One Night Stand With Me

One Night Stand With Me
BAB 60



“Aku tidak bisa, Andy!” Anita sampai membuang napasnya kasar merasakan hembusan napas Andy yang meniup sekitar telinganya.


“Kenapa, Anita? Kita bisa sama-sama belajar. Aku pria normal, Anita, melihatmu setiap hari seperti ini aku sudah tersiksa. Aku tidak tahan…”


“Andy, tolong berhenti!” sergah Anita saat Andy terus mendorongkan wajahnya menyusuri pipi Anita


“Aku bilang tidak bisa ya tidak bisa!” , Akhirnya Anita menggunakan kekuatannya untuk mendorong tubuh Andy hingga hampir terjengkal ke belakang.


Andy yang napasnya masih menderu hebat sendiri tak menyangka Anita bisa sekuat ini.


“Sudah berapa banyak wanita yang kamu tiduri, Andy!” ucap Anita menunjuk tajam kearah Andy “apa aku harus pasrah saat aku tidak tahu kamu sudah menebar penyakit apa saja kesemuanya!”


**


“Apa? Hepatitis B?” pekik Harlina sangat terkejut saat dokter memberitahu hasil test darah Anita positif terpapar penyakit menular itu.


Anita pun tak kalah kaget saat hari ini Harlina dengan antusias mengantar mereka periksa kandungan namun diakhir sesi harus menerima kabar yang mengejutkan.


“Penyebabnya apa ya, dok? Setahu saya, kami selalu menjaga semua asupan makanan dan vitaminnya” Harlina mulai resah, terlebih lagi Anita yang meski belum bisa menyayangi kehamilannya, namun mendengar ada masalah dalam prosesnya, Anita pun ikut sedih.


“Hepatitis B itu penyakit menular, Nyonya Harlina, Apa dari Ibu memiliki riwayat hepatitis sebelumnya?”


Anita jelas menggeleng cepat. Ia tidak ingin dicap sebagai wanita pembawa penyakit untuk garis keturunan Andy yang dinantikan semua orang.


“Pada kebanyakan kasus hepatitis B pada ibu hamil, penyebabnya dari hubungan seksual dengan suami. Jadi saran saya, Bapak juga harus menjalani test!”


Andy menahan nafas saat ada sebuah tuduhan yang menunjuk kearahnya saat ini, dan benar saja, dalam serangkaian test yang dijalani Andy saat ini, pria itu juga terpapar virus hepatitis dalam darahnya.


Sementara Anita sedang dilakukan proses vaksinasi dan pengobatan lebih lanjut oleh dokter spesialis penyakit dalam, Harlina kini mengajak Andy menepi untuk melakukan sidang tunggal pada cucunya.


“Lihat, apa yang sudah kamu lakukan pada anak dan istrimu, Andy! Belum berhenti juga kamu memberikan sakit untuk Anita!”


Andy yang duduk tertunduk menumpukkan tubuhnya pada kedua sikunya itu mengusap kasar wajah hingga rambutnya. Ia pun tak pernah menyangka, momen periksa kehamilan yang harusnya menjadi ajang lebih mendekatkan dirinya dengan Anita malah berbuah seperti ini.


“Baru sadar, akibat kegemaranmu yang doyan mengumbar *** bebas dengan siapaun? Anita yang tidak tahu apa-apa kembali jadi korban!”


“Andy juga tidak menyangka kalau akan terjadi seperti ini, oma”


“Kalau kamu sudah mengira sebelumnya terus kamu mau apa hemm? Mau mengembalikan penyakit ini ke semua wanita yang pernah kamu tiduri? Kamu terlalu arogan, Andy! Berapa kali oma memperingatkanmu tapi kamu selalu merasa seperti dewa, bisa mengatasi segalanya!”


Andy tidak berani menjawab. PIkirannya masih kusut mengingat dampak kegemarannya bergonta ganti pasangan tidak jelas kini harus ditelan oleh Anita dan calon bayi mereka.


“Oma kecewa sama kamu, Andy. Kalau sampai terjadi apa-apa sama Anita dan bayinya, oma tidak akan memaafkan mu seumur hidup!”


Harlina yang geram lantas berlalu menuju ruang dimana Anita kini langsung dilakukan penanganan. Sementara Andy sendiri juga langsung dilakukan test tambahan dan pemberian vaksinasi dan terapi obat.


**


Sementara ditempat dimana Abraham masih mendekam dipenjara akibat ulahnya melakukan percobaan pembunuhan terhadap keponakannya sendiri, pria itu kembali mendapat kedatangan pengunjung.


“Hehh! Akhirnya datang juga”


Pria yang menuju ke lorong sel yang gelap itu memicing tajam “Abraham Hardi? Kamu?”


Abraham menumpukkan kedua lengannya ke satu sisi yang melintang didepannya “Victor Susanto, Sudah berapa abad kita tidak bertemu?”


“Lama tidak bertemu ternyata kamu membusuk di penjara. Kemana anak dan istrimu? Sudah miskin kamu? “ ejek Victor melihat penampilan Abraham yang makin lusuh dengan kumis dan cambang tak terawat.


“Anak? Hahaha!” Abraham lantas tertawa sangat lebar hingga menggema di ruangan yang dingin dan lembab itu.


Victor sampai melirik kearah penghuni sel lainnya yang nampak terganggu dengan tawa keras Abraham yang membuat telinga gatal.


“Bikin dosa apa kamu sampai masuk sini?”


“Ngerjain keponakan satu-satunya, tapi sayang dia gak jadi mati!” Abraham menggebrak besi panjang yang membuatnya tak bisa bergerak saat ini.


Victor jelas masih berdiri tegal dengan kilatan mata mencerna apa yang dimaksud dengan ucapan Abraham itu.


“Jadi, insiden kecelakaan pesawat itu kamu yang buat? Hehh! Dasar goblok!”


Abraham terdiam, Pria itu mengakui dirinya terlalu tergesa waktu itu.


“Pantas saja kamu dibuang sama orang tuamu sendiri. Mungkin mereka malu punya anak pria yang guoblok seperti kamu” Victor kembali mengejek Abraham tanpa batas apapun. “Keponakanmu terlalu cerdik, Untung dia tidak mewarisi kebodohan pamannya”


“Aku memintamu ke sini bukan untuk terus mencemoohku, Victor!” Abraham mulai naik darah mendengar ucapan Victor yang membuat kepalanya mau meledak


“So?” Victor mengangkat bahunya cuek.


“Aku dengan keponakanku tercinta sudah menikah” pancing Abraham mulai ke inti tujuannya.


“Aku tidak peduli, Dia sudah membuatku kalang kabut. AKu sudah merasa diinjak-injak oleh anak baru kemarin sore saja!” Giliran Victor yang terbawa emosi karena sampai saat ini ia masih berkutat bagaimana mengembalikan usahanya yang ditinggalkan banyak investor.


Abraham mengangkat salah satu alisnya melihat Victor yang ternyata memiliki keresahan sendiri dengan kehebatan seorang Andy melawan pebisnis senior seperti dirinya, Victor mulai berkacak pinggang.


“Aku dengar juga..istrinya Andy masih ada hubungan dengamu!”Abraham mulai menaikkan dagunya menunggu reaksi dari pria yang lantas memicing ke arahnya.


Victor lantas berjalan mendekati besi jeruji menyisir Abraham yang dengan wajah sama liciknya.


“Kamu ini berputar-putar dari tadi sebenarnya ingin tahu apa, hemm?”


“Ayolah, Victor. Kamu pasti tahu sesuatu. Aku tahu sejarah anak yang kamu besarkan itu bukan darah dagingmu, kan?”


Victor sudah menunjukkan wajah bengisnya pada pria yang meski sudah mendekam di penjara namun otak liciknya belum mati juga.


“Berbuatlah kebaikan selama dipenjara supaya kamu cepat bebas”


“Hehh! Tidak usah menutupi sejarah. Kamu lupa, Kita berdua ini sama-sama pria mandul!”


**


“Bagaimana perasaanmu, Nak?” Tanya Harlina sedih saat Anita kini mendekapnya selama perjalanan dari rumah sakit menuju ke kediaman mereka.


“Anita takut, Oma” lirih Anita tak bisa membayangkan didalam tubuhnya bersarang sebuah virus yang ditularkan oleh suaminya sendiri.


Belum lagi tekanan mentalnya saat opa Hardi langsung menkonfrontasinya ketika dihubungi oleh Harlina di rumah sakit tadi. Anita justru takut terjadi sesuatu dengan kandungannya hingga membuat rencananya nanti bubar di tengah jalan.


...Bagaimana kelanjutan ceritanya?...


...Nantikan di bab selanjutnya…tetap dukung othor yah..salam hangat selalu...