Problematic Handsome

Problematic Handsome
65 (tamat)



Payung-payung hitam yang melingkari tanah makam yang masih merah itu perlahan pergi satu persatu ,hujan yang terus turun sejak awal proses pemakaman membuat tanah merah itu menjadi seperti lumpur .Soya terus memeluk lengan Chandra yang masih terdiam tanpa kata dia terus menatap gundukan tanah merah itu tanpa bergerak sedikitpun ,Kai,Gisela,dan Sean juga ada di sana mereka bersama mengikuti perosesi pemakaman ini dari awal .Satu persatu mereka berbalik meninggalkan pemakaman itu Kai dan Sean menepuk bahu Chandra sebelum mereka pergi dan kini hanya tinggal Chandra dan Soya .


"Maafkan aku ,aku tak bisa menjadi anak yang ayah inginkan .Tapi aku janji akan menjaga ibu dan kedua adik ku "


Soya menatap Chandra yang kini terisak dia mengusap punggung lebar laki-laki itu dengan lembut ,satu tangan nya memegang pegangan payung dengan susah payah karna Chandra terlalu tinggi .Chandra mengusap kedua matanya dan sekarang berbalik menatap Soya ,dia baru sadar pasti tangan gadis itu pegal karna harus di angkat demi memayungi nya ,Chandra mengambil pegangan payung dari Soya dan sesaat kemudian dia langsung memeluk gadis itu .


"Terimakasih karna loe selalu ada di samping gue "


"Aku senang bisa berada di samping kaka ,selamanya akan begitu ,jangan sedih lagi kaka harus kuat demi semuanya "


Chandra melepas pelukan nya kemudian merangkul Soya dan meninggalkan pemakaman itu .


Setelah kepergian Ayahnya Chandra kembali tinggal dengan keluarganya ,dia juga kini mulai belajar mengelola semua usaha keluarganya di bantu Ibunya.Chandra tak berniat meninggalkan kecintaan nya pada musik dia akan tetap menjadi penyanyi dan menyalurkan bakat nya .Hubungan nya dengan Soya berjalan lancar meskipun masih banyak orang yang tak suka dengan Soya ,menganggap dia kurang pantas untuk idola mereka dan Soya mulai terbiasa dengan itu baginya bisa bersama dengan Chandra adalah anugrah terindah di hidupnya ,dia sangat mencintai lelaki kaku itu dan tak peduli dengan omongan heters .


Sementara itu hari ini Bie sudah boleh keluar dari rumah sakit ,Sean sudah ada di sana merapihkan semua barang Bie untuk di bawa pulang ,kaka Bie tak bisa menjemputnya karna harus menemui desainer dia dan pacarnya akan segera menikah ,Bie lega mendengar nya dia selalu khawatir dengan kaka nya yang sangat berantakan itu .


"Bie semuanya sudah aku masukan ke dalam tas ,ayo kita pulang "


"Iya ayo kita pulang aku sudah bosan di sini "


"Masih sakit tidak ?,biar aku gendong saja ya "


"Tidak usah aku sudah kuat kak "


Satu tangan nya menggandeng Bie dan satunya lagi menenteng tas besar yang berisi barang Bie ,mereka berjalan di koridor rumah sakit yang cukup ramai .Semua mata memandang mereka keduanya memang sudah sangat cocok dari dulu ,Sean dengan wajah belasteran nya sangat tampan dan Bie wajah cantik putih bersih nya membuat nya tampak anggun ,mereka seperti putri dan pangeran dari negri dongeng yang terlihat tak nyata .


"Apa ada sesewatu di wajah ku ,kenapa orang-orang memperhatikan kita sejak tadi ?"


"Tidak mungkin mereka kagum dengan kecantikan mu bie hehe"


Wajah nya langsung bersemu merah ,setelah mendengar apa yang Sean katakan ,sesampai nya di depan rumah sakit ternyata Mamaih Sean telah menunggu mereka di depan mobil kemudian mengantar Bie pulang ke rumah nya ,sepanjang perjalanan Mamih Sean membahas tentang ajakan nya kepada Bie untuk bergabung ke dalam label musik yang dia miliki ,Mamih Sean adalah orang yang tau bagai mana bakat Bie bahkan saat dia masih sekolah ,andai saja dulu dia tak terlalu sombong dan tak memandang kekurangan Bie mungkin sudah sejak dulu Bie ikut bersama nya ,mamih Sean serius tentang itu bahkan dia membawa serta dokumen kontrak lebel nya untuk Bie lihat .


"Pokonya Bie baca dulu semuanya ,jika ada yang ingin di tanyakan langsung saja hubungi Mamih ,Mamih harap Bie mau masuk ke lebel musik Mamih .Kita bisa mulai semuanya dari awal ,kamu pianis terkenal dunia .Mungkin dimas pintar dalam hal musik tapi dia masih kurang mengeksplor bakat mu Bie "


"Ahhh terimakasih tante Bie akan baca di rumah "


"Jangan panggil tante ,panggil Mamaih saja Bie ,nanti juga kamu jadi anak Mamih ,benar kan Sean ?"


"Pasti "


Sean mengangguk dengan semangat ,sembari fokus menyetir mobil nya dia senyum-senyum sendiri ,pasti sekarang telinga Bie panas mendengar Mamihnya ngoceh tanpa berhenti ,jangankan dia yang baru Kai dan chandra saja suka menghindar bertemu Mamihnya .


Hari berlalu dengan masalah baru dan jalan keluar yang sama, mereka hanya perlu bersatu untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada hidup tak seenak pandangan orang karna mereka tampan ,nyatanya masalah akan selalu datang kepada siapa saja dan kapan pun tanpa mengenal siapa dan waktu .Setiap masalah yang terjadi membuat diri kita tambah dewasa dan matang dalam pemikiran ,dan setiap masalah pasti selalu bersama solusi yang terbaik .


Kini sudah 1 tahun berlalu kehidupan mereka tak banyak berubah malah tambah sibuk tapi semuanya berjalan baik .Chandra ternyata berbakat juga dalam hal bisnis mungkin bakat yang Ayahnya wariskan membuatnya selalu berhasil dalam menjalankan perusahaan nya .Karirnya juga berjalan baik meskipun sudah tak bisa sesibuk dulu karna pekerjaan nya merangkap sekaligus menjadi CEO muda sebuah perusahaan besar .Hubungan nya dengan Soya mengalami banyak kemajuan .


Soya bekerja di sebuah rumah model terkenal di kota ,dia memang cukup pandai dalam hal merancang pakaian meskipun begitu dia selalu banyak mengeluh pada Chandra karna bosnya rewel dan galak ,seperti sore itu saat Chandra menjemputnya sepeulang kerja .


"Kamu tau gak yang ,dia ngerobek gambar rancangan aku katanya itu seperti gambar anak-anak yang tak bernilai .Wahhh aku ingin menangis saat itu ,dan parahnya lagi setelah itu tanpa tau malu dia menyuruh ku membuatlagi gambar yang dia robek katanya clien menginginkan itu .Aku sudah tak tahan lagi "


Chandra hanya tersenyum mendengar ocehan Soya ,hampir setiap kali bertemu dengan nya hal pertama yang dia curhatkan adalah masalh bos nya .


"Yang ko kamu malah senyum-senyum gitu kaya yang seneng "


Chandra langsung mencubit pipi Soya gemas .


"Aku cuma bersyukur kamu masih bisa ngoceh seperti biasa ,dan itu artinya kamu sehat "


"Dih "


Soya langsung manyun mendengar jawaban Chandra bahkan kini dia bersidakep ,Chandra kemudian memarkirkan kendaraan nya ,Soya langsung menatapnya aneh kenapa Chandra mengajaknya ke restauran bukan nya mereka mau ke apartemen Soya .


"Kok kita kesini "


Chandra tak menjawab dia hanya tersenyum sambil menatap Soya kemudian mengajaknya masuk ,Soya terkejut mengetahui restauran itu telah di booking oleh Chandra tak ada pelanggan lain selain mereka di sana ,kenapa dia senang sekali melakukan ini ,membuat Soya berdebar .


"Yang ada acara apa sih kok kamu nyiapain ini segala ? "


Chandra menarik kursi di depan Soya kemudian menyuruhnya duduk .


"Gak ada apa-apa sayang ,aku cuma ingin makan romantis aja berdua "


"Benar ,? "


Soya tak percaya dengan ucapan Chandra ,kekasihnya itu lebih suka makan di rumah .


Tangan kanan Chandra meraih jemari Soya kemudian menggengam nya ,dan tangan kirinya merogoh sesewatu dari saku jas nya ,itu sebuah kotak kecil beludru merah ,Soya melotot dia tak menyangka Chandra akan melakukan ini .


"Mungkin dulu kita pernah bertunangan ,tapi dulu aku tak menginginkannya dan sekarang aku yang memintanya karna menginginkan kamu selalu ada di sampingku "


Chandra memasangkan cincin itu di jari manis Soya sambil berlutut di depan nya ,Soya sangat bahagia dia langsung memeluk Chandra dan menangis .


"Terimaksih aku sangat bahagia "


Sementara Kai dan Gisela ,mereka belum mendapat restu dari orangtua Gisela .Ayahnya masih menganggap perbuatan Gisela sebagai aib keluarga tapi Kai tak mempermasalahkan hal itu, berbeda dengan keluarga Gisela keluarganya sudah mulai menerima keputusan nya .Mamak cukup tenang karna wanita pilihan Kai adalah gisela dia tau perbuatan Kian pada Gisela memang tak mudah di maafkan apalagi sampai Gusela harus menerimanya kembali .Mamak tau Gusela adalah wanita baik yang sangat sabar apalagi untuk menghadapi sipat kekanakan Kai .Bapak juga sama dengan Mamak dia sadar selama ini terlalu cuek pada Kai dan lebih peduli pada Kian ,dia ingin Kai bahagia dengan wanita yang di cintainya .


Film animasi yang studio Kai buat sangat sukses di pasaran ,sekarang banyak rumah produksi yang memintanya untuk bekerja sama dalam membuat film mereka ,Kai menjadi super sibuk sekarang bahkan dia sudah jarang bisa berkupul bersama Chandra dan Sean .Gisela juga sama baru 3 bulan ini dia pindah bekerja ,meskipun Rumah sakit tempat kerja barunya tak sebesar sebelum nya dia lebih bahagia di sana ,setidaknya Kian tak bisa mengganggu nya sekarang .Sepulang kerja Gisela akan menyempatkan mampir ke apartemen Kai dia akan masak dan membereskan apartemen yang selalu berantakan itu ,setelah di tinggal Chandra apartemen itu selalu seperti kapal pecah .


"Kenapa gelap begini ,apa bohlam lampunya rusak "


Gisela meraba-raba stopkontak lampu di dinding ,dia baru sampai apartemen Kai dan mendapati apartemen itu gelap gulita .Saat lampu berhasil di hidupkan gisela terkejut mendapati Kai sudah terbaring lemah di lantai ,tubuhnya demam tinggi .


"Kai kamu kenapa ya tuhan "


Gisela langsung membawa nya ke kamar dan menidurkan nya di kasur ,dia langsung merawat Kai malam itu ,membuatkan nya bubur dan memberinya obat.


"Bep kamu kok kaya yang ngambek sih "


Gisela kesal karna Kai selalu menyepelekan kesehatan nya dan lebih peduli dapa pekerjaan nya .


"Bep jangan ngamuk dong "


"Pletakkk"


"Akhhhh sakit tau "


Gisela menyentil jidat Kai ,dia benar-benar kesal dengan sikap acuh pacarnya itu .


"Aku tau pekerjaan mu itu penting tapi tolong perhatikan juga kesehatan mu .Ini bukan yang pertama kalinya Kai ,bagai man jika aku tak datang tadi hahhh "


"Iya iya maaf ,ya sudah kamu tinggal di sini saja ya jangan pulang-pulang "


"Kai aku serius "


"Aku juga serius ,kita menikah saja ya ?"


"Kai "


Kai bangkit dan langsung memeluk Gisela ,dia tak tau akan menjadi apa jika tak bertemu wanita galak ini .Mungkin dia akan menjadi lelaki tak berguna sekarang ,Gisela adalah hadiah tuhan yang membuat hidupnya bermakna .


"Aku serius ,kamu segalanya bagi ku bep .Aku bisa mati jika kamu tak ada di sampingku ,menikahlah dengan ku ya ? "


Gisela melepaskan pelukan Kai dan menatap matanya dalam .Apakah yang di katakan Kai benar ,dia tak melihat keraguan di dalam nya .Lalaki itu sangat senang bercanda dalam situasi apapun.


"Kai ini bukan bercanda kan ?"


Kai langsung menarik dagu Gisela dan mencium bibirnya ,Gisela hanya diam dan menikmati itu mereka sudah lama tak melakukan nya .Setelah Kai melepaskan ciuman nya dia balas menatap Gisela "


"Jadilah istriku gisela aku serius .Aku tak mau kehilangan mu"


Gisela mengangguk tak ada alasan nya menolak lamaran Kai .Meskipun akan sangat sulit meminta restu Ayah nya nanti .


Dan Sean dia sudah tak perlu di tanyakan lagi kepandaian nya dalam mengurus semua hotel , itu sudah di ketahui semua saingan nya ,bahkan dia menjadi panutan pemilik hotel lain karna kesuksesan nya .Dan Bie dia sudah masuk lebel musik Mamihnya mereka berkarir bersama ,Mamih Sean benar Bie sangat berbakat ,Bie selalu ikut terlibat dalam pagelaran musik besar dan juga orkestra terkenal .Namanya sudah sama besarnya dengan Mamih Sean .


Sebulan lalu mereka bertunangan Sean menggelar acara kecil yang hanya di hadiri keluarga dan sahabat nya .


Hari itu tepat pada malam pergantian tahun ,mereka semua berkumpul di rumah Chandra .Para wanita sedang sibuk memasak makan malam dan para lelaki tak berniat membantu sedikitpun mereka sedang asyik bermain game ,memang sudah lama kebiasaan itu tak mereka lakukan .


"Gue gak nyangka loe bakal jadi manusia suskses Kai "


Di tengah-tengah permainan Sean baru kepikiran sesewatu tentang kai ,dulu dia adalah yang paling badung di antara mereka ber 3.


"Emang nya loe pikir loe doang yang punya otak Sean oon "


"Jadi kapan rencana pernikahan loe di laksanakan ? "


Chandra mendengar rencana pernikahan itu kemarin dari Soya .


"Mungkin bulan februari nanti pas hari valentine hehe "


"Wahhh loe jadi yang pertama di antara kita ,gue makin bangga sama loe Kai "


"Emang nya loe Bapak gue Sean ngeselin banget dari tadi ni bocah "


Dari arah dapur para wanita menyaksiskan tingkah kekanakan mereka ,mereka satu pemikiran tentang betapa tampannya para lelaki itu tapi terlepas dari ketampanan nya mereka adalah biang pembuat masalah .


......TAMAT ..........


Terimakasih kepada pembaca yang telah setia membaca karya saya ini ,mudah-mudahan kedepan nya saya bisa membuat karya yang lebih baik lagi .


Baca karya saya lain nya


-HITAM dan MERAH JAMBU (SUDAH TAMAT).


-MY HANI.