Problematic Handsome

Problematic Handsome
60



Setelah tiga hari Bie di rawat kondisi nya berangsur membaik dan tadi siang saat suster mengecek keadaan nya Bie akhir nya siuman .Hal yang pertama kali dia ucapkan adalah nama Sean dia bahkan tak mengkahawatirkan diri nya sendiri .


"Mana kak sean ? "


"Bie kamu baik-baik saja kan bagai mana perasaan mu ?"


Kaka Bie yang suda mulai cemas akhirnya bisa bernafas lega setelah Bie bangun .


Kai menenteng satu keranjang buah di tangan kanan nya dan satu tangkai mawar merah di tangan kiri nya ,dia berjalan di koridor rumah sakit rambut nya masih acak-acakan dia juga menggunakan kacamata nya ,Kai tak sempat memakai kontaklens dan matanya memang sudah silinder ,dengan jaket kebesaran dan jins yang robek-robek dia terkesan seperti bad boy tampan yang imut ,semua mata memandang nya dia seperti selebritis dengan tampilan yang sebenarnya darurat itu .Sudah dua hari ini dia kurang tidur ,studio nya sedang di kejar deadline bahkan dia baru tau pacar Sean di rumah sakit pagi tadi dari Gisela yang baru bisa menghubungi nya .Jadi dengan terburu-buru Kai datang ke rumah sakit .Kai tak langsung pergi ke ruang rawat Bie dia malah berbelok dan pergi ke ruang GIsela ,suster yang menjaga meja resepsionis sudah kenal dengan nya jadi membiarkan Kai masuk ,dia kaget melihat pesona Kai yang sangat tampan itu ,dokter Gisela sangat beruntung bisa punya pacar setampan itu pikirnya .


Kai mengetuk pintu ruangan yang bertulis nama Gisela itu ,kemudian membuka nya pelan dan mengintip ke dalam ,Gisela sedang bicara dengan pasien ,dan saat dia melihat kepala Kai yang muncul tiba-tiba dari balik pintu sontak dia kaget .


"Kai sedang apa di sana ?,ahh maaf ya bu sebentar "


Gisela langsung menghampiri Kai dan menyuruhnya menunggu lima menit ,setelah pasien itu keluar Kai langsung masuk ke ruangan itu ,dengan senyum khas nya dia menatap Gisela .


"Aku kaget kamu tiba-tiba datang "


"Kenapa gak boleh ya ?"


"Bukan gitu kaget aja ,kamu gak ngabarin "


"Kangennn"


Dengan ekspresi manja Kai memeluk erat tubuh Gisela membuat nya terkekeh ,setelah pelukan itu selesai Gisela gantian memandangi Kai kenapa tampilan nya begini dia seperti anak SMA saja .


"Kamu baru bangun ,kenapa berantakan gini rambutnya "


"Hehe"


Lagi-lagi cengiran khas nya berhasil membuat Gisela tersenyum ,kemudian dengan hati-hati Gisela merapihkan rambut Kai membuat rambutnya menjadi model belah dua .


"Akhh jangan di giniin "


"Kenapa ?"


Kai kembali mengacak-ngacak rambut nya dan Gisela tertawa melihat tingkah menggemaskan pacar nya itu ,kemudian pandangan nya beralih pada keranjang buah dan bunga yang Kai bawa ,dia tau pasti Kai niat nya mau menjenguk Bie tapi nyasar ke tempatnya .


"Kamu mau nengok Bie ya ?,ayo kita ke sana "


"Iya tapi aku gak tau jalan nya jadi sengaja ke sini "


Bohong itu alasan Kai saja sebenarnya dia sengaja ingin bertemu Gisela sudah dua hari mereka tak bertemu dan Kai sangat merindukan dia .


"Ini buat sayang ku tercinta "


Gisela tersenyum menerima sekuntum mawar itu dari Kai ,dia menghirup wangi mawar segar itu kemudian meletakan nya di pas punga di mejanya .


"Terimakasih "


Dia tau mau Kai apa ,tapi ini rumah sakit dan dia sedang bekerja ,Gisela berjinjit kemudian dengan kilat mengecup pipi Kai membuatnya tersenyum dan langsung menarik gisela ke dalam pelukan nya.Setelah itu mereka berjalan beriringan menuju ruang rawat Bie,tapi kemudian Gisela berjalan lebih dulu dia takut nanti menjadi gosip jika terlalu dekat dengan Kai dan Kai hanya bisa cemberut melihat kelakuan Gisela yang setengah berlalri takut dia menyusul nya ,saat melewati ruangan Kian mereka tak sengaja berpapasan dengan nya .


"Mau ke mana kalian ? "


Kai langsung berjalan mendekati Gisela dan merangkul nya .


"Bukan urusan loe "


Dengan tatapan sinis nya Kai melewati Kian yang memandang mereka dengan aneh ,dia belum tau tentang hubungan mereka yang telah terjalin kembali .


"Gisela malam nanti keluarga kita akan bertemu ,aku akan tunggu kamu pulang kita sama-sama ke rumah mu "


Langkah Gisela dan Kai terhenti ,Kai menatap Gisela dengan tatapan penuh tanda tanya ada apa lagi kali ini ,apa dia akan kalah lagi oleh Kian ,tapi Gisela menggeleng dia juga tak tau apa yang akan terjadi dia tak tau apa rencana Kian kini .


"Gak bisa kak Gisel pulang bareng gue ,biar gue anter dia nanti "


"Kai ini bukan urusan mu ,ini tentang aku dan Gisela tentang hubungan kita ,"


"Gue pacar kak Gisel dan mungkin calon suami nya jadi gue berhak tau lagian Mamak dan Bapak juga orang tua gue ,gue akan ikut pertemuan itu "


Lantas setelah menjawab begitu Kai langsung membawa Gisela pergi jauh dari sana,meninggalkan Kian yang seolah belum percaya dengan apa yang di ucapkan adiknya .


"Kamu yakin mau ikut ke sana ? "


"Yakin lah ,aku gak akan ngebiarin kaka di milikin Kian berengsek itu lagi "


"Kamu bisa ngadepin ayah ku ? "


Kai langsung terbayang wajah galak bapak nya Gisela yang berlipat-lipat dari Bapak nya ,apakah dia sanggup .


Beberapa perawat menyaksikan adegan yang penuh derama tadi antara Kian ,Kai ,dan Gisela mereka langsung bergosip ,dokter Gisela jadi rebutan kaka beradik tampan ,dan itu mungkin akan menjadi gosip terhangat selama beberapa minggu ke depan .


Setelah mendapat telpon bahwa Bie telah sadar Sean langsung pergi ke rumah sakit ,dia tak peduli pekerjaan nya yang menumpuk dan langsung menyerahkan itu pada sekertaris nya ,selama dua hari ini Sean selalu setia menemani Bie di samping ranjang nya dan baru tadi pagi Sean pergi dia tak bisa meninggalkan pekerjaan nya lebih lama lagi ,dia pamit pada kaka Bie untuk sekedar mengecek keadaan hotel .Sean setengah berlalri menuju ruang rawat Bie dan langsung membuka pintu nya berlalri kearah Bie yang sekarang sudah bisa setengah duduk di kasur nya ,Sean langsung memeluk Bie bahkan dia sampai menangis.


"Syukurlah kamu telah sadar ,jangan melakukan hal bodoh seperti itu lagi .aku hampir gila kemarin aku takut kehilangan mu Bie "


Sean kemudian melepaskan pelukan nya memandang Bje dengan lekat ,gadis itu bahkan sekarang tengah tersenyum padanya .


"Aku gak apa-apa kak "


Sean mengecup kening Bie lama sekalih,sampai kemudian dia kaget mendengar suara batuk yang di buat-buat Kai .


"Uhuk uhukk...duhhh kita kaya penonton bayaran aja yah "


Sean langsung berbalik dan mendapati semua orang tengah memperhatikan mereka berdua ,di sana sudah ada kaka Bie dan pacar nya kemudian Kai dan Gisela ,Sean tak peduli dia malah memeluk Bie lagi dia lega melihat nya telah sadar .