Problematic Handsome

Problematic Handsome
49



Sebelum malam semakin larut Sean mengajak Bie pulang bisa bahaya jika dia telat mengantar nya, bisa-bisa dia di persulit kembali oleh kaka nya Bie seperti dulu ,kembali bersama seperti ini merupakan sebuah keajaiban bagi Sean hal yang selalu di impi-impikan nya akhirnya terwujud ,satu tangan nya menggenggam erat jemari Bie hanya dia yang bisa menggetarkan hati Sean tak ada siapapun lagi ,dan satu tangan lagi memegangi setir mobil , mereka sedang di perjalanan pulang setelah menengok Kai ,Bie dengan lucu memainkan jari Sean yang ukuran nya dua kali lebih besar dari jarinya,membuat Sean gemas ingin rasanya dia peluk tubuh mungil Bie tapi itu tak mungkin dia sedang menyetir di jalan raya , berada di samping Sean juga membuat Bie bahagia mungkin dia pernah bodoh karna dulu meninggalkan lelaki baik yang selalu memperlakukan nya dengan manis itu ,tapi sekarang apapun yang terjadi dia ingin selalu di samping Sean menghadapi semuanya bersama-sama ,Bie memandangi wajah serius Sean yang sedang menyetir dia bagai karya seni bagai mana ada orang setampan dia ,apa Sean benar-benar sendirian selama dia pergi ,apa jangan-jangan pernah ada wanita yang menggantikan nya .


"Apa bie kenapa terus memandangi ku seperti itu ?"


Sean tau Bir sedari tadi memandangi nya ,dengan lembut dia mengusap pipi mulus Bie yang mulai merona.


"Apa ,tidak kok "


Bie memalingkan wajahnya dia ketahuan ,saat itu mobil mereka sedang berhenti karna lampu merah ,Sean menarik dagu Bie agar wajah mereka berhadapan dia tersenyum melihat pipi merona Bie ,dia masih begitu cantik tak ada yang berubah dari diri nya malah tambah cantik dan menggemaskan, perlahan dia mendekatkan wajahnya membuat Bie terpaku sesaat kemudian dia merasakan bibir mereka menyatu Sean mencium nya dengan lembut ,ini berbeda dari ciuman mereka dulu Bie mulai memejamkan matanya merasakan sensai berbeda yang Sean berikan dia bukan hanya mencium bibir mungil itu tapi melumatnya, rasa nya begitu manis Sean hampir lupa diri, hingga lampu berubah hijau dan mobil di belakang mereka membunyikan klakson membuat Sean tersentak karna kaget ,bisa-bisanya dia berciuman di jalan raya seperti itu .


"Maaf aku kelepasan "


Ucap Sean kemudian fokus kembali ke jalan ,Bie mengelap sisa ciuman Sean yang basah dengan punggung tangan nya ,nafas nya masih tak beraturan dan entah kenapa dia merasa sangat kepanasan padahal di luar sedang hujan ,apakah tadi itu ciuman orang dewasa pikir Bie .


Sudah hampir tengah malam saat Chandra hendak pulang ,dia berjalan ke arah mobil nya saat hendak menyalakan mesin mobil Chandra melihat Soya dan Juna lewat di depan mobil nya Soya meliriknya dengan tatapan acuh kepada nya kemudian mereka masuk ke dalam mobil yang sama ,ini sudah cukup Chandra sudah tak tahan dengan perasaan yang aneh di hatinya ,dia keluar dari mobil nya dengan langkah yang setengah berlari dia menghampiri Soya dan menarik lengan saat itu Soya hendak menutup pintu mobil juma ,Soya kaget dengan tindakan Chandra yang tiba-tiba menariknya .


"Yaakkk ada apa sihhh ?"


"Kita harus bicara"


Juna yang melihat itu juga ikut emosi tak ada angin tak ada hujan Chandra datang dan langsung menarik lengan Soya .


"Elo apa-apan sih Chan lepasin tangan Soya "


"Gue gak ada urusan sama loe "


Kini soya di tengah-tengah antara Chandra dan Juna mereka sama-sama menarik lengan Soya ,tatapan mata Chandra yang seperti itu tak pernah di lihatnya membuat soya sedikit takut .


"Kak chan lepasin "


Soya menangkis lengan Chandra dengan sekuat tenaga hingga lepas ,bekas cengkraman tangan Chandra memerah di pergelangan tangan Soya .


Soya hanya diam dia masih kaget dengan tindakan Chandra ,dia tak pernah melihat sosok Chandra yang seperti itu .


"Soya harus pulang sama gue ,elo udah kasar sama dia Chan "


"Ok ,mulai sekarang jangan ganggu hidup gue jangan datang lagi ke hidup gue "


Chandra pergi dengan perasaan marah yang dia sendiri aneh apa dia cemburu kepada Soya ,apa selama ini dia sudah jatuh cinta pada gadis menyebalkan itu ,Chandra tak akan pernah berbuat seperti ini jika dia tak suka pada Soya ,dia mungkin akan acuh tak acuh dan tak peduli Soya dekat dengan siapapun ,dan setelah empat tahun mengenal Soya kenapa baru sekarang dia sadar ,Chandra benci dengan dirinya sendiri dia sadar ternyata yang paling bodoh di antara Chandra ,Kai, dan Sean adalah dirinya ,dia tak biasa mengenali hatinya sendiri .


Sementara itu Soya masih terpaku sambil memegangi tangan nya yang lumayan sakit akibat perbuatan Chandra ,kata-kata terakhir Chandra masih terngiang di telinganya apa yang sudah dia lakukan sehingga Chandra marah seperti itu ,seharusnya dia yang marah ,tak terasa air mata nya menetes mengaliri pipi mulus nya ,sedingin apapun Chandra dan semenyebalkan apapun tingkah Soya dia tak pernah marah seperti itu sebelumnya .


Juna yang melihat semuanya hanya diam dia tak tau harus berbuat apa dalam situasi ini ,jika dia bisa jujur dia mulai takut Chandra akan mulai bertindak dan jujur dengan perasaan nya ,bagai mana dengan nasib nya yang telah menunggu kesempatan ini begitu lama ,menunggu saat Soya mulai menjauh dari chandra dan dia punya kesempatan .


Setelah mengantar Bie pulang kini Sean dalam perjalanan kembali ke apartemen nya ,Sean terus tersenyum bayangan kejadian di lampu merah tadi masih memenuhi kepalanya ,Bie terlalu cantik dan menggemaskan sampai membuat nya lepas kendali apa jadi nya jika mereka berada di sebuah ruangan tertutup mungkin bie akan habis dia terkam .


Sean mulai merasa aneh sejak pulang dari rumah Bie mobil di belakang nya seolah sedang mengikuti nya ,awal nya dia tak curiga sama sekali hingga Sean kemudian mulai mencoba memacu kendaraan nya dengan cepat ,agar mobil itu tertinggal di belakang akan tetapi mobil itu malah mengikuti kecepatan mobil Sean ,bahkan saat Sean berbelok mobil itu ikut berbelok ,dan saat Sean menyalip mobil di depan Sean bisa dengan jelas melihat dari kaca sepion nya mobil itu juga mengikuti nya ,dia semakin yakin ada yang tak beres dengan mobil di belakng nya sampai dia berada di jalan yang memang cukup sepi mobil itu mendahuluinya dan hampir membuat mobil Sean masuk ke parit di samping jalan, untung saja Sean dengan cepat membanting setir menghindar .


"wahhh dasar gila ,dia mau main-main dengan ku "


Sean memegang kepalanya yang terbentur setir di depan nya .


"awwww sial "


Berdarah, benturan tadi cukup keras untung saja mobil nya tak masuk parit itu ,Sean sempat melihat plat mobil nya sebelum dia lupa Sean catat nomor plat mobil itu di dalam ponselnya .


"loe gak bisa kabur dari gue liat aja tar "


Sean yakin kejadian ini pasti ada hubungannya dengan teror yang di kirim ke apartemen nya ,sepertinya dia harus lebih hati-hati sekarang .