One Night Stand With Me

One Night Stand With Me
BAB 10



Anita membasuh mulutnya seraya tertunduk merasakan perutnya yang perih sampai tak sadar ada sepasang mata yang melihatnya seksama. Gadis itu lantas mencuci wajahnya dengan harapan menambah kesegaran namun sejurus kemudian ia kembali berlari ke toilet dan memuntahkan angin lantaran perutnya sudah kosong.


“Ratih kerja di sini?” gumam Harlina berdiri mematung di depan cermin meja wastafel dengan sejuta pertanyaan. Wanita itu menggeleng dengan cepat “ah, mana mungkin. Makin tua mataku makin tidak jelas” gerutunya lalu berbalik badan.


Namun belum juga sampai di ambang pintu, Harlina di kejutkan oleh sesuatu.


Brukk!


Anita terjatuh pingsan setelah keluar dari bilik toilet hingga mengagetkan wanita tua itu.


Kemudian


Instalasi Gawat Darurat Hospital


“Suster, bagaimana kondisinya? Sakit apa dia?”


“Pasien tidak sakit tapi dia hamil”


“Apa? Hamil?” pekik Arvan supervisor butik yang mengantar Anita ke rumah sakit bersama Harlina yang kemudian mengerutkan wajah pada pria yang dikenalnya dengan baik itu.


“Kenapa, Van?”


Arvan mengusap wajahnya sejenak lalu mengendalikan kecemasannya di hadapan wanita yang menjadi pelanggan butiknya sejak lama itu.


“Emm, begini. Nyonya Harlina. Staf saya ini biar saya yang mengurus. Terima kasih sudah mengantar ke sini. saya hubungi supir anda untuk menjemput?”


“tidak perlu!” lugas Harlina dengan pembawaan yang tenang dan anggun namun sedikit mengintimidasi “Siapa gadis itu sebenarnya?”


“Owh, hanya karyawan baru, Nyonya. Dia bilang butuh pekerjaan karena ibunya sakit. Padahal aturan kami—“


“Saya mau menemui dia” pinta Harlina tidak ingin dibantah.


Lebih satu jam berlalu dan Harlina masih berada di rumah sakit yang sama . Diruang rawat inap tipe VVIP room kini Anita yang masih lemas berada. Wajahnya sembab dengan tatapan kosong saat ia kini makin meratapi nasibnya yang hamil di luar nikah.


Pintu ruang rawat terketuk dari luar dan wanita tua itu buru-buru mendekat. Pintu itu keburu terbuka dari luar sebelum ia sampai memegang handlenya.


“Oma!” pekik Andy terperanjat mendapati sang nenek yang segar bugar di hadapannya “Lho, bukannya oma sakit?”


Dengan nafas terengah karena setengah berlari saat Harlina menghubunginya, Andy malah kini mematung dan belum mencerna apa yang terjadi.


“Masuk, Andy.” Tatapan Harlina sudah tak bersahabat hingga membuat pria itu makin tidak mengerti.


Deg!


Pandangan Andy kini menangkap sosok wanita yang berada di brankar rumah sakit dengan posisi setengah duduk dan membuang wajah membelakanginya.


“Ada apa ini?” Tanya Andy dengan suara dingin menggema di ruangan ini hingga Aninta kemudian menoleh dan mereka berdua sama-sama tercengang.


Nafas Anita memburu gemetar saat ini “Tidak!” Gadis itu histeris saat melihat wajah pria yang susah payah berusaha ia lupakan. Anita menggeleng dengan cepat dengan wajah menyeringai ketakutan bercampur kemarahan.


“Kamu! Ada apa ini, Oma?”


Melihat Anita yang kembali histeris, kini Harlina terpaksa memanggil tim medis lalu mendorong cucunya keluar kamar. Harlina sudah mendongak menatap cucunya yang jauh lebih tinggi darinya “siapa gadis itu Andy? Kenapa dia bisa hamil sama kamu!”


“A-apa? Ha-hamil?”


Harlina mengangkat dagunya melihat Andy yang tergagap


“Andy tidak tahu, Oma. Mengapa oma menatap Andy seperti itu”


Andy mengusap wajah kasar lalu bertolak pinggang dengan cecaran sang nenek yang tidak bisa lagi dia melarikan diri.


“Oma bertemu dia dimana? Dia pasti mau memeras kita untuk Andy mau bertanggungjawab lalu meminta sejumlah uang untuk kepentingannya. Permainan seperti ini sudah biasa dilakukan oleh banyak cewek, Oma!”


Harlina pantas mendelik dengan kilahan Andy yang tak masuk akal “Oma pernah melihat dia keluar dari rumahmu”


Hingga Andy yang dirundung emosi kemudian memasuki kamar rawat lalu melebarkan langkahnya menghampiri Anita yang tengah di periksa oleh perawat.


“Heh, kamu! Sengaja bikin cerita hamil untuk memerasku? Kamu sudah tidur dengan siapa saja selain denganku, hah!”


Mendapat tuduhan menyakitkan, Anita jelas makin murka, ia tidak sudi melihat wajah Andy meski pria itu telah menyelamatkannya dari hutang rumah sakit dan cengkraman fitnah di tempat karaoke,


“Dasar pria brengsek! Pergi!” Anita semakin histeris lalu menampik tangan Andy yang entah akan berbuat apa padanya.


Namun Andy yang tak terima tiba-tiba diberondong soal kehamilan oleh wanita yang hampir tak bisa ia bantah itu. Meski tak dipungkiri pria itu tidak memakai alat pengaman jenis apapun saat meniduri Anita dua kali.


“Andy cukup!” bentak Harlina langsung bisa menghentikan seringai cucunya “ keluar dan pulang dengan oma sekarang juga!”


Andy langsung membuang nafasnya kasar lalu bersungut keluar kamar


“Anita, kamu tenang saja, oma yang akan bicara dengan dia. Andy harus menikahi mu”


Anita jelas menggeleng cepat “Tidak!”


Namun belum sempat Anita menolak lebih lanjut, wanita tua itu keburu pergi setelah sejenak sempat mengelus perut Anita sejenak.


Di kediaman keluarga Hardianto saat ini, Andy tengah disidang oleh kakek dan neneknya. Pria itu jelas tak berkutik terlebih dengan tekanan pernikahan yang sudah digaungkan mereka sejak dua tahun yang lalu.


“mulai sekarang hentikan kebiasaanmu tidur dengan banyak wanita. Dalam waktu dekat, cepat nikahi gadis itu!”


“Oma!” sahut Andy jelas tidak terima


Hardianto nampak tertunduk serius. Meski dia menginginkan cucunya segera menikah, namun ia tak mungkin sembarangan menikahkan Andy dengan wanita yang tidak diketahui asal usulnya.


“Oma sebaiknya kita jangan gegabah. Siapa tahu gadis itu kita juga belum tahu, dia tidur dengan pria selain Andy kita juga tidak tahu. Jangan hanya mendengar pengakuan dari sebelah pihak seperti ini”


“Opa tidak percaya? Oma tadinya juga tidak!” Harlina yang berdiri sendiri ditengah suaminya dan cucunya kini meminta seorang asistennya melakukan sesuatu “Asal opa tahu. Tadinya oma mengira gadis itu hanya memanfaatkan cucu kita, tapi bukti digital tidak bisa berbohong!”


Deg!


Andy langsung mendongak dengan dada berdebar saat sang nenek kini meminta Hardianto melihat ke layar televisi di ruang keluarga ini. Gambar pertama langsung muncul dengan Anita yang disekap lalu disiksa dengan keji oleh Andy yang memegang cambuk, lalu menyetubuhi Anita dengan keji tanpa belas kasihan sama sekali.


Andy sontak membelalak menyaksikan adegan demi adegan yang justru sudah ia lupakan itu. Hardianto lantas melirik ke arah cucunya lalu menggeleng singkat.


“Jadi benar kamu sudah salah menculik orang, Andy?”


Jlebb!


Andy makin terpojok. Terlebih di video kedua, Andy kembali terlihat menyetubuhi Anita yang tak sadar hingga membuatnya malu di hadapan keduanya,


Bagaimana kelanjutan cerita ini?


Apakah Andy akan bertanggungjawab menikahi Anita?


Nantikan di bab selanjutnya…stay tuned