
Chandra menatap Soya lekat dia gadis ceria yang manja dia juga cantik bagai manapun dia memperlakukannya Soya tetap baik dan mencintainya .
"Soya "
Suara serak Chandra memanggilnya dengan lembut.
"Jangan terlalu mencintai gue jangan suka sama gue stopp perasaan loe ke gue loe hanya akan sakit jika terus seperti itu ,hubungan kita bukan atas dasar suka sama suka dan awal yang buruk selalu berakhir buruk buat gue ,gue cowo kasar dan keras kepala sebelum semua rasa suka loe semakin dalam mending stopp sekarang "
DEGG!!! kata-kata itu bagai palu yang menghantap dada Soya sakit ,bagai mana caranya dia menghentikan hatinya apa perasaan bisa di hentikan .
"Gimana caranya supaya aku gak suka sama kaka "
Chandra yang sudah memegangi gagang pintu kamar Soya berhenti .
"Apa perasaan seseorang bisa di hentikan ,seperti hal nya kaka suka musik bagaimana pun om melarang nya kaka tetap suka kan ,bagai mana pun kaka melaranga aku menyukai kaka hatiku tak bisa di atur semau ku "
Chandra hanya diam dia tak bisa mengelak apa yang di ucapkan Soya memang benar ,dia pergi dari sana pulang dengan hati yang canggung .
Selama perjalanan mengantar tutornya pulang Kai tak berhenti membuat Gisela tertawa dengan lelucon garing nya mereka lebih akrab karna beberapa mangkuk bakso tadi ,Gisela tinggal di asrama dekat kampus untung saja Kai mengantar nya jika tidak dia mungkin akan melewati jam malam dan di hukum penjaga asrama .
"Makasih ya Kai udah ngantar saya "
"Santai saja kak "
Kai melihat Gisela tak bisa membuka sabuk pengaman nya ,Kai tau itu selalu macet dan harus di tekan dengan kencang ,tanpa di minta Kai memajukan badannya dan membantu Gisela .
Gisela kaget melihat wajah Kai yang sangat dekat dengan wajah nya dia bisa melihat garis wajah Ksi yang tajam,tiba-tiba kai menghadapkan wajah nya pada Gisela ,dia tersenyum polos tanpa tau Gisela yang nervous.
"Udah kak ,emang suka macet "
Gisela pucat pasi dadanya bergemuruh seolah sedang ada perang dunia di dalam nya ini pertamakali nya baginya ,tapi Kai masih santai saja dia sudah terbiasa dengan hal itu .
"Sekali lagi terimakasih "
Gisela langsung keluar dari dalam mobil kemudian lari menuju asrama ,Kai sempat heran kemudian menyalakan kembali mobilnya .
Sekolah sudah sangat ramai tenda-tenda bar siswa yang menjual berbagai macam kerajinan tangan sudah siap di buka , siang situ Soya dan teman-tema nya sedang menyusun boneka dan hasil rajutan yang mereka buat, dengan menggunakan pakaian serba pink Soya tampak sangat manis dia tampak serupa dengan boneka yang di jualnya .
"Hay elo Soya kan kenalin gue Jun "
"Hallo kaka ketua osis kan ada apa ya "
Juna ketua osis yang terkenal kalem dan ganteng dia siswa pintar dan juara umum sekolah ,dia sedaritadi terus memperhatikan Soya mungkin ada ketertarikan dalam dirinya Soya sangat ceria dan cantik .
"Akh gue cuma mau liat-liat boleh kan rajutan dan boneka ini loe yang buat "
"Iya kak aku dan teman-teman yang buat, ini buatan tangan yang berharga tapi jangan khawatir harganya tak mahal kok ,coba lihat syal coklat ini cocok sekali dengan kaka".
Chandra sedang menyetel alat musiknya dia tampak serius di belakang panggung begitu pula dengan Wendy dan teman-teman nya yang lain ,Wendy selalu terpesona saat melihat chandra ,dia mengenakan celan jins dengan kaos tanpa lengan dan jaket rambutnya di biarkan berantakan dia sangat imut membuat wendy diam-diam memotret nya .
sementara itu Kai dan Sean sedang berada di bar kelas mereka teman-teman sekelas nya memaksa mereka berdua menjadi penerima tamu berdiri di depan bar menyambut siapapun dengan ketampanan mereka ,dan benar saja bar itu tak henti-hentinya di datangai pelanggan .
"Woyyy Jubaedah sampai kapan gue berdiri di sini pegel tau gue minta minum "
Kai sudah sangat putus asa dia terus di kerubungi siswi yang datang .
"Sabar dong Kai ,nama gue Jube bukan Jubaedah elo kebiasaan "
"Bodo "
Tak jauh beda dengan Kai Sean juga bernasib sama hanya saja dia bisa sedikit tabah menghadapi cobaan hidup nya itu .
"Jubaedah ambilin gue minum yang dingin ok "
"Ok Sean dengan senang hati beb "
Kai semakin kesal dengan teman nya itu dia pilih kasih mentang-mentang Sean lebih tampan darinya .
Chandra dan teman-teman nya sudah siap untuk tampil ini giliran band mereka ,Wendy mengintip dari balik tirai yang menutup panggung sudah banyak siswa yang berkumpul ,Sean dan Kai juga sudah ada di sana membawa kamera yang di perintahkan Chandra untuk merekamnya saat tampil , tak jauh dari mereka berdua juga ada Soya ,begitu tirai di buka semua penonton bersorak band Chandra sangat terkenal bukan hanya di sekolah nya bahkan sekolah tetangga juga datang untuk melihat band itu tampil .
Sean yang sedang bengong fokus melihat kepanggung kaget dengan seseorang yang mencolek pinggangnya .
"Bie kamu kesini "
Renbie yang kebetulan masih di cafe memutuskan untuk melihat acara pensi itu , dia sudah berkeliling mencari Sean dan akhirnya menemukannya di kerumunan orang yang menonton pentas, dia bisa tau sean hanya dari punggung nya.
"Yah gue jadi obat nyamuk ,kayanya gue harus segera punya gandengan "
Entah kenapa hari ini Kai merasa sangat kelabu .
Chandra mulai memainkan gitarnya suara merdu dirinya dan wendy membuat harmoni yang sangat merdu, semua penonton terpukau dengan penampilan mereka terutama Chandra dia sangat seksi ketika bernyanyi dan memainkan gitarnya ,Soya saja sampai terpaku bagaimana bisa dia berhenti menyukainya jika setiap saat dia selalu jatuh hati pada Chandra ,dia adalah satu-satunya orang yang memperlakuan Soya apa adanya .
"Omg Soya liat kak Chandra ganteng banget wahhh"
"iya kan lis bagai mana aku gak jatuh cinta sama dia coba "
"Ngayal aja loe "
Soya kesal karna semua teman nya tak ada yang percaya kata-kaya nya ,mereka mengira Soya berbohong ketika berkata chandra adalah tunangan nya.
CHANDRA