya paling gampang tersentuh nonton sinetron pun masih suka menangis .
Sementara ruangan Kai sedang di rundung haru ,beda hal nya dengan ruang Gisela tak ada keluarganya yang datang pasti semua di larang datang oleh Ayah nya ,sebulan lalu saat Gisela memberitahukan niat mereka lewat telpon tak ada respon apapun bahkan dari ibunya,mungkin dia tak akan mendapat apa-apa dari mereka ,Soya yang sejak tadi di samping Gisela tampak nya tau calon pengantin itu sedang banyak pikiran .
"Kaka kenapa ,ada masalah ?"
"Akhh tidak Soy ,mungkin aku tegang "
"Kita wanita beruntung yang bisa mendapatkan lelaki baik kak,ku harap kaka selalu bahagia dengan keluarga baru kaka .Keluarga tak harus sedarah kan ,orang yang selalu ada untuk kita dalam susah maupun senang itulah keluarga sesungguh nya "
Gisela mengangguk ,Soya benar kini keluarganya adalah mereka semua, dia tak perlu khawatir lagi tak mendapatkan kasih sayang .Dalam situasi yang penuh haru itu tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan Gisela ,Soya langsung berjalan ke arah pintu ,dia pikir itu mamaih nya Sean tapi saat pintu di buka wajah Soya langsung tegang ,dia Kian mantan suami Gisela sekaligus kaka dari Kian .
"Maaf kak aku tak bisa membiarkan kaka masuk "
"Aku hanya ingin bicara sebentar dengan Gisela "
"Aku tetap tak bisa kak maaf "
Soya tak ingin terjadi masalah dengan membiarkan Kian masuk ke ruangan itu ,dia sudah banyak mendengar bagai mana dulu hubungan nya dengan Gisela ,dia tak mau pernikahan Gisela gagal karna orang di depan nya ini .Soya sudah menganggap Gisela seperti kaka kandung nya sendiri .
"Ada apa Soy ,siapa di sana ? "
Gisela heran karna Soya malah berbicara di depan pintu dan tak membiarkan orang itu masuk .
"Saya akan bicara dulu pada kak Gisel jika dia tak mau bicara jangan memaksa lagi "
Soya langsung berjalan kembali kembali ke arah gisela ,dia ragu-ragu mengatakan nya .
"Kak di luar ada kak Kian ,dia memaksa ingin masuk ,katanya dia hanya ingin bicara dengan kaka setelah itu pergi "
Gisela juga tampak terkejut ,setelah dia pindah rumah sakit mereka tak pernah saling bertemu dan berkomunikasi .Bahkan saat Gisela datang ke rumah orang tua Kai ,Kian tak pernah ada di sana .Mau apa dia datang di hari penting nya ini ?.
"Bagai mana kak apa aku usir saja ?"
"Jangan ,suruh dia masuk ,aku ingin tau dia mau apa "
"Tapi kaka bagai mana kalau dia punya niat buruk ?"
"Tidak akan "
Gisela menggengam tangan Soya dia tau gadis itu sangat mengkhawatirkan nya ,tapi dia yakin Kian tak akan melukai nya .Soya akhirnya menurut kemudian membukakan pintu itu untuk Kian .Setelah Kian masuk Soya keluar dari ruangan itu menunggu mereka di balik pintu .
Dia berjalan mendekati Gisela yang tengah duduk di depan meja rias ,dia selalu cantik dan sialnya Kian terlambat menyadari nya .Dia wanita baik yang telah di sia-siakan nya ,mereka saling tatap untuk beberapa saat Kian terpesona dengan kecantikan Gisela yang di balut gaun pengantin putih yang indah .
"Hallo Gisel apa kabar ?"
"Baik kalau kamu ?"
"Aku tak pernah baik ,tapi sekarang tak terlalu buruk "
Mungkin ini karma untuk nya ,setelah menyakiti Gisela hidup nya tak pernah tenang hari-harinya selalu di penuhi kegelisahan .
"Maafkan aku atas semuanya ,aku sadar telah menghancurkan hidup mu dan menyakiti mu ,bertindak egois dan tak tau malu dengan meminta mu kembali ,aku benar-benar menyesal tapi penyesalan ku sudah sangat terlambat .Ku harap kamu bahagia bersama Kai ,meskipun ceroboh dan urakan Kai jauh lebih baik dari aku .Dia sangat mencintai mu "
"Itu semua telah terjadi dan menjadi masa lalu di antara kita ,aku telah memaafkan mu .Ku harap kamu menemukan seseorang yang jauh lebih baik dari ku "
"BRUKKKKKK"
Suara pintu di buka seseorang dengan keras,Kai dengan wajah penuh amarah langsung berlari menghampiri Kian dan mencengkram kerah kemeja nya .
"Mau apa lagi loe ,belum puas loe bikin Gisela hancur ? "
Gisela yang kaget langsung bangkit kemudian memisahkan mereka berdua ,dia langsung memeluk Kai untuk menenangkan nya .
"Kai tenang Kian cuma ingin minta maaf pada ku tak lebih "
Amarah kai yang meledak langsung seketika tenang dalam pelukan Gisela ,dia hanya takut Kian berusaha menghentikan pernikahan ini.Dia tak mau di saat bahagia ini Gisela kembali merasa terluka.
"Maafkan aku Kai ,aku tak bermaksud merusak hari bahagia mu "
Kai akhirnya mengerti dan maafkan kaka nya itu ,setelah mengatakan semuanya Kian pergi dari sana dia tak ingin merusak lebih banyak momen indah mereka .Kian juga memutuskan untuk kuliah kembali dia mengambil beasiswa di Amerika dan akan tinggal di sana ,Mamak dan Bapak sebenarnya sudah tau rencana itu mereka mendukung sepenuhnya keputusan Kian .
Dan tiba lah saat yang di tunggu-tunggu semua orang ,saat di mana Gisela berjalan di altar pernikahan kemudian di sambut uluran tangan Kai ,senyum merekah di wajah ke dua nya ,bisa sampai se jauh ini adalah sebuah takdir yang indah .Mereka mengucapkan janji suci untuk hidup setia dan membahagaiakan satu sama lain seumur hidup .
"Bie kapan kita sepeti itu ?"
Sean yang duduk di sebelah Bie mulai iri dengan adegan di hadapan nya ,di mana kai mencium bibir Gisela di hadapan semua orang .
"Kita kan sering berciuman "
"Bukan ciuman nya tapi menikah "
Bie tersenyum ,dia juga menantikan hari itu .