Problematic Handsome

Problematic Handsome
22



Hari ujian akhir pun tiba ketiga pria tampan itu terlihat lebih rapih dari biasanya, mereka tampak sedang fokus mengerjakan lembar demi lembar soal yang di berikan ,suasana sangat tenang dan damai tak seperti biasanya yang selalu ribut dan bising ,kelas 10 dan 11 sengaja di liburkan dan hanya ada beberapa sisiwa nya yang menjadi panitia membantu para guru dan pengawas ,ada yang aneh di sana tepatnya di jendela, sepasang mata mengintip ke dalam mengawasi hanya satu orang dia tampak senang melihat orang yang di awasi nya, wajah serius dan pusing nya sangat jelas terlihat dia bertanya dalam hati apakah dia belajar dengan benar sebelum ujian, kenapa wajahnya penuh keringat dan dia menggaruk terus kepalanya .


Saat ku bisa melihatmu meski dari jarak yang tak mampu menyentuh mu ada satu kehangatan yang mengalir di hatiku, melihatmu ada di dunia ini dengan semua keindahan yang tuhan berikan membuatku bersyukur telah hidup di masa yang sama dengan mu ,jika aku terlahir kembali bisakah kamu menjadi seseorang yang sangat mencintaiku .


Aku menjadi serakah karna terlalu mencintaimu ,setiap tarikan nafas yang ku hembuskan akan selalu berbeda saat ku melihat mu ,wajah yang selalu ku rindukan bahkan ketika kamu di dekat ku ,wajah dingin mu saja sangat membuat ku bahagia dan jika kamu tersenyum seolah dunia sudah menjadi miliku ,aku mencintai mu terlepas dari seberapa jauh jarak yang dirimu buat.


Berharap sedikit kehangatan, jika sesusah itu mencintaiku aku tak akan memaksamu aku yakin tuhan bisa dengan mudah merubah hati seseorang ,tapi jika masih belum aku masih akan mencintai mu hingga jenuh bosan dan dirimu mendapat seseorang yang selalu membuatmu tersenyum bahagaia .


"Soya Larasati sedang apa kamu di sana "


Dia nyengir akhirnya ketahuan juga ,hari itu Soya di minta wali kelasnya membantu membereskan dokumen di kantor ,begitu melewati ruang kelas tempat Chandra ujian dia langsung berhenti dan sempat-sempat nya mengintip .


Kai menjatuhkan tubuhnya di kursi kantin menyandarkan punggungnya seperti orang pingsan ,ini baru hari pertama tapi dia sudah seperti orang sekarat memang belajar bukan bidang nya ,Chandra dan Sean juga kesulitan tapi mereka masih bisa santai dan percaya diri .


"Otak gue serasa di peres nih "


Ucap Kai sambil menyeruput es jeruk di depan nya .


"Namanya juga ujian beda lagi kalo dugem mau sampai pagi pun loe gak ngeluh "


Balas Sean yang dari tadi fokus pada ponselnya.


"Ngapain nih mau langsung pulang gue pengen main basket "


Chandra mulai jenuh ,melihat lapang kosong di hadapan nya dia mengajak kedua sahabatnya bermain basket pada hari biasa mereka tak bisa tenang karna selalu banyak sisiwi yang menonton dan berteriak menganggu ,sekarang suasana sekolah sudah mulai sepi Kai dan Sean mengangguk dan akhirnya mereka mulai bermain basket tapi tetap saja yang namanya cowok populer pasti menjadi pusat perhatian ,melihat mereka bermain basket bersama adalah pemandangan yang cukup langka bahkan entah dari mana datang nya, pinggir lapang kini sudah penuh dengan penonton .


"Gimana kalo kita buat boy band pasti laku keras "


Kai di sela-sela bermain menawarkan hal yang sangat mustahil bagi mereka bertiga.


"Gila aja loe "


Entah kenapa keringat yang menetes di tubuh mereka saja sudah membuat para gadis di pinggir lapang berteriak ,pesona mereka memang tak terelakan .


Sean mematung melihat pesan yang baru dia buka, itu dari Bie entah apa yang Bie tulis sampai membuat Sean mengambil tas dan berlari membuat kedua sahabatnya keheranan.


"Mau kemana loe ? "


Sean bahkan tak memperdulikan teriakan kai dan chandra .


Sean aku harus pergi ke Perancis aku mendapatkan beasiswa itu, mungkin lusa aku sudah berangkat bisakah kita bertemu .


Dengan muka penuh keringat dan nafas terengah-engah Sean akhirnya sampai di cafe kaka nya Bie ,dia melihat sekeliling cafe tapi Bie tak ada di sana dengan mengatur nafas nya yang menggebu sean mulai bertanya pada keryawan yang menjaga meja kasir.


"Bie mana ?"


Karyawan itu malah bengong melihat Sean, dia terkejut entah kenapa pemandangan di hadapan nya bagai lukisan mahal yang di pajang di musium ,sangat indah bagai mana mungkin ada pria tampan dan cantik sekaligus ,apalagi dia penuh keringat sangat menggoda iman nya.


"Bak !!"


Sean sedikit berteriak .


"Kemana "


"Triingg"


Bunyi bel di atas pintu itu langsung membuat Sean menoleh ,dan Bie sudah berdiri di sana dengan kakanya mereka menenteng dua tas besar setelah berbelanja untuk semua kebutuhan Bie ,sean langsung menghampiri Bie dan memegang kedua tangan nya dia bahkan tak peduli dengan keberadaan kakanya yang langsung menatapnya tajam


"Kamu benar mau pergi ?"


Sean langsung to the point Bie memandang Sean yang masih penuh keringat apa dia berlari ke sini ,tapi jarak sekolah dekat kenapa bajunya basah ,Bie langsung menuntun Sean untuk duduk memberinya segelas air dingin ,Bie mengambil tisu mengelap semua keringat di wajah Sean tanpa peduli kakanya masih memandang Sean dengan sinis.


"Enak banget si Sean "


gerutu kakanya yang iri melihat Bie semanis itu pada Sean.


"Udah pak kasian benatar lagi mereka LDR an "


Jawab karyawan di sebelah Haerul kaka Bie .


"Ahh bener juga kali ini saya akan biarkan "


Chandra dan Kai mengakhiri permainan mereka karna Sean pergi permainan itu menjadi tidak seru ,kai tidak sejago Chandra dan Sean jadi yang main terlihat cuma Chandra saja ,melihat kedua pria tampan itu duduk istirahat membuat para gadis di pinggir lapang berinisiatip memberi mereka minum .


"Kak ini air pasti kaka haus kan "


"Punya ku dingin loh kak "


"Aku bawa colla loh "


Padahal mereka hanya ingin istirahat dengan tenang malah terjadi kebisingan ,Soya yang suda membawa botol air perlahan mudur kembali banyak yang peduli dengan Chandra mana mungkin dia menghiraukan nya ,hampir saja dia berbalik Chandra menarik lengan nya .


"Mau ke mana loe ?"


Melirik botol air di tangan Soya


"Sini gue haus"


Chandra mengambil botol itu kemudian meminum nya ,semua mata gadis yang berkerumun bengong melihat adengan itu, kenapa dia mengambil botol dari soya bahkan dari tadi mereka sudah lebih dulu .


"Dia tunangan gue ,kalian sebaiknya pulang berisik "


Soya membulatkan matanya menutup mulutnya yang ternganga saking terkejutnya, apa dia tak salah dengar apa tadi Chandra mengakuinya ,Ksi yang mengambil air minum dari salah satu gadis sampai tersedak saat mendengar itu ,perlahan para gadis itu pergi tinggal mereka bertiga di sana Kai Chandra dan Soya .


"Jangan GR gue gak mau di kerubungi cewe-cewe itu makanya ngomong gitu "


Canda memalingkan mukanya dia sedikit malu dengan ucapan nya barusan .


"Ahhh begitu iya aku tau "


Kai hanya menggeleng-gelengkan kepala nya dia sudah tau sifat chandra yang tinggi gengsi dan arogan pada gadis ,dia sampai tak menyadari perasaan nya yang mulai tumbuh pada Soya .