
“Tolong bantu bersihkan tubuhnya!” perintah Andy saat memasuki rumahnya dengan membopong tubuh Anita lalu meletakkan ke atas tempat tidur kamarnya,
Asisten rumah tangga yang membukakan pintu untuk atasannya menatap gadis yang di bawa Andy lalu kaget. Asisten ini berusaha mengingat gadis yang dibawa Andy. Dia nampak berpikir sejenak lalu kaget saat teringat
“Tuan, bukannya gadis ini…”
Andy hanya mengangguk lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang kotor dan bau muntahan.
Sementara bi Umi kini membuka kaos oblong yang menutup sementara tubuh Anita saat Andy mengenakannya tadi di jalan, terlihat agak samar bekas cambuk. Bi Umi hanya menggeleng sambil menyeka tubuh gadis itu. Bi Umi nampak heran dengan kelakuan dan keegoisan dari Tuan Muda nya. Jika memang membenci atau menaruh dendam, maka tak segan-segan akan membuat menderita seperti ini.
Tak terhitung lagi berapa gadis yang mampir kemari namun kali ini baru Bi Umi di buat repot dengan merawat “Korban” keganasan majikannya, Wanita paruh baya itu kemudian membuka lemari pakaian dan mengambil sebuah kemeja biru muda milik Andy sebagai baju ganti sementara untuk gadis itu.
Setelah selesai mandi kini giliran Andy mendelik heran saat Anita kini sudah bersih dengan mengenakan kemeja yang kebesaran dan terpaksa menampakkan pakaian dalamnya.
“Pakai kemeja saya,Bi?”
“Maaf, sementara saja, Tuan, kalau pakai baju bibi ntar si nona ini kayak badut, kan Bibi gendut”
Andy yang baru keluar dari kamar mandi dengan masih mengenakan handuk kimononya tersenyum tipis di salah satu sudut bibirnya mendengar logat Bi Umi yang lama tak di dengarnya.
“Hubungi, Jimmy. Mintakan baju ganti buat dia” membuka jendela kamarnya, Andy kemudian menyalakan sebatang rokok seraya menikmati hembusan angin malam menjelang pagi yang langsung menerbangkan kepulan asap rokoknya ke udara.
“Nona ini akan bermalam di sini, Tuan?” Bi Umi mulai cemas dengan kisah tragis terakhir kali Anita berada di lingkungan ini.
Andy membalikkan tubuhnya dan melirik Bi Umi dengan mata elangnya “Kenapa?Ada masalah? gadis ini tadi ditemukan dalam keadaan yang tak sadarkan diri,Bi. Saya hanya mau menolongnya dari pria tidak bertanggungjawab di tempat karaoke"
“Ti-tidak tuan. Mau susu hangat? Atau kopi?”
Andy menggeleng lalu membiarkan Bi Umi pergi meninggalkan kamarnya.
Sejenak Andy pun teringat dengan perjuangan Anita yang rela berkorban demi pengobatan sang ibu yang sedang sakit keras. Sedikit ada rasa bersalah di dalam nurani Andy tetapi karena rasa benci dan dendam terhadap hinaan Ratih membuat Andy sangat berbeda sekarang.
Cukup lama Andy duduk terdiam melihat seorang gadis dengan perjuangan hidup yang membawanya ke tempat yang salah untuk bekerja. Dihubunginya Jimmy untuk membereskan kekacauan di tempat karaoke itu. Memang Jimmy adalah asisten pribadi sekaligus sahabatnya sendiri.
“Emhhh!” desah Anita menggelitik indra pendengaran Andy yang kemudian melihat kedua kaki Anita yang menggantung ditepi ranjangnya. Gadis itu menggeliat dan Andy kembali waspada takut Anita memuntahkan isi perutnya lagi. Namun dugaan Andy salah, Anita kembali mendesah manja dengan mata yang masih terpejam.
Tiba-tiba napas pria itu menderu berat, dimatikan batang rokok yang belum habis separuh lalu melangkah menuju hamparan kulit mulus milik Anita yang terbujur tak sadarkan diri,
“Emmppghh! Jangan!” desah Anita , bukan terdengar kesakitan namun ******* keenakan.
Kedua mata Andy memicing tajam saat mengingat bahwa teman-temannya tadi telah memasukkan sebutir obat perangsang di dalam minuman yang ditenggak paksa oleh gadis itu.
Dan saat ini obat itu sedang bereaksi meski dua kali Anita sudah memuntahkan apa yang dia telan.
Pria mana yang tidak tergoda melihat hamparan tubuh molek dengan suara ******* yang mengakibatkan benjolan dileher Andy kini naik turun.
“Hey!” Andy menepuk pelan pipi Anita namun gadis itu bergeming “Hehh! Gadis Bodoh!” umpatnya kemudian membodohi Anita dengan keluguannya di ruang karaoke tadi. Untung saja tadi Anita tidak sempat mengalami sesuatu di tempat karaoke. Jika saja Andy terlambat menolong, pasti akan lain kejadiannya.
Tak ingin membuang waktu, Andy pun bergegas menuju ke tempat yang sudah di kirim oleh Jimmy, asistennya. Dia hendak meminta pertanggungjawaban atas perbuatan pria di tempat karaoke itu. Entah kenapa ada dorongan tersendiri di dalam diri Andy yang membuatnya menjadi ingin menolong gadis itu.
Andy pun segera mengambil kunci mobil dan menuju ke lokasi yang di kirim oleh Jimmy. Dan tidak berapa lama Andy pun sampai. Dilihatnya Jimmy bersama dengan timnya telah mengurus pemuda yang tidak bertanggungjawab itu.
Jimmy pun menghampiri Andy dan membisikkan sesuatu kepada Andy. Dan Andy pun mengangguk setuju untuk membawa pria yang tidak bertanggungjawab itu ke polisi.
Baru ia tahu pula dari Jimmy kalau Anita hanya sebagai ladies companion cabutan akibat fitnahan dari salah satu teman klubnya yang iseng ingin menikmati kepolosan gadis ini,
Setelah selesai mengurus pemuda itu, Andy pun segera bergegas pulang di karenakan badannya terlalu letih. Dia ingin segera berbaring di atas ranjangnya.
Setibanya di rumah, Andy pun bergegas berbaring di sofa karena masih ada Anita yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Ketika hendak memejamkan mata, tiba-tiba terdengar suara dari dalam kamar. Andy pun segera membuka mata dan mendengar suara itu. Tidak pakai lama, dia pun bergegas memasuki kamar karena khawatir dengan keadaan Anita. Andy pun harus bisa menahan godaan karena memang dia berniat menolong Anita lepas dari fitnahan di tempat karaoke.
Sampai Andy yang terbiasa menyalurkan hawa nafsunya pada sembarang wanita itu membuka handuk kimononya dan melemparkannya ke sembarang tempat. Napasnya menderu kasar melihat betapa Anita begitu menggodanya malam ini.
“siapa aku?” Tanya Andy pada Anita yang kemudian menggeleng “Kau tidak mengenaliku?”
Meski malam ini berbeda karena Anita sendiri pun tak mengenal dirinya saat ini. Anita nampak meracau tidak jelas karena masih dalam keadaan yang tidak sadarkan diri akibat di cekoki paksa minuman oleh pria di tempat karaoke.
Andy pun segera memanggil Bi Umi untuk membantunya memeriksa keadaan Anita. Andy ingin memastikan tidak ada darah yang keluar seperti malam sebelumnya. Bi umi pun segera memeriksa keadaan Anita sementara Andy keluar kamar dengan perasaan bersalah melihat bahwa gadis itu menjadi korban dari keegoisannya sendiri.
Bagaimana kelanjutan cerita ini?
Kira-kira apakah yang terjadi?
Nantikan di bab selanjutnya…stay tuned