One Night Stand With Me

One Night Stand With Me
BAB 61



Sementara Andy yang merasa menjadi sumber penyakit tambahan itu masih terdiam, Satu suara pun tak berani ia keluarkan di hadapan Harlina yang kini ikut mengantar mereka pulang.


“Sudah tidak apa, dokter sudah menjelaskan kamu hanya terpapar bukan bawaan infeksi kronis. Kalian akan baik-baik saja”


Sesampainya di rumah milik cucunya, Harlina langsung memberikan tugas tambahan untuk Bi Ina serta ceramah panjang lebar untuk Andy sendiri, sementara Anita dibiarkan sendiri di kamarnya,


“Ingat, Andy. Jaga jarak dengan istrimu. Jangan nekat berhubungan dengan Anita sampai pemeriksaan lanjutan bulan depan. Oma lebih tidak ingin Anita dan cicit oma kenapa-napa. Kalau kamu, oma tidak peduli!”


Dengan duduk berhadapan di dua sofa yang berbeda, Harlina kembali harus membuat telinga cucunya itu gatal.


“Perasaan dokter bilang tidak sebegitunya, Oma” eyel Andy masih mencoba menawar aturan baru sang nenek untuknya “Andy sama Anita sudah diberi vaksin dan obat, Masa iya kami harus berjauhan selama itu”


“Andy! Kalau karena tidak karena perbuatanmu. Anita dan bayi kalian tidak akan ada apa-apa saat ini!"


“Tapi Anita tidak tidur tanpa Andy elus perutnya, Oma”


Harlina mendelik terkesiap. Namun dalam hatinya ia tersenyum dengan perubahan hubungan Andy dan Anita yang mengalami kemajuan pesat berkat kehadiran calon buah hati mereka.


“Pokoknya kamu atur jangan sampai pengobatan jadi sia-sia! Lagi pula apa salahnya sih menahan sebentar saja!”


Andy sudah menggosok kepala bagian belakangnya karena kesal “Oke. Sekarang oma tidak ingin pulang dan istirahat?”


“Kamu mengusir oma!”


Sialnya Andy kini mengiyakan lalu mendorong pelan raga Harlina untuk segera meninggalkan mereka tanpa ada tambahan ceramah lagi.


Setelah memastikan sang nenek pergi, Andy kini buru-buru menyusul istrinya ke kamar, namun sial, Anita malah mengunci pintunya dari dalam.


“Anita, Kok pintunya dikunci?” Andy mengetuk berulang pintu kamar Anita yang berulang pula ia putar handle nya namun tak bisa terbuka.


“Anita, kamu marah? Jangan kunciin aku dong, Anita, Tadi kan dokter bilang kita juga tidak masalah kalau berdekatan”


Belum juga mendapat jawaban, Andy sebenarnya bisa saja membuka paksa pintu itu dengan mendobraknya, Namun pria itu masih menahan diri dan tak ingin memaksa jika Anita ingin sendiri saat dirinya masih terkejut dengan hasil pemeriksaan dirinya.


Mungkin Anita takut karena masih bulan ketiga kehamilan sudah terjadi masalah seperti ini.


“Anita, kamu baik-baik saja, kan?” Andy kini menghubungi ponsel Anita namun sialnya lagi Anita mungkin sengaja mematikan ponselnya “Anita, nanti malam kalau kamu tidak bisa tidur gimana?”


Akhirnya Andy mendesah letih dengan panggilannya yang terus di abaikan oleh istrinya. Setelah mandi dan berganti pakaian. Andy kini tidur sendiri di kamarnya saat ini.


Memasuki tengah malam, Anita mulai menendang selimutnya resah. Seperti ada sesuatu yang hilang dan harus dicarinya, Anita memiringkan tubuhnya ke kanan, lalu telentang dan sebentar miring ke kiri.


Sementara Andy pun hanya terlelap sebentar lalu membuka mata dan juga sama resahnya namun tak berani menghampiri kamar istrinya, Andy mencoba memejam kembali dengan harapan memasuki dunia mimpi.


Suara ketukan pintu kamarnya membangunkan pria itu segera. Andy segera melompat turun dan membuka pintu.


Sosok wanita dengan rambut agak berantakan dan wajah memelas kini berdiri dihadapannya.


“Anita, kenapa? Tidak bisa tidur?”


Dengan bibir bergetar, Anita yang harusnya masih gengsi itu kini mengangguk dengan wajah tanpa dosa di depan Andy.


“Kemarilah!” Andy akhirnya mengulurkan tangan dan mendekap Anita kembali tidur dalam peraduan yang sama.


“Selamat pagi, Tuan Andy, Silahkan”


Seorang staf fashion school ini langsung menyambut begitu melihat Andy datang menggandeng istrinya yang menjadi murid baru di tempat ini.


Telinga Anita tiba-tiba gatal mendengar suara desas desus disekitarnya saat ia memasuki gedung Esmode bersama seorang Andy yang jelas mengundang perhatian banyak pasang mata.


Anita sontak menarik tangan Andy menuju lorong toilet yang sepi.


“Hey, kenapa ini?”


Anita masih melongokkan kepalanya kearah luar,


“Aku tidak ingin jadi pusat perhatian! Kamu begitu mencolok dimana-mana. Aku…ingin jadi diri sendiri di sini. Boleh, kan? Boleh,ya?”


Pria mana yang bisa menolak permintaan istrinya yang manja seperti ini, Bahkan Anita sampai berjinjit memanjangkan lehernya memohon pada Andy agar tidak mengantarnya seperti anak TK yang baru hari pertama memasuki sekolah.


Andy akhirnya luluh dan mengangguk, Ia lega sedikit demi sedikit Anita mulai meruntuhkan tembok tinggi di antara mereka meski masih banyak hal yang harus mereka bicarakan.


“Baiklah, nanti sore aku jemput”


“Emm, tidak perlu!”


Anita mendesah bingung, lalu akan naik apa nanti kalau dijemput saja dia tidak mau, Anita hanya tidak ingin banyak orang tahu siapa dirinya saat ini, Anita tidak pernah siap jadi bahan perbincangan.


“Terserah, deh. tapi kamu di sini dulu. Jangan keluar bareng, biar aku duluan”


Anita sudah mengacungkan jari telunjuknya seperti tengah mewanti-wanti suaminya untuk pura-pura tidak saling mengenal ditempat umum seperti ini. Wanita itu tidak ingin membawa identitas siapapun di dalam dirinya.


Akhirnya Anita keluar lebih dahulu dari lorong toilet itu dengan langkah was-was sampai Andy dibuat geleng kepala.


“Dasar! Kamu itu begitu unik, Anita. Banyak wanita yang ingin menyandang namaku dibelakang mereka, tapi kamu malah minta pura-pura tidak kenal seperti ini”


Andy melihat Anita yang memasuki ruang pengajaran pagi ini, Bukannya pergi, Andy malah mengintip dari celah dinding kaca bagaimana Anita yang memasuki dunia hobinya kini berbaur dengan beberapa teman barunya.


Memulai pelajaran fashionnya, Anita yang saat ini senang mengenakan dress casual dibawah lutut itu pun menikmati setiap materi yang diberikan padanya.


Andy masih menyandarkan tubuhnya melihat aktifitas sang istri meski dirinya pun masih harus berangkat kerja, Namun entha mengapa, Andy lebih senang menikmati memandang Anita seperti ini hingga kemudian pandangan mereka bertemu.


Anita menangkap Andy yang bukannya pergi tapi malah mengintipnya ditempat ini, Anita membulatkan matanya mengirim kode pada Andy untuk segera pergi.


Wanita itu sampai mengibaskan tangannya meminta Andy menjauh dari tempat yang bisa mengundang perhatian bagi siapa saja begitu melihat ketampanan Andy yang sangat mencolok.


Di sebuah meja persegi besar tempat Anita dan teman-temannya belajar sketsa dan pattern dengan berdiri mengelilingi meja, Anita kini menutup wajahnya dengan sebuah buku sambil berpura tak melihat agar Andy tak lagi mengintipnya, Andy sampai tertawa melihat keabsurd an istrinya.


“Eh teman-teman!” Seorang wanita muda teman satu kelas Anita yang baru memasuki ruangan kini berseru di depan semua yang ada di kelas “ Di luar situ ada cowok super cool yang ngeliatin ruangan ini lho!"


Deghh!


...Bagaimana kelanjutan ceritanya?...


...Nantikan di bab selanjutnya…tetap dukung othor yah..salam hangat selalu...