
Mereka kembali bertemu untuk kedua kalinya, meninggalkan sebuah kesan satu sama lain.
"Kalau begitu aku pulang dulu Via, bye." Angela beranjak pergi dari tempat tersebut.
Sedangkan Alex yang masih disana terlihat menatap kepergian Angela, entah ada sebuah perasaan tidak rela melihat wanita itu pergi. Otaknya sedikit memaksa mengingat apa dia pernah bertemu dengan Angela.
Via membuyarkan pikiran Alex, ketika itu dia menepuk pundak pria tersebut.
"Aku tahu Angela sangat cantik, tidak perlu di tatap seperti itu," Via terlihat meledek Alex, "Ingat kau masih ada istri di rumah."
Alex yang mendengar perkataan Via hanya mencubit pipi wanita itu.
"Dari kecil hingga dewasa kau masih saja suka mengejekku," ucap Alex yang lebih keras mencubit pipi Via.
"Aduh kak Alex sakit tahu, aku kan hanya bercanda. Lagian sih kau menatap Angela sebegitu nya," tangan Via yang mengelus-elus pipinya yang dicubit Alex.
Perlu kalian ketahui sebenarnya Alex dan Via adalah saudara sepupu, hanya saja Via yang memang dari keluarga sederhana tidak seperti Alex yang sudah hidup mewah dari kecil. Sehingga dia menutupi bahwa dia sepupu Alex walaupun saat ini dia sudah berhasil dengan jerih payahnya sendiri, agar tidak dibilang hanya mengandalkan pamor kakak sepupu nya tersebut.
"Aku tidak memperhatikan nya, hanya saja sepertinya aku pernah bertemu dengannya. Tapi aku lupa dimana," ujar Alex.
"Aku kira ada apa, ternyata hanya mengira pernah bertemu," Via yang sedikit melirik Alex, "Angela adalah Top Model, mungkin saja kakak pernah melihatnya. Atau... kak Alex dulu pernah menyukainya, hahahaha."
Tawa Via yang tambah meledek Alex, membuat pria itu bukan hanya mencubit pipi adik sepupu nya itu, tapi juga menjewer telinga nya.
"Dasar kau ya, ini hukuman untuk mu. Tidak ada wanita lain yang aku sukai selain Catherine, jadi mana mungkin aku pernah menyukai nya," ucap Alex.
Tidak peduli orang yang melihat mereka, toh karyawan Via sudah tahu Alex adalah kakak sepupu nya. Mereka bertingkah seperti kucing dan anjing, jika bertemu pasti ada saja keributan.
"Hey kau, panggil Catherine dengan sebutan kakak..." ucap Alex yang diabaikan Via.
Setelah mengucapkan itu Via langsung pergi juga meninggalkan Alex sendiri, tanpa perlu mendengar jawaban dari pria tersebut mengenai ucapannya.
"Kak Alex, aku tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu. Aku tidak bisa melihat dirimu terlarut dalam kesedihan," gumam Via pelan agar tidak di dengar Alex, "Jika kau tahu orang yang kau cintai tidak seperti yang kau pikirkan, mungkin ucapan ku tadi akan benar terjadi kelak..."
Ya, meski Via tidak mengumbar dirinya adalah adik sepupu Alex atau ikut campur dalam urusan keluarga. Tetapi dia sangat tahu apa yang sedang terjadi pada Alex, semenjak pernikahan nya dengan orang yang dicintainya, Via pikir hidup Alex akan jauh lebih baik, tapi semenjak waktu berlalu kenyataan nya ada rahasia besar yang saat ini Via simpan, dia tidak ingin melihat sang kakak akan sangat sedih jika mendengar ucapannya. Dia ingin Alex sendiri lah yang akan tahu kebenaran tersebut, setidaknya luka yang akan diterima pria itu tidak akan sesakit jika hanya mengetahui nya dari orang lain.
Di satu sisi Alex terus mengabaikan ucapan Via, apa benar dia akan jatuh cinta lagi? Apa benar dia akan melupakan Catherine? Pikiran itu terus membayangi nya.
"Itu tidak mungkin, aku tidak akan melakukan hal tersebut," Alex meyakinkan dirinya.
******
Angela yang telah sampai ke apartemen nya, langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur. Tangan nya terlihat mengusap wajah nya yang mulai sedikit kusut.
"Kenapa aku bertemu dengan dirinya hari ini, oh Tuhan... aku hampir saja jantungan," Angela memegangi dadanya yang masih berdetak kencang, "Untung aku masih bisa menjaga sikap, jika tidak aku akan memalukan diriku sendiri. Bahkan hari ini dia sangat tampan, Huaaaa."
Tidak dapat di pungkiri Angela sampai saat ini masih saja memikirkan Alex, tidak ada pria yang dapat menarik perhatian nya sampai saat ini kecuali Alex. Dirinya sudah beberapa kali untuk menerima kenyataan Alex sudah dimiliki orang lain, tapi hati nya masih meyakini bahwa Alex sudah ditakdirkan untuk nya.
"Banyak jalan menuju Roma, maka banyak cara untuk memiliki nya." ucap Angela mengepalkan tangan nya ke atas.
******
Bersambung...