My Trouble Maker

My Trouble Maker
Bibi Je



Belum juga puas memberitakan perceraian CEO ternama IS Grup dan sang istri, kali ini media dihebohkan kembali dengan sebuah berita besar yang menjadi Trending Topik di seluruh media. Berita itu berkaitan dengan isu perceraian Alex dan Catherine. Paparazi memang luar biasa, mata mereka ada dimana-mana, demi sebuah popularitas mereka mampu menarik perhatian banyak orang hanya dengan memberikan sedikit bumbu dalam berita tersebut.


Di sebuah tempat beberapa orang ada yang sedang berkumpul, dan sekedar lalu lalang untuk sekedar mencari angin segar. Bahkan di sebuah kedai terlihat beberapa orang sedang membicarakan sesuatu.


"Sudah kuduga, benar ternyata alasan Bos besar IS Grup menceraikan istrinya hanya karena ada orang ketiga," ujar seorang wanita yang sedang melihat majalah gosip.


"Benar, aku dengar berita pagi ini sudah heboh mengenai hal tersebut. Tidak aku sangka pria seperti Alex itu bisa melakukan hal tersebut pada istri sendiri," timpal wanita lainnya. "Bahkan selama ini kita mengira dia benar mencintai istrinya."


"Wajar saja dia pria tampan, dan mapan. Pasti nya banyak wanita yang mengincar nya, godaan seperti itu mana bisa dielakkan. Pria yang biasa-biasa saja sering berselingkuh apalagi pria seperti Alex pemilik IS Grup, wanita mana saja bisa dia pikat," sahut wanita lainnya.


Sedang asyiknya mengobrol, seorang wanita berusia 40-an bertubuh gempal membawa nampan berisi makanan yang para wanita itu pesan.


"Kalian itu bisa tidak sekali saja jangan bergosip terus, urusi dulu hidup kalian jangan mengurusi hidup orang lain," wanita tua itu menegur para wanita yang sedang sibuk bergosip ria.


"Bibi Je, kami bukan mengurusi hidup orang lain tapi kami ini sedang membahas hal yang perlu kami bahas," jawab salah satu wanita itu.


"Halah, itu sama saja. Lebih baik kalian makan semua ini agar mulut kalian bisa di sumpal, daripada membicarakan orang lain," langsung saja Bibi Je menempatkan makanan itu ke meja.


"Huh! Bibi Je kalau bukan ada orang seperti kami, tempat mu akan sepi. Lihatlah bukan kami saja yang sedang bergosip, disana maupun disana mereka juga membahas topik yang sama," tunjuk salah satu wanita lagi keseluruh penjuru kedai tersebut.


"Iya, iya aku mengalah. Memang nya kali ini berita apa lagi yang kalian bahas? Jangan bilang berita yang masih sama mengenai siapa itu aku lupa namanya oh iya, aku ingat Alex dan Bet, eh Ket, ahh ... sudahlah aku lupa nama wanita itu," Bibi Je yang lupa siapa nama wanita yang dia maksud.


"Catherine, bibi Je." sahut para wanita itu bersamaan.


"Nah itu, maklum nama nya sulit sekali untuk di ingat. Pantas saja suami nya sudah melupakan nya, nama nya saja sulit di ingat, haha." suara gelak tawa Bibi Je yang dianggap aneh para wanita di hadapannya.


"Bibi harus tahu ya, Alex itu meninggalkan Catherine karena di kabarkan ada orang ke-tiga alias dia berselingkuh."


"Tidak peduli dia selingkuh atau tidak, itu tidak berpengaruh dengan usahaku. Aku pergi dulu," seolah mengabaikan hal tersebut wanita yang ternyata pemilik kedai tersebut meninggalkan para wanita itu.


Belum setengah berjalan meninggalkan para pembeli yang sedang bergosip, telinganya langsung menangkap sesuatu yang membuatnya penasaran.


"Aku dengar wanita yang dekat dengan Alex adalah seorang Top Model saat ini, aku jadi penasaran siapa wanita itu," percakapan terdengar samar tapi masih bisa di dengar.


Bibi Je yang sempat tertegun langsung menghampiri telepon kabel yang terletak di meja kasir. Dia mencoba menghubungi seseorang.


"Halo, bersama Flo disini. Manajer pribadi dari Top Model ternama Angela Taylor," terdengar suara seseorang di seberang telepon.


"Flo, dimana Angela?!" teriak Bibi Je dibalik telepon tersebut, seakan memecahkan gendang telinga Flo.


"Tunggu dulu ini sia .." ucap suara Flo terputus.


"Flo, sudah aku katakan dimana Angela?"


"Eh, Bibi Je. Angela, Angela sedang pergi dia tadi membeli sesuatu diluar," sangkal Flo.


"Benarkah? Aku mau tanya, apa dia baik-baik saja, entah mengapa perasaan ku sedang tidak enak jika mengingat nya."


"Tenang Bibi Je, Angela baik-baik saja kok. Dia bahkan makan dengan baik, dan tidur dengan baik," jawab Flo.


"Kalau begitu syukur lah, aku hanya ingin menanyakan hal itu saja. Oh iya, kalian kenapa sudah lama tidak ke kedai bibi?" pertanyaan kali ini membuat Flo bingung ingin menjawab apa.


"Kami sedang tidak ada waktu, soalnya tahu sendiri kan jadwal Angela kini sangat padat. Kapan-kapan kami akan ke kedai bibi."


"Oh, kalau begitu sudah dulu ya. Titip salam ku untuk Angela," ujar bibi Je diakhir percakapan tersebut.


Merasa lega mendengar jawaban dari Flo kini Bibi Je kembali bekerja.


"Bos, siapa yang anda telepon," seorang pria berkepala plontos dengan muka sangar nya bertanya pada Bibi Je.


"Tidak perlu tahu, bukan urusan mu. Kembali bekerja sana!" perintah Bibi Je pada pria itu. "Kau layani pria itu, dia kesini sering sekali beralasan tidak membawa uang. Kalau sekali bisa aku maklumi, ini sudah ketiga kalinya. Jika dia tetap memberi alasan itu, kau patahkan saja tangannya." Kali ini wajah Bibi Je menatap tajam pria yang dia tunjuk tersebut.


******


"Angela, Angela ..." panggil Flo yang sedikit terengah-engah.


"Ada apa denganmu? Seperti di kejar rentenir saja," ucap Angela yang sedikit bingung melihat Flo saat ini.


"Kau harus tahu tadi bibi mu baru saja menelepon."


"Hah? Bibi yang mana?" tanya Angela.


"Bibi Je."


Seketika Angela langsung terkejut mendengar nama tersebut. Sudah lama dia tidak mendapat telepon dari wanita yang disebut Bibi Je itu.


"Kenapa dia menelepon mu? Apa dia menanyakan aku?"


"Iya dia menelepon tadi karena memang menanyakan mu, seperti nya dia mencemaskan sesuatu. Atau jangan-jangan dia mendengar berita itu? Tapikan media tidak bilang itu dirimu secara langsung," Flo langsung memperkirakan alasan Bibi Je menelepon.


"Tenang dia mungkin hanya ingin tahu kabarku, tidak mungkin berpikir sejauh itu," Angela mencoba lebih tenang.


"Aiss, ini semua karena mu tahu, lihat media mulai gembor memberitakan hal tersebut. Lama-lama mereka benar akan menuduh mu, padahal kau kan tidak salah apa-apa," Flo terlihat menggigit bibirnya dia sudah tahu bahwa Angela lah yang menemui Alex saat itu.


"Hei, kan aku sudah bilang semua ini sudah aku rencanakan. Masalah konsekuensi semua akan aku tanggung jika itu berat, lagipula ini tidak akan bertahan lama. Ayolah Flo, kau bilang akan mendukung ku," tangan Angela menggenggam tangan Flo.


"Dengan cara seperti ini? Kau yakin?" kembali Flo bertanya meyakinkan dirinya.


"Iya, dengan cara ini, harus dengan cara ini. Karena kau tidak tahu rencana Catherine sesungguhnya, jika aku harus berdiam diri dan menunggu semua akan berakhir dengan sia-sia. Sebuah rencana jahat harus dibalas dengan rencana yang lebih dasyat, tidak peduli seberapa banyak pendukungnya kelak. Sampai aku melihat mereka semua meninggalkan Catherine dengan sendirinya," penjelasan Angela membuat Flo terdiam, kali ini dia benar harus percaya pada Angela.


"Baiklah, jika kau butuh bantuan ku. Aku siap membasmi para Hama itu," kali ini Flo lebih keras menggenggam tangan Angela benar-benar meyakinkan diri sesungguhnya. "Tapi, mengingat bibi mu menelepon tadi aku takut jika ayah, ibu, paman, kakek, ataupun semuanya juga ikut bertanya. Kau tahukan mereka bagaikan segerombolan hewan buas," Flo menelan saliva nya.


"Kalau itu aku percayakan padamu Flo, kau harus semangat menerima pertanyaan mereka jika aku tidak ada," Angela hanya cengar-cengir mengatakan hal itu.


"Giliran menghadapi Alex kau sangat senang, giliran keluarga mu kau tanggung kan padaku. Wah, kau sungguh tidak adil," wajah Flo tercengang mendapati dirinya sekarang mendapatkan pekerjaan lebih dari Angela.


******


Kembali lagi ke kedai bibi Je, terlihat seorang pria sedang memohon.


"Mohon, ampuni aku. Jangan patahkan tangan ku nyonya," seorang pria sedang ketakutan kali ini.


"Kau sudah berapa kali mengatakan itu, tapi kali ini tidak ada alasan lagi. Bayar semua makanan yang kau makan kalau tidak tangan mu jadi korban nya."


Orang disekitar hanya bisa diam, mereka tahu kalau di kedai ini jika melakukan kesalahan fatal akan mendapatkan hukuman setimpal. Dulu saja ada sekelompok orang ingin merampok kedai tersebut, belum sempat merampok mereka sudah ketar-ketir duluan.


"Baik, ini uang ku tapi itu semua belum cukup membayar makanan yang aku pesan dihari sebelumnya," pria itu menyerahkan uang sambil tertunduk.


"Tidak apa-apa, yang lalu aku ikhlaskan asal selanjutnya jangan kau ulangi lagi!" ancam Bibi Je pada pria tersebut. Pria itu langsung berlari keluar dari kedai.


Bibi Je adalah pemilik asli kedai itu, kedainya selalu ramai pengunjung karena terkenal akan masakannya. Ia juga merupakan bibi dari model ternama yaitu Angela. Fakta dari kedai ini adalah semua pelayan nya adalah pria dengan tampang sangar, kecuali Bibi Je dan penunggu kasir yang hanya wanita disana. Sang penunggu kasir pun bisa dibilang berbeda dengan wanita lainnya, dialah yang membekuk semua perampok yang pernah ingin mencuri di kedai dengan tangan dan kakinya sendiri. Fakta lain dari kedai ini mereka tutup lebih awal, ada sebuah kabar katanya jika dari pagi hingga sore kedai ini beroperasi seperti biasanya, tapi jika waktu sudah malam kedai ini akan berubah menjadi sebuah tempat transaksi yang tidak diketahui banyak orang.


******


Bersambung...


Hai pembaca sekalian, maaf ya author hari ini gak bisa up kayak biasanya mengingat banyak nya tugas kuliah daring dari dosen semenjak Corona. Tapi Author usahain Hari-hari seterusnya bakal banyak Update 😬


Di bab ini agak panjang, dan gak ada Alex nya 😂 sabar bab berikutnya ada kok 😁 mengingat ini bulan ramadhan author agak cicil cerita yang agak gimana gitu, biar yang baca gak khilaf 😂 stay tune terus ya, bakal ada keseruan lagi dari kisah Alex dan Angela 🤗


Jangan lupa beri dukungan kalian berupa like+vote nya biar author lebih semangat up terus 😊