Problematic Handsome

Problematic Handsome
28



Langkah kaki mungil dengan boots merah marun itu membuat bekas di atas salju yang sudah mulai menyelimuti kota Paris Prancis ,ini akhir musim dingin tapi mendadak terjadi badai salju semalam, cuaca sedang ekstrim dan sulit di prediksi seharus nya hari sudah mulai hangat tapi malah jadi sedingin ini ,dia menenteng beberapa buku di tangan kanan nya dan tas selempang di bahu kiri nya hari nya selalu sibuk dengan latihan dan banyak tugas ,rambut panjang nya tertutup kupluk warna senada dengan boots membuat kontras dengan warna kulitnya yang seputih susu ,semua mata langsung tertuju pada nya saat dia tiba-tiba lewat di depan mereka ,dia bagai bunga mawar merah di tengah-tengah salju membawa keindahan di tengah-tengan dunia yang berselimut putih ,Renbie Nabila siswi beasiswa yang baru-baru ini ramai di perbincangakan bukan hanya karna dia sangat cantik tapi bakatnya yang sudah di akui Profesor Max yang sangat selektif memilih orang.


"Hi bie kita ada kelas Prof Max kan "


Bie menoleh melihat seseorang yang berjalan di sampingnya ,kemudian tersenyum mengetahui dia Jonathan teman sekelas nya yang sama-sama masuk kelas Profesor Max hari itu ,mereka beriringan Jonathan siswa tercerdas di sana dia juga sangat populer di kalangan gadis .


Bie meletakan buku-bukunya di meja mulai mengoreksi lagi tugas yang semalam dia kerjakan ,Prof Max terkenal sangat kejam kalau sudah soal memberi tugas jarang ada yang tahan lama-lama di kelasnya kecuali jika mereka memang benar-benar pintar ,


"Bie apakah kamu bisa menemaniku ke toko buku sepulang sekolah nanti "


Jonathan sebenarnya menyimpan perasaan lebih pada Bie ,dia berbeda dari kebanyakan gadis di Paris Bie sangat sederhana dan baik hati ,setiap pria yang dekat dengan nya pasti akan langsung menyukai nya sama seperti nya .


Sore yang cerah di sini ,Chandra baru selesai bermain basket di depan rumah nya ,keringat sudah membasahi tubuhnya dia duduk di lantai bersandar pada tiang ring basket  kemudian membuka botol air dingin dan meneguknya hingga habis matanya fokus menatap langit senja yang mulai berubah jingga,kenapa waktu sangat cepat berlalu dia merasa akan menghadapi situasi yang sulit setelah hari ini ,suara langkah kaki menghampirinya dia menoleh itu Ayah nya ada apa dia ,Chandra berdiri .


"Kau sudah belajar ,besok tes masuk nya kan jangan buat malu Ayah "


Benar besok adalah hari tes masuk universitas pilihan Ayahnya Chandra bingung harus bagai mana dia tak mau terus seperti ini .


"Baik"


"Besok soya ulang tahun datang lah ke rumahnya dan berikan hadiah yang bagus ,Ayahnya sudah baik mau menolong bisnis kita "


Harga hidupnya hanya setara dengan salah satu bisnis yang Ayahnya kelola chandra merasa seperti alat bisnis Ayahnya bukan seorang anak , dia lebih peduli bisnis uang dan kekuasaan Chandra di didik keras untuk menjadi boneka yang bisa dia kendalikan seumur hidup dia sudah bosan ,setelah percakapan singkat itu Chandra langsung pergi ke kamar nya mengambil handuk dan masuk kamar mandi menyalakan shower menghujani tubuhnya, setiap tetes air yang turun tak akan mampu meredam panas yang ada di hatinya ,mungkin hanya satu kesamaan dia dan Ayah nya sama-sama keras kepala dan tak mau kalah, Chandra sudah bertekad tak akan kalah dengan ego Ayah nya dia tak akan mau di perbudak lagi, masa bodo dengan semua kemewahan yang harus dia tinggalkan dia sudah muak .


"Iya Wen ,benarkah ok besok aku ke sana "


Sean sudah sampai di depan sekolah Bie ,cuaca sangat dingin meski matahari masih terang menyinari sore hari di Paris ,dia celingukan melihat sekeliling komplek sekolah yang sangat megah dan indah, bangunan kelasik dengan warna coklat keemasan yang umurnya pasti sudah sangat tua ,para siswa nya sudah mulai keluar dari dalam gedung itu ,matanya dengan jeli melihat setiap orang yang lewat siapa tau dia dia Bie ,tak butuh waktu lama matanya langsung fokus pada seorang gadis berkupluk marun yang sangat mencolok karna wajah cantik kahas nya ,senyum Sean langsung mengembang dia sudah sangat rindu Bie ,tapi kemudian dia sadar Bie sedang bersama seseorang dan itu seorang pria tak menunggu waktu lagi Sean langsung teriak memanggil Bie dan melambaikan tangan nya .


"Bie !!! hey Bie  "


Kelas hari ini benar-benar melelahkan Bie ingin langsung pulang dan istirahat ,belum lagi tugas yang menumpuk harus segera di selesaikan tapi jonathan mengajaknya ke perpustakaan dia sangat tak tega menolak ajakan nya ,apalagi dia sudah banyak membantu nya selama di sini mereka keluar gedung bersama dan Jonathan masih terus menceritakan kejadian lucu di kelas terakhir tadi membuatnya terus tertawa ,tapi tiba-tiba sebuah sura yang sangat di kenal nya terdengar memanggil nama nya, Bie langsung terdiam dan mematung melihat sosok yang di rindukan nya , itu Sean dia berdiri di depan gedung sekolah dan sedang melambaikan tangan nya pada Bie ,Bie langsung berlari menghampiri Sean dia tak sedang bermimpi Sean benar-benar di depan nya .


"Hai ,kaget ya liat aku "


Bie mengangguk cepat ,mata nya berkaca-kaca dia sungguh bahagia Sean langsung memeluk Bie mencium pucuk kepalanya agak lama ,di belakang Bie Jonathan menghampiri mereka merusak suasana yang seharusnya tetap romantis , siswa yang berjalan melewati mereka pun tak bisa untuk tidak melirik mereka.


"Dia siapa Bie "


Sean perlahan melepas pelukan nya .


"Hai my name is Jonathan I am bie classmate " ( nama ku jonatahan aku teman sekelas bie )


Jonathan mengulurkan tangan nya pada sean ,tentu saja sean membalas dan menjabat tangan nya.


"I'm Sean Bie's boyfriend, nice to meet you Jonathan " (aku sean pacarnya bie senang bertemu dengan mu )


Jonatan langsung memandang bie dia seolah tak percaya dengan ucapan yang Sean katakan barusan ,Bie kemudian mengangguk sambil merangkul lengan sean .