
Pukul 10:00 malam di musim hujan sinar lampu jalan yang berkelip bagai bintang di bawah langit gelap gulita yang terus menangis ,sepasang mata sembab menatap rintikan hujan yang turun perlahan sepertinya sudah cukup dia terjebak dalam ruang sempit ini ,lebih baik menerobos hujan biarpun basah kuyup setidak nya dia bisa menyembunyikan tangisan di dalam nya ,bahkan sebelum ini matanya harus menyaksikan lagi momen manis antara Chandra dan Wendy dia melihat bagaimana Chandra dengan senang hati memayungi wanita itu padahal jelas dia melihat Soya di sana ,seharusnya dari dulu dia tau Chandra tak pernah memiliki perasaan lebih padanya ,mereka terlalu serasi untuk tak membuatnya cemburu .
Soya bermaksud menerobos hujan menuju mobilnya yang di parakir di luar gedung ,baru saja dia memasang ancang-ancang untuk berlari dengan berpayungkan tas yang di bawanya ketika tiba-tiba seseorang datang untuk memayunginya Soya mendongak berpikir itu Chandra tapi harapan nya kini gagal lagi dia kak Juna ,dia terbiasa berharap sampai hampir gila karna seorang lelaki dingin seperti Chandra.
"Jangan ujan-ujanan tar sakit "
Dia langsung merangkul pundak Soya membuat jarak antara dirinya dan Soya merapat ,dia takut Soya kena air hujan .
"Makasih kak "
Chandra hanya melihat itu dari kejauhan dia memegang payung di tangan nya dia baru tau Soya ternyata di gedung yang sama dengan nya ,niatnya sih ingin mengantarkan Soya pulang tapi sepetinya sudah ada yang mendahului nya ,dia jelas melihat Soya dan Juna masuk ke dalam mobil yang sama kemudian pergi ,ada rasa tak nyaman di hatinya dia bukan tipe orang yang dengan lantang mengumbar kata-kata cinta jika dia tak punya perasaan pada Soya mungkin sudah dari dulu dia meminta Soya untuk menjauh ,tapi karakter Chandra tak mudah di mengerti orang, mungkin bagi soya dia hanya lelaki dingin tak berperasaan .
Sean menggenggam erat tangan bie setelah mengobrol lama di restauran mereka memutuskan untuk kembali ke gedung di mana tempat acara ulang tahun Mina di gelar ,Sean ingin pamit pulang duluan mengantar Bie ke rumah nya dan saat tiba kembali di sana seorang pria menghampiri mereka dia adalah Dimas Aruna seorang produser musik terkenal yang sekaligus kaka Mina ,Sean tau dari Bie dia adalah produser nya sekarang dan Bie juga cerita Pak Dimas adalah sahabat kaka nya ,matanya menatap heran melihat Sean yang begitu dekat dengan Bie bahkan mereka bergandengan tangan .
"Kamu dari mana bie kaka mencarimu kemana-mana ?"
Bie lupa memberitahunya tadi malah langsung kabur untuk mencari Sean ke luar.
"Maaf kak aku tadi keluar sama kak Dean "
Dia menatap lekat wajah Sean lelaki itu sangat tampan sedang apa dia bersama Bie pikirnya.
"Perkenalkan saya Sean Pernandes ,"
"Ahhh kamu anaknya tante Hera kan "
Akhirnya dia ingat pernah melihat Sean di suatu tempat ,benar dia adalah anak penyanyi senior Hera Kusuma dan pemilik hotel Paradis yang terkenal itu dia heran kenapa Sean bisa bersama Bie ,setau dia Bie tak banyak kenal orang di sini .
"Akh iya aku sudah janji pada kaka mu untuk tak pulang terlalu malam ,ayo kita pulang "
"Tapi "
Bie ingin berkata dia akan pulang dengan sean tapi dia tak berani berkata jujur .
"Kenapa "
"Bie akan pulang bersama saya ,tidak apa-apa kan ?"
Dia semakin aneh kenapa Bie bisa sedekat itu dengan Sean ,dia langsung menatap Bie berharap jawaban darinya dia harap Bie tak punya hubungan dengan pria yang lebih muda darinya itu .
"Iya kaka tak usah mengantar Bie ,Bie akan pulang dengan kak Sean "
Karna bie sendiri yang mau dia tak bisa menahan nya, hanya saja dia sangat penasaran apa hubungan antara Bie dan Sean ,jangan sampai rencananya untuk mendapatkan Bie gagal lagi kali ini ,
Dia hanya menatap kepergian Bie dan Sean dengan tajam Bie telah salah mengenal nya dia bukan lelaki manis yang baik hati ,Dimas Aruna seorang produser musik yang sukses dia banyak melahirkan artis papan atas yang berbakat termasuk Chandra ,dia terkenal ambisius dalam berkerja tak ada satupun keinginan nya yang tak terwujud ,lahir dari keluarga kaya membuat nya selalu mendapat apapun yang di inginkan nya dia akan melakukan segala macam cara mau itu halus atau kasar ,termasuk dalam urusan cinta dia tak segan mencelakai orang yang mendekati pujaan hatinya rasa yang di milikinya untuk Bie bukan cinta tapi obsesi ,dia terobsesi untuk memiliki Bie siapapun yang berusaha mendekatinya akan berhadapan dengan nya ,dia mnyukai Bie dua tahun belakangan ini sudah beberapa laki-laki yang dia hadang ketika mendekati Bie bahkan ada yang sampai masuk rumah sakit karna tak mendengar ancaman nya ,dan kini dia seprtinya harus berurusan dengan Sean ,mungkin lelaki pendiam dan anak Mamih seperti Sean akan sangat mudah di kalahkan pikirnya hanya dengan sedikit ancaman dia akan mundur perlahan .
"Kenapa sulit sekali memiliki mu Bie "
Ucapnya lirih ,dia meremukan gelas berisi wine dengan tangan nya ,darah bercucuran dari sela-sela jarinya sekesal itukah dia melihat Bie di rangkul Saean dan kenapa mereka sangat serasi di pandang .
Chandra membaringkan tubuhnya di kasur ,dia baru pulang setelah bekerja semalaman dia lega karna telah menyelesaikan semua persiapan menjelang comeback nya ,kini dia hanya tinggal latihan saja bersama beberpa band pengiring dan Wendy ,tubuhnya lelah dia ingin istirahat tapi matanya enggan terpejam sudah seminggu ini dia tak bicara dengan Soya ,Chandra merasa aneh biasanya gadis itu selalu rusuh dan tak pernah absen mengiriminya pesan atau menelpon ,kadang dia jengkel dengan kelakuan Soya tapi saat dia menghilang begini kenapa rasanya jadi sepi ,Chandra merogoh ponsel di saku celananya melihat notifikasi yang masuk tapi tak ada satupun dari Soya ,karna penasaran dia kemudian membuka sosial media melihat akun instagram milik Soya gadis itu mengupload foto baru-baru ini dan dia berasama Juna si fotografer tampan yang terkenal itu ,mantan ketua osis di SMA nya dulu ,mereka pergi jalan-jalan ke pantai ,Chandra berdecak kesal bagai mana bisa Soya jalan dengan lelaki lain .