
Sean berhasil meraih tangan Bie namun dia langsung menepisnya Sean tau telah terjadi sesewatu antara Bie dan Mamihnya ,mata dan hidung Bie merah dia menangis dia memang mencintai Sean tapi bukan berarti dia bisa menerima semua ucapan Mamihnya yang menyakitkan ,Bie mendorong Sean agar pergi menjauh dia ingin mengakhiri ini sebelum cintanya semakin dalam, ini baru permulaan nya tapi sudah sangat menyakitkan bagai mana nanti jika semuanya sudah terlalu dalam bisakah dia bertahan ?, baru saja musim semi tiba di hidupnya tapi ini menjadi musim semi yang sangat singkat .
"Bie kamu kenapa ayo jelaskan "
Sean mencoba meraih lagi tangan Bie tapi dia langsung menepisnya lagi, Bie menyilangkan kedua tangan nya membuat hurup x agar sean pergi dan mengakhiri semua ini ,Bie berlari meninggalkan Sean yang mematung dia tak tau harus apa ,dia kembali ke tempat Mamihnya dan Mina berada memandangi mereka dengan tatapan menakutkan kemudian masuk ke dalam mobil .
"Sean kamu mau ke mana nak "
"Sean sudah bilang kalau Mamih maksa Sean ninggalin Bie dan ganggu hubungan sean sama bie Sean akan pergi ningalin Mamih ,dan loe Mina gue muak liat muka loe "
Sean membanting pintu mobilnya meninggalkan mereka yang mematung kaget dengan ucapan Sean barusan .
Sean hendak menyusul Bie dia tak mau semuanya berakhir kacau seperti ini sudah cukup selama ini dia menuruti kemauan Mamihnya itu selama ini dia sudah menjadi anak penurut dia tak minta apa-apa ,Mamihnya Sean tau jika sudah bertekad dia akan melakukan segala cara dia takut yang di ucapkan Sean akan di lakukan .
"Bie ayo masuk kita bicara jangan di jalan seperti ini "
Sean berhasil menyusul Bie dengan mobilnya, menarik nya ke dalam mobil dia tak peduli seberapa keras Bie menolak nya, emosi nya sudah membuat nya lupa segalanya bahkan tangan Bie memerah karna terlalu kuat Sean tarik ,Bie hanya duduk kikuk di kursi samping Sean matanya hanya fokus melihat kaca samping mobil ,Sean memarkirkan mobil itu di tepi danau dia sengaja memilih tempat yang lumayan sepi .
Kai tak konsentrasi sama sekali kakanya malah ikut masuk kamar dan menganggu nya yang sedang belajar bersama Gisela, sebenar nya dia hanya diam saja dan mengobrol dengan Gisela tapi melihat mereka seakrab itu membuat Kai malas belajar, dia menghembuskan napas kasar menutup buku pelajarannya kemudian keluar ,
"Kai mau ke mana ? "
Gisela aneh melihat Kai yang tiba-tiba keluar kamar.
"Mau berak "
Jawab Kai asal ,satu-satu saingan dalam hidup nya adalah kakanya jika dia bersaing untuk mendapatkan Gisela sudah jelas siapa yang menang pasti bukan dia ,siapa yang akan memilih dia ,siswa SMA nakal yang hoby gonta ganti pacar sedangkan kakanya adalah pria mapan yang sempurna dan punya segala nya ,Kai pergi ke bagian belakang rumah di sana ada taman dan kolam ikan Bapak nya. Kai duduk di depan kolam membakar sebatang rokok ,suasana tenang dengan sura gemercik air kolam sangat membantu meredakan sakit kepala akibat stres yang kadang di rasakan nya ,menjadi anak bungsu yang tak berguna, jika kakanya selalu mendapat juara umum di sekolah Kai hanya bisa bersyukur karna masih bisa naik kelas, jika Bapak datang ke sekolah dengan kakanya itu karna kaka memenangkan lomba, beda dengan Kai Bapak nya akan datang karna Kai ketahuan bolos atau merokok, sudah jelas mana yang emas dan besi rongsokan Kai selalu menganggap dirinya seperti itu .
"Semua orang sepesial dalam bidang nya masing-masing sebuah batu hanya pengganggu bagi petani yang sedang mencangkul beda dengan pengrajin , batu bisa menjadi barang bernilai dan mewah , jika di asah dengan benar jangan membandingkan dirimu dengan orang lain "
Tiba-tiba Gisela duduk di samping Kai mengambil rokok yang sedang di hisapnya , entah kenapa dia bisa mengerti perasaan Kai .
Gisela kemudian memberikan selembar brosur yang sengaja dia bawa ,beberapa hari lalu saat jam istirahat di kampus ,dia mendapat selebaran itu. Lomba membuat komik online saat membaca nya dia langsung ingat Kai ,selama mengajar Gisela sadar bakat Kai dalam menggambar sangat luar biasa dia yakin ini akan menjadi pengalaman berharga bagi Kai nanti .
"Coba lomba itu Kai ,mungkin kamu gak berbakat dalam pelajaran tapi kalau soal mengambar aku akui kamu hebat "
Kai mengambil brosur itu membacanya kemudian melirik Gisela di samping nya ,apa benar gambar nya bagus dia tak pernah kepikiran untuk menujukan gambar nya pada orang lain selain orang-orang terdekatnya ,tapi begitu mendengar perkataan Gisela dia mulai berubah pikiran selama ini Kai terus mencari apa yang akan dia lakukan untuk masa depan ,apakah ini jalan nya .
Sean meraih tangan Bie dia melihat bekas merah di tangan putih nya, ada perasaan bersalah di hatinya dia tak bermaksud menyakiti Bie ,di usapnya tangan itu lembut Bie hanya diam dan memperhatikan ,bagai mana bisa dia pergi dari sean jika perlakuan nya sangat amat membuat hatinya hangat. Bie mulai menangis dia tak mau meninggalkan Sean tapi yang di ucapkan mamih ya sangat benar dia hanya akan menyusahka Sean dan membuatnya malu ,Sean mengusap air mata di pipi Bie meletakan telapak tangannya di pipinya ,
"Jangan dengarkan siapa pun Bie jangan pernah berpikir untuk pergi dari ku ,aku tau ini berat tapi bisakah kita melewati nya bersama jangan memendam apapun sendiri "
Bie memeluk Sean erat rasanya hangat dan nyaman Sean benar tapi bisakah mereka melewati ini semua ?.
"Lihat aku "
Sean merenggangkan pelukan nya .
"CHUUUUUPPP"
Satu kecupan manis mendarat di bibir merah Bie ,membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dia melotot .
"Sekarang lebih baik kan "
Sean tersenyum nakal suasana mendadak menjadi panas ,Bie langsung menunduk itu ciuman tertama nya dia yakin wajah nya sangat merah sekarang ,Sean menjadi panik apa Bie tambah marah sekarnag .
"Bie kamu marah ya maaf kan aku aku memang bodoh "
Bie menggeleng lemah dan mulai mengangkat kepalanya Sean melihat pipi Bie yang merah merona itu sangat imut dia hampir kehilangan akal ,Sean membelai pipi Bie kembali dengan lembut perlahan mendekatkan wajahnya hingga Bie bisa merasakan napas hangat sean di pipinya, dia mencium Bie kembali tapi ini bukan sebuah kecupan singkat Bie mulai memejamkan matanya bagai mana bisa semuanya berakhir menjadi semanis ini .