Problematic Handsome

Problematic Handsome
20



Siang hari di sebuah ruang kelas yang berisik jam pelajaran kedua sudah selesai dan bell tanda istirahat sudah lima menit lalu berbunyi nyaring ,seorang siswi cantik masih menopang dagunya dengan tangan entah apa yang dia pikirkan sampai bunyi bell yang biasanya paling dia tunggu tak di dengar nya , dia masih terbuai dalam hayalan nakal nya senyumnya terukir dengan pipi yang bersemu merah .


Malam itu saat Chandra mengantar nya pulang soya mengajak nya masuk ke rumah  dan kebetulan mamih papih nya sedang keluar kota ,melihat baju Chandra basah kuyup dia khawatir juga Chandra akan sakit .


"Kaka sebaiknya ganti baju dulu,biar aku carikan baju Papih ya "


Chandra hanya mengangguk karna memang dia sudah sangat menggigil kedinginan ,tak lama kemudian Soya kembali dengan membawa baju dan celana olahraga Papih nya ,Chandra langsung masuk ke kamar Soya menggantinya di sana ,perlahan dia membuka semua bajunya yang basah ,hampir saja dia membuka celana nya ketika tiba-tiba Soya masuk tanpa mengetuk pintu .


"Kaka mau teh hang...aattt "


Soya seketika mematung melihat pemandangan indah di depan nya, bagai mana tidak badan kekar Chandra dengan roti sobek yang menggoda ,dia bukan anak kecil lagi dia ABG normal yang penuh dengan hawa panas berhasrat .


"Woyy ,sana keluar gue lagi ganti baju "


Wajah Soya merah padam dia malu tapi juga senang .


"Maaf maaf ,ok aku keluar "


Dengan cepat Soya keluar dari kamar sambil memegangi pipi nya yang sudah seperti terbakar sangat merah dan panas jantungnya hampir saja meledak .


"Ya tuhan maaf kan aku dan terimakasih eh"


Dia terus tersenyum menyimpan gambar seksi Chandra di memori nya paling dalam ,hari itu adalah hari yang paling menyenangkan dalam hidup nya dia semakin jatuh cinta pada Chandra ,hal yang paling menyenangkan lainnya adalah ketika Chandra keluar dari kamar nya ,memakai baju olahraga Papihnya yang kekecilan celana yang harusnya sampai tumit ternyata hanya sampai bawah lutut Chandra membuat nya sangat lucu dan imut ,Soya mencoba menutup mulutnya menahan agar tawanya tak keluar .


"Apa aneh ? "


Chandra bertanya dengan tatapan yang merasa salah kostum dan itu sangat lucu, ekspresinya sangat menggemaskan .


"Jangan tertawa "


Begitu melihat soya tertawa tatapan nya langsung berubah dingin tapi tetap saja menurut Soya itu sangat lucu .


Renbie tampak membereskan buku dan alat tulisnya hari ini dia ada janji dengan Mina, sejujurnya perasaan nya sudah sangat tidak enak Bie khawatir dia akan membully nya ,dari bangku nya Mina tampak menatap Bie dengan senyum sinis, dia kemudian keluar kelas lebih dulu setelah mendapat telpon dari seseorang lalu kemudian Bie mengikutinya ,tak lama Bie akhirnya sampai di depan pintu cafe ,yang di lihatnya pertama kali adalah Hera Kusuma artis terkenal yang dulu sangat di kaguminya ,yang tak lain adalah Mamih nya Sean ,dia tampak mencolok di antara semua pengunjung cafe itu ,perasaan Bie makin tak enak Mina duduk di samping nya kemudian melambaikan tangan pada Bie agar dia menghampiri mereka .


"Silahkan duduk "


Bie membungkuk dengan sopan kemudian duduk di depan mereka berdua dia tak berani mengangkat kepalanya .


"Kamu pasti tau kenapa saya meminta Mina mengajak mu kesini ,saya akan langsung ke intinya saja karna sebanyak apapun saya bicara kamu tak akan bisa menjawab nya "


Bie menelan ludah, ini pahit sampai kapan orang akan merendahkan nya apa salah nya jika dia jatuh cinta mereka baru pacaran bukan mau menikah .


"Saya minta tolong dengan sangat jauhi anak saya Sean dia anak satu-satu nya yang saya punya ,kamu tau hanya demi membela mu dia sampai tega melawan saya ,saya minta dengan baik-baik jangan sampai saya melakukan hal lain yang akan merugikan mu , kamu harus tau batasan jangan menyusahkan Sean anak saya  "


Apa dia kriminal kenapa mereka memperlakukan nya seperti ini ,Bie hanya menunduk dia mulai menangis ,sementara Mina mulai tersenyum merasa jalan nya menuju Sean semakin terbuka lebar, Mamih Sean dan Mina kemudian meninggalkan Bie di sana tanpa peduli perkataan yang mereka lontarakan sangat menyakiti hatinya .


Sean baru sampai di depan gerbang sekolah Bie ,dia sudah janji akan mengajak nya ke suatu tempat hari itu dia mulai menunggu Bie banyak sisawa yang keluar dari gedung sekolah ,mata mereka tak bisa berpaling untuk melihat ketampanan Sean ,tapi dia tak peduli dia hanya celingukan mencari Bie wanita yang di cintai nya kemudian matanya  menangkap seseorang yang sangat di kenalnya itu ,Mamih nya dengan Mina sedang apa mereka .


Mamih nya tampak terkejut melihat kedatangan Sean, harus alasan apa yang dia buat pada anak nya .


"Ehh Sean mamih ada urusan di sini ,kamu sedang apa ? "


"Aku mau jemput Bie "


Bie melihat mereka dari kejauhan mereka tampak cocok satu sama lain tak sepertinya yang lusuh dan bisu ,dia harus lari dari mimpi indah ini Sean sangat jauh dari jangkauan nya , merka berasal dari dua dunia yang berbeda ,benar kata Mamih Sean dia hanya akan menyusahkan nya , hanti nya sangat sakit dulu hidup nya tak seperti ini sampai saat itu tuhan merenggut semua dari hidup nya ,Bie berbalik dan mulai pergi dari sana meninggalkan semua hal indah berbunga yang Sean berikan .


"Ahh itu Bie, BIEEE !!"


Sean berteriak memanggil Bie tapi dia tak menoleh malah berlalri seperti menghindari nya ,Sean nyakin telah terjadi sesewatu di sini dia melirik Mamihnya dan Mina jangan-jangan ,dia mulai berlalri menyusul Bie .


"Sean mau ke mana ayo pulang "


"Gawat Mih nanti kalau si Bie ngadu gimana "


"Tenang saja selain dia bisu Bie juga anak yang polos dia akan mengerti dengan ucapan Mamih "


Kenapa kakanya sangat dekat dengan Gisela dan kenapa Gisela sangat baik pada kaka nya , sangat jauh berbeda dengan perlakuannya pada Kai ,sejak pulang sekolah pemandangan ini yang Kai lihat .Saat Kai masuk rumah Gisela sudah datang dan sedang memasak bersama kakanya orang tua Kai sedang dinas ke luar kota jadi di sana hanya ada mereka, Kai hanya menonton adegan itu di bar dapur nya mereka seperti sepasang suami istri yang sedang memasak bersama ,Kai tadi mencoba membantu tapi malah di usir Gusela karna tak sengaja memcahkan telur ke lantai .


"Wahh wahhh kalian seperi sepasang pengantin baru "


Wajah gisela memerah mendengar itu ,sebenarnya kak Kian adalah cinta pertama Gisela dia selalu mengagumi kak Kian hanya saja dia mengagapnya tak lebih dari seorang adik .


"Apaan sih Kai hehe "


Kai cemberut melihat reaksi Gisela menurutnya dia lebih tampan dan keren dari kakanya yang kutu buku itu ,kemudian Gisela menghampiri nya menyodorkan sendok yang isinya masakan yang di buatnya


"Coba ini "


Gisela meniup-niup dulu makana itu sebelum di suapkan pada Kai .


"Gimana ?"


"Kurang "


"Kurang apa ?"


"Kurang banyak hehe "


KAISAR dan KIAN